Bisolvon batuk & flu sirup 60 ml adalah obat yang digunakan ntuk meredakan gejala flu.
Bisolvon batuk & flu sirup 60 ml adalah obat yang digunakan ntuk meredakan gejala flu.
Bisolvon batuk & flu sirup 60 ml adalah obat yang digunakan ntuk meredakan gejala flu.
Bisolvon batuk & flu sirup 60 ml adalah obat yang digunakan ntuk meredakan gejala flu.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 47.900/ botol (100 ml) per Desember 2019.
Kemasan 1 botol @ 100 ml
Produsen Boehringer Ingelheim Indonesia

Bisolvon batuk & flu sirup adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif bromhexine HCI, paracetamol, klorfeniramin maleat, fenilefrin HCl.

Membantu meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk.

  • Tiap 5 ml:
    • Bromhexine HCI 4 mg.
    • Paracetamol 150 mg.
    • Klorfeniramin maleat 2 mg.
    • Fenilefrin HCI 5 mg.
  • Dewasa: 10 ml sebanyak 3 kali/ hari.
  • Anak-anak:
    • 6 tahun ke bawah: harus dengan rekomendasi dokter.
    • 6-12 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali/hari.
    • 12 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesua petunjuk dokter.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Insomnia.
  • Gelisah.
  • Tremor.
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Mulut kering.
  • Reaksi alergi: ruam kulit, gatal-gatal, bronkopasme, angioderma, dan anafilaksis.
  • Pasien hipersensitif terhadap salah satu komponen obat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati parah.
  • Penderita ganguan fungsi jantung.
  • Penderita kencing manis (diabetes militus).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien penderita kondisi ketika kelenjar prostat membesar (hipertrofi proslat).
  • pasien penderita gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Pasien yang akan mengendarai kendaraan dan mengoprasikan mesin.
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.
  • Antidepresan tipe penghambat MAO.
  • Antibiotika.
  • Kalsium klorida.
  • Kanamisin sulfat.
  • Asam noradrenali tratat.
  • Na-pentobarbital.
  • Meglumin adipidon. 
  • Anastetik local butakain.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait