Biscor Tablet 5 mg

15 Okt 2020

Deskripsi obat

Biscor tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan nyeri dada. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Biscor tablet mengandung zat aktif bisoprolol fumarat.
Biscor Tablet 5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaBisoprolol fumarat.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatBeta blocker.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Bisoprolol merupakan obat golongan penghambat beta (beta bloker) yang mampu mengobati tekanan darah tinggi yang bekerja dengan menurunkan frekuensi detak jantung dan tekanan otot pada jantung saat berkontraksi sehingga beban jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh dapat berkurang dan dengan turunnya tekanan darah, maka dapat mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bisoprolol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan hampir sepenuhnya dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan konsentrasi tertinggi di jantung, hati, paru-paru, dan air liur. Melintasi penghalang darah-otak.
  • Metabolisme: Secara luas dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (sekitar 50% sebagai obat tidak berubah dan 50% sebagai metabolit tidak aktif) dan melalui feses (<2%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 9-12 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.
  • Mengatasi gagal jantung.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Meringankan nyeri pada dada (angina pektoris).

Bisoprolol fumarat merupakan obat yang termasuk dalam golongan penghambat beta (beta bloker) yang mampu mengobati tekanan darah tinggi yang bekerja dengan menurunkan frekuensi detak jantung dan tekanan otot pada jantung saat berkontraksi sehingga beban jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh dapat berkurang dan dengan turunnya tekanan darah, maka stroke dan serangan jantung dapat dicegah.

Komposisi obat

Bisoprolol fumarat 5 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Gagal jantung kronik stabil:

  • Dosis awal: pada minggu pertama 1,25 mg/hari, kemudian dosis dititrasi setiap minggu sebesar 2,5 mg-3,75 mg-5 mg/hari. Titrasi dosis dilanjutkan sebesar 7,5 mg-10 mg/hari setiap bulan.

Tekanan darah tinggi (hipertensi): 1 tablet sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 4 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Merasa pusing atau lemah.
    Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit kepada apoteker Anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Tangan atau kaki terasa dingin.
    Letakkan tangan atau kaki di bawah air hangat yang mengalir, pijit, dan gerakkan jari tangan dan kaki Anda. Jangan merokok atau minum kafein karena dapat membuat pembuluh darah Anda lebih sempit dan membatasi aliran darah Anda. Merokok juga membuat kulit Anda lebih dingin. Coba kenakan sarung tangan dan kaus kaki hangat. Jangan memakai jam tangan atau gelang ketat.
  • Mual, muntah, atau diare.
    Jangan makan makanan yang terlalu banyak dan pedas. Mengonsumsi bisoprolol setelah makan. Jika Anda sakit, cobalah untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah sedikit. Jika Anda mengalami diare, minumlah banyak air atau cairan lain. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau memiliki urin yang gelap dan berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Nyeri pada punggung.
  • Kondisi dimana melambatnya denyut jantung (bradikardi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Nyeri pada bagian okular.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mulut kering.
  • Nyeri pada perut.
  • Kelelahan.
  • Nyeri sendi.
  • Eksim.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Ruam dan kemerahan pada kulit.
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pingsan.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Peradangan pada rongga hidung (rhinitis).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki pembesaran kelenjar tiroid dalam tubuh (hipertiroidisme).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar gula darah yang rendah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Pasien penderita penyempitan pada bronkus (bronkospasme).
  • Pasien yang mengalami gangguan kelemahan pada otot dan saraf (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengn kondisi kejang pada salah satu arteri koroner (prinzmetal angina).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan biscor tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit arteri perifer yang berat.
  • Pasien dengan kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi (asidosis metabolik).
  • Pasien penderita syok yang disebabkan akibat ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan syok yang terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan secara tiba-tiba (kardiogenik dan syok hipovalemik).
  • Pasien dengam kondisi individu yang memiliki denyut jantung yang lambat (bradikardia).
  • Pasien dengan kondisi di mana beberapa area tubuh terasa mati rasa dan dingin dalam keadaan tertentu (sindrom Raynaud).
  • Pasien yang memiliki asma parah.
  • Pasien dengan gejala bradikardi dan hipotensi.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada sinus (sinusitis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Klonidin dan metildopa.
    Klonidin dan metildopa dapat memperburuk gagal jantung.
  • Rifampisin.
    Rifampisin dapat meningkatkan klirens metabolit dari bisoprolol.
  • Kuinidin, disopiramid, dan propafenon.
    Obat di atas dapat meningkatkan waktu konduksi atrioventrikular dan dapat meningkatkan efek penurunan kontraksi otot jantung.
  • Glikosida digitalis.
    Penggunaan bisoprolol dengan glikosida digitalis dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi di mana denyut jantung seseorang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).
  • Antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan asam mefenamat.
    NSAID dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat bisoprolol.
  • Verapamil dan diltiazem.
    Verapamil dan diltiazem dapat menyebabkan blok atrioventrikular dan menyebabkan penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi berat).
  • Reserpin dan guanetidin.
    Dapat menghasilkan pengurangan aktivitas simpatis yang berlebihan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Sesak napas, mengi, dan bronkospasme bisa menjadi tanda terjadinya gangguan pada paru-paru.
  • Sesak napas disertai batuk yang memburuk ketika berolahraga (seperti berjalan dan menaiki tangga).
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, sakit dada, detak jantung tidak teratur bisa jadi tanda-tanda masalah jantung.
  • Perubahan warna kulit dan sklera mata menjadi menguning, ini bisa menjadi tanda gangguan pada hati.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisoprolol
Diakses pada 28 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bisoprolol/
Diakses pada 28 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14206/bisoprolol-fumarate-oral/details
Diakses pada 28 September 2020

Mayuclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/bisoprolol-oral-route/description/drg-20071022
Diakses pada 28 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email