Bipro tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, nyeri dada, dan gagal jantung.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen Pratapa Nirmala
Bipro tablet adalah obat untuk mengobati hipertensi, nyeri dada, gagal jantung, mencegah stroke, gangguan ginjal dan serangan jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bipro tablet mengandung zat aktif bisoprolol.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Meringankan nyeri dada (angina pektoris).
  • Mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.
  • Mengatasi gagal jantung.

Bisoprolol fumarat adalah golongan obat penghambat beta yang mampu mengobati tekanan darah tinggi yang bekerja dengan menurunkan frekuensi detak jantung dan tekanan otot pada jantung saat berkontraksi sehingga beban jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh dapat berkurang dan dengan turunnya tekanan darah, maka stroke dan serangan jantung dapat dicegah.

Bisoprolol fumarat 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hipertensi dan nyeri dada (angina pektoris): 5-10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.
  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 1,25 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat digandakan jika pasien dapat menoleransi pada 1 minggu pertama pemberian, selanjutnya dosis ditingkatkan secara bertahap selama 1-4 minggu.
    • Dosis maksimal: 10 mg/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Nyeri pada punggung.
  • Kondisi dimana melambatnya denyut jantung (bradikardi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Nyeri pada bagian okular.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mulut kering.
  • Nyeri pada perut.
  • Kelelahan.
  • Nyeri sendi.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Peradangan pada rongga hidung (rhinitis).
  • Peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Ruam dan kemerahan pada kulit.
  • Eksim.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pingsan.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Merasa pusing atau lemah.
    Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Tangan atau kaki terasa dingin.
    Letakkan tangan atau kaki di bawah air hangat yang mengalir, pijit, dan gerakkan jari tangan dan kaki Anda. Jangan merokok atau minum kafein karena dapat membuat pembuluh darah Anda lebih sempit dan membatasi aliran darah Anda. Merokok juga membuat kulit Anda lebih dingin. Coba kenakan sarung tangan dan kaus kaki hangat. Jangan memakai jam tangan atau gelang ketat.
  • Mual, muntah atau diare.
    Jangan makan makanan yang terlalu banyak dan pedas. Mengonsumsi bisoprolol setelah makan. Jika Anda sakit, cobalah untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah sedikit. Jika Anda mengalami diare, minumlah banyak air atau cairan lain. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau memiliki urin yang gelap dan berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Pasien penderita syok yang disebabkan akibat ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan syok yang terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan secara tiba-tiba (kardiogenik dan syok hipovalemik).
  • Pasien dengan gejala bradikardi dan hipotensi.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer yang berat.
  • Pasien dengan kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi (asidosis metabolik).
  • Pasien dengam kondisi individu yang memiliki denyut jantung yang lambat (bradikardia).
  • Pasien dengan kondisi di mana beberapa area tubuh terasa mati rasa dan dingin dalam keadaan tertentu (sindrom Raynaud).
  • Pasien yang memiliki asma parah.
  • Pasien penderita penyempitan pada bronkus (bronkospasme).
  • Pasien yang mengalami gangguan kelemahan pada otot dan saraf (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengn kondisi kejang pada salah satu arteri koroner (prinzmetal angina).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar gula darah yang rendah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Pasien yang memiliki pembesaran kelenjar tiroid dalam tubuh (hipertiroidisme).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
    • Kuinidin, disopiramid, dan propafenon.
      Obat di atas dapat mempotensiasi waktu konduksi atrioventrikular dan dapat meningkatkan efek penurunan kontraksi otot jantung.
    • Verapamil dan diltiazem.
      Verapamil dan diltiazem dapat menyebabkan blok atrioventrikular dan menyebabkan penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi berat).
    • Reserpin dan guanetidin.
      Dapat menghasilkan pengurangan aktivitas simpatis yang berlebihan.
    • Klonidin dan metildopa.
      Klonidin dan metildopa dapat memperburuk gagal jantung.
    • Rifampisin.
      Rifampisin dapat meningkatkan klirens metabolit dari bisoprolol.
    • Glikosida digitalis.
      Penggunaan bisoprolol dengan glikosida digitalis dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi di mana denyut jantung seseorang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).
    • Antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan asam mefenamat.
      NSAID dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat bisoprolol.
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisoprololDiakses pada 23 Juli 2020Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bisoprolol/Diakses pada 23 Juli 2020WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14206/bisoprolol-fumarate-oral/detailsDiakses pada 23 Juli 2020Mayuclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/bisoprolol-oral-route/description/drg-20071022Diakses pada 23 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait