Bintang Toedjoe Puyer No.16

23 Okt 2020| Dea Febriyani
Bintang toedjoe puyer no.16 adalah obat untuk mengatasi sakit kepala dan sakit gigi.

Deskripsi obat

Bintang toedjoe puyer no.16 adalah obat untuk mengatasi sakit kepala dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Bintang toedjoe puyer no. 16 mengandung zat aktif parasetamol, kafein, asetosal (asam asetilsalisilat).

Bintang Toedjoe Puyer No.16
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol, asetosal (asam asetilsalisilat), dan kafein.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 sachet @ 1 g
ProdusenBintang Toedjoe

Informasi zat aktif

Parasetamol bekerja untuk menghentikan pesan rasa sakit agar tidak masuk ke otak dan juga bekerja di otak untuk menurunkan demam. Parasetamol, asetosal, dan kafein adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati nyeri akibat sakit kepala tegang, sakit kepala migrain, nyeri otot, kram menstruasi, artritis, sakit gigi, masuk angin, atau hidung tersumbat.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol, asetosal, dan kafein diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Parasetamol diserap dengan baik setelah pemberian oral dan rektal. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 10-60 menit. Asetosal dan kafein diserap secara sempurna di saluran cerna.
  • Distribusi: Parasetamol didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh, melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%. Asetosal didistribusikan secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Ikatan protein ke albumin bergantung pada konsentrasi, berkisar dari 79-90%. Kafein didistribusikan dengan cepat ke seluruh tubuh, melintasi sawar darah-otak dan sawar plasenta sekitar 17% terikat protein.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Parasetamol erutama melalui urin (<5% sebagai obat tidak berubah, 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 1-3 jam. Aspirin diekskresikan dalam urin sebagai salisilat dan metabolitnya. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi (waktu paruh eliminasi) berkisar dari 15 hingga 20 menit. Kafein dieskresi melalui urin.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati dan meringankan:

Parasetamol dan asetosal adalah analgesik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin di Sistem Saraf Pusat (SSP) melalui tindakan perifer dengan menghambat rangsangan nyeri, dikombinasikan dengan kafein untuk meningkatkan efek pereda nyeri (analgesik) parasetamol dan asetosal.

Komposisi obat

  • Parasetamol 400 mg.
  • Asetosal (asam asetilsalisilat) 250 mg.
  • Kafein 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 1 sachet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: ½-1 sachet sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual dan muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Hubungi dokter jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urine berwarna gelap dan berbau menyengat, serta buang air kecil lebih jarang dari biasanya.
  • Reaksi alergi atau hipersenstivitas.
  • Iritasi lambung.
  • Pada pasien yang menggunakan obat ini dalam jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati.
  • Penggunaan jangka panjang dapat terjadi perdarahan lambung dan tukak lambung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol, sebab akan meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati dan perdarahan lambung.
  • Bila setelah 2 hari demam tidak kunjung menurun atau setelah 5 hari rasa sakit tidak berkurang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
  • Pasien dengan penyakit ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dehidrasi.

Kategori kehamilan

Paracetamol.
Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Asetosal (asam asetilsalisilat).
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan bintang toedjoe puyer no. 16 pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kafein.
Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan contrexyn kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien yang sedang menerima terapi dengan obat antikoagulan seperti warfarin.
  • Pasien dengan alergi (asma).
  • Pasien dengan maag.
  • Pasien yang pernah atau sering mengalami perdarahan di bawah kulit.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antikoagulan oral.
    Penggunaan bersama dengan antikoagulan oral dapat menyebabkan perdarahan.
  • Obat spironolakton, furosemid dan urikosurik.
    Penggunaan bersama dengan salah satu obat spironolakton, furosemid dan urikosurik karena akan menurunkan efek dari spironolakton, furosemid dan urikosurik.
  • Obat hipoglikemi oral terutam klorpropamid.
    Penggunaan asetosal bersama dengan klorpropamid dapat meningkatkan efek penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pernah atau sering mengalami perdarahan di bawah kulit.
  • Telinga berdenging (tinitus).
  • Gangguan penderngaran.
  • Pusing.
  • Gangguan lambung menetap atau sebelum memberikan asetosal pada pasien yang menerima terapi dengan obat antikoagulan.

Sesuai kemasan per Oktober

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 5 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a061.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c000.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/acetaminophen-aspirin-caffeine-side-effects.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Pyridam. https://pyfa.co.id/product/nogren-kaplet/
Diakses pada 5 Oktober 2020

 

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kapur Sirih, Antara Manfaat dan Efek Samping yang Mengerikan

Kapur sirih memiliki manfaat yang tidak sedikit, namun juga efek samping yang berbahaya. Pastikan kapir sirih yang Anda gunakan memang aman untuk dikonsumsi.
12 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kapur Sirih, Antara Manfaat dan Efek Samping yang Mengerikan

Kebiasaan yang Jadi Penyebab Sering Pusing pada Remaja

Penyebab sering pusing pada remaja sebenarnya adalah kebiasaan sehari-hari, seperti terlalu banyak nonton tv, main gadget, makan gorengan, atau minum kopi. Penyakit seperti infeksi dan alergi juga bisa memicu pusing pada remaja.
30 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kebiasaan yang Jadi Penyebab Sering Pusing pada Remaja

Pebalap Tanah Air Afridza Munandar Meninggal Dunia, Ini Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala

Cedera kepala merupakan hal yang perlu segera ditangani sebelum berdampak fatal. Pebalap tanah air, Afridza Munandar, meninggal dunia akibat cedera kepala saat bertanding di sirkuit Sepang, Malaysia.
04 Nov 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Pebalap Tanah Air Afridza Munandar Meninggal Dunia, Ini Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala