Biothicol Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Biothicol Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Biothicol Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Biothicol Sirup Kering 60 ml digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 28.050/botol (60 ml) per Februari 2020
Kemasan 1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen Sanbe Farma

Biothicol sirup kering digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Biothicol sirup kering ini mengandung zat aktif tiamfenikol.

Mengobati infeksi yang disebabkan oleh:

  • Salmonella sp.
  • Haemophillus influenzae, terutama radang selaput otak (menineal).
  • Tifus (rickettsia).
  • Limfogranuloma-psitakosis.
  • Bakteri Gram-negatif penyebab bakterimia-meningitis.

Tiap 5 ml: tiamfenikol 125 mg.

  • Dewasa, anak-anak, bayi 2 minggu ke atas: 50 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi 3-4kali/hari.
  • Bayi prematur: 25 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi 4 kali/hari.
  • Bayi 2 minggu ke bawah: 25 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi 4 kali/hari.
  • Tuangkan air minum sampai sedikit di bawah tanda.
  • Tutup botol erat-erat, balikkan botol, kocok sampai semua granul terdispersi.
  • Tambahkan lagi air minum secukupnya sampai tanda batas (60 ml) dan kocok baik-baik.

Setelah pencampuran dengan air minum, suspensi stabil selama 7 hari pada suhu dibawah 30° C atau 14 hari dalam lemari es (2-8° C).

  • Kelainan darah (diskrasia darah) seperti:
    • Kelainan darah yang disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah (anemia aplastik).
    • Sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah sehat yang memadai (anemia hipoplastik).
    • Jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal (trombositopenia).
    • Sumsum tulang gagal membentuk granulosit (granulositopenia).
  • Gangguan saluran pencernaan seperti:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Infeksi lidah (glositis).
    • Radang lapisan mukosa mulut (stomatitis).
    • Diare.
  • Reaksi hipersensitivitas seperti:
    • Demam.
    • Ruam.
    • Bengkak yang mengenai pada lapisan dalam dari kulit (angioedema).
    • Biduran (urtikaria).
  • Efek samping lain seperti:
    • Sakit kepala.
    • Depresi mental.
    • Gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (neuritis optik).
    • Kondisi saat kulit bayi terlihat berwarna keabu-abuan (sindroma grey).
  • Hipersensitivitas terhadap tiamfenikol.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Jangan digunakan untuk tindakan pencegahan infeksi bakteri dan pengobatan infeksi trivial, infeksi tenggorokan dan influenza.
  • Hanya untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya.
  • Pemakaian tiamfenikol dalam waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hemarologik berkala.
  • Penyesuaian dosis untuk penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Penggunaan obat dihentikan apabila turunnya jumlah eritrosit muda (retikula sitopenia), rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia), kondisi saat jumlah keping darah rendah (trombositopenia) atau anemia.
  • Lama pemakaian sebaiknya tidak melebihi batas watu yang ditentukan.
  • Penggunaan bersama kloramfenikol dapat mengakibatkan resistensi silang.
  • Hati-hati bila digunakan bersama dengan obat-obat yang juga dimetabolisme oleh enzim-enzim mikrosom hati seperti dikumarol, fenitoin, tolbutamid dan fenobarbital.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Artikel Terkait