Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 54.000/box per Maret 2020
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Caprifarmindo

Bledstop tablet digunakan untuk melancarkan kala III persalinan setelah kepala dan bahu bayi keluar. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Bledstop mengandung methylergometrine maleate.

  • Melancarkan kala III persalinan stelah kepala dan bahu bayi keluar.
  • Mengobati perdarahan uterus setelah melahirkan ataupun setelah aborsi termasuk pendarahan uterus pada operasi caesar dan setelah pelepasan plasenta.
  • Mengobati kondisi uterus atau rahim gagal berkontraksi setelah bayi lahir (atonia uteri).
  • Mengatasi rahim tidak kembali ke ukuran normal setelah melahirkan (subinvolusi uterus puerpuralis).
  • Mengatasi lokia tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta dan selaput ketuban (lokiometra).

Methylergometrine maleate 125 mcg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Mengembalikan uterus ke kondisi sebelum hamil (involusi uterus): 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.
  • Perdarahan subinvolusi, puerperal dan lokiometra: 1-2 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan persepsi yang menyebabkan seseorang melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada (halusinasi).
  • Diare.
  • Nyeri dada.
  • Sensasi telinga berdenging yang bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau dalam waktu singkat (tinitus).
  • Pengeluaran keringat yang berlebihan (diaforesis).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak nafas (dispnea).
  • Peradangan pada pembuluh darah vena (tromboplebitis).
  • Kencing berdarah (hematuria).
  • Kram pada kaki.
  • Hidung tersumbat.
  • Gangguan pengecapan.
  • Reaksi alergi.
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Serangan serebrovaskuler.
  • Reaksi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat minum (erupsi kulit).
  • Reaksi kardiovaskuler.
  • Pasein yang memiliki riwayat alergi (hipersentivitas) terhadap kandungan dalam obat ini.
  • Kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urin (toksemia).
  • Kala I dan II pada proses melahirkan sebelum korona kepala terlihat.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan riwayat komplikasi infeksi atau luka yang berpotensi mengancam nyawa (sepsis).
  • Pasien gangguan hati dan ginjal.
  • Jika bayi dalam posisi terbalik, methylergometrine tidak diperbolehkan sampai kelahiran berakhir.
  • Apabila bayi kembar, maka tunggu hingga proses kelahiran bayi terakhir selesai.
  • Obat anestesi.
  • Nitrogliserin.
  • Vasokonstriktor alkaloid ergot.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bledstop/bledstop?type=brief&lang=id
Diakses pada 16 Maret 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait