Bisacodyl

02 Mar 2021| Ajeng Prahasta
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Bisacodyl digunakan untuk mengatasi sembelit dalam jangka pendek

Bisacodyl digunakan untuk mengatasi sembelit dalam jangka pendek

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Dulcolax, Laxana, Laxacod, Stolax

Deskripsi obat

Bisacodyl adalah obat untuk mengatasi sembelit atau konstipasi, yaitu kesulitan buang air besar. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengosongkan usus sebelum operasi atau prosedur medis tertentu.

Bisacodyl termasuk dalam kelas obat pencahar stimulan. Obat ini dapat merangsang otot-otot di dinding usus kecil dan usus besar untuk menghasilkan gerakan usus. Hal tersebut akan mengubah kadar air dan elektrolit di dalam usus, sehingga meningkatkan kadar cairan dan menghasilkan efek pencahar.

Obat bisacodyl digunakan sementara waktu atau hanya sesekali untuk mengatasi sembelit dan ketidakteraturan buang air besar. Obat ini umumnya akan memberikan efek dalam waktu 6 hingga 12 jam.

Bisacodyl (Bisakodil)
GolonganKelas terapi : Obat pencahar Klasifikasi Obat : Derivat diphenylmethane
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, suppositoria
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan bisacodyl, antara lain:

  • Mual
    Cobalah minum bisacodyl dengan makanan.
  • Diare
    Berhenti mengonsumsi bisacodyl dan minum banyak air. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut atau kram perut
    Kurangi dosis bisacodyl Anda atau hentikan pemakaian sampai efek samping ini hilang.
  • Gangguan keseimbangan cairan
  • Rasa tidak nyaman pada bagian anorektal
  • Dehidrasi
  • Pusing
  • Penurunan kadal kalsium atau kalium dalam darah
  • Peradangan pada usus (kolitis)
  • Rasa tidak nyaman pada perut

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan bisacodyl jika memiliki kondisi:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar mendadak yang berlangsung selama 2 minggu
  • Gangguan ginjal
  • Radang usus
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

Hindari penggunaan jangka panjang. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

  • Oral: Simpan pada suhu antara 20-25 °C serta terhindar dari kelembaban
  • Rektal: Simpan di bawah 30 °C

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap bisacodyl
  • Dehidrasi berat
  • Penyumbatan usus
  • Kondisi perut akut, penyakit radang usus akut, atau sakit perut parah
  • Luka atau robekan pada anus
  • Peradangan pada dinding usus besar bagian akhir atau rektum (proktitis)
  • Nyeri perut yang menyebabkan mual atau muntah

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bisacodyl pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hentikan penggunaan jika Anda mengalami perdarahan pada rektum.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat bisacodyl dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Obat diuretik atau adrenokortikosteroid
    Penggunaan bersama bisacodyl dengan dosis tinggi dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  • Obat laksatif
    Penggunaan bersama bisacodyl meningkatkan efek samping gangguan pencernaan.
  • Obat antasida
    Penggunaan bersama bisacodyl menurunkan efek terapi serta meningkatkan rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia) dan iritasi pada saluran pencernaan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisacodyl?mtype=generic
Diakses pada 18 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12263/bisacodyl-oral/details
Diakses pada 18 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/bisacodyl/
Diakses pada 18 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/bisacodyl-tablets.html
Diakses pada 18 Februari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/bisacodyl-oral/article.htm
Diakses pada 18 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/bisacodyl-dulcolax
Diakses pada 18 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email