no-image-drug
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 18 Tablet (5 mg)
Produsen Armoxindo Farma
Bicolax tablet adalah obat untuk mengatasi kesulitan buang air besar (sembelit) dan membantu mengosongkan lambung sebelum tindakan operasi. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Bicolax tablet mengandung zat aktif bisakodil.
  • Mengatasi kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Membantu mengosongkan lambung sebelum tindakan operasi.


Bisakodil bekerja secara langsung merangsang pergerakan peristaltik otot polos usus sehingga merangsang kontraksi dan mempermudah pengeluaran feses atau buang air besar.

Bisakodil 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Kesulitan buang air besar (sembelit):

  • Dewasa: 5-10 mg/hari sebelum tidur. Dosis maksimal 20 mg.
  • Anak-anak usia di bawah 4-10 tahun: 5 mg sebelum tidur.

Pengosongan lambung sebegai persiapan sebelum tindakan operasi:

  • Dewasa: 10 mg dalam dua dosis terbagi di pagi dan siang hari, diikuti dengan 10 mg dalam bentuk suppositoria pada pagi hari selanjutnya.
  • Anak-anak usia di bawah 4-10 tahun: 5 mg di sore hari diikuti dengan 5 mg dalam bentuk supppositoria pada pagi hari selanjutnya.
Dikonsumsi pada keadaan perut kosong, tablet dikonsumsi secara utuh, dan jangan mengonsumsi obat antasida, susu, atau jenis produk susu lainnya selama 1 jam.
  • Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit: kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi (asidosis metabolik), kadar basa di dalam tubuh atau darah sangat tinggi (alkalosis), tubuh kekurangan kalium (hipokalemia).
  • Mual.
  • Muntah.
  • Dehidrasi.
  • Pusing.
  • Diare.
  • Peradangan usus besar (kolitis).
    Berhenti mengonsumsi bisakodil dan minum banyak air. Konsultasi pada profesional kesehatan Anda jika mengalami gejala dehidrasi seperti warna urin yang gelap dan bau urin yang menyengat. Jangan konsumsi obat untuk mengatasi diare tanpa berkonsultasi kepada dokter.
  • Sakit perut atau kram perut.
    Kurangi dosis bisakodil yang dikonsumsi atau hentikan pemakaian sampai rasa sakit atau kram menghilang.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap bisakodil.
  • Pasien yang memiliki gejala dehidrasi.
  • Pasien yang memiliki gangguan pencernaan seperti usus buntu (apendisitis), penyumbatan dalam usus (obstruksi usus), dan radang usus kronis pada lapisan dinding usus (penyakit Crohn).
  • Pasien yang menderita peradangan usus.
  • Pasien yang menderita gangguan ginjal.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Jangan mengonsumsi obat lebih dari 5 hari.
    • Obat diuretik atau andrenokortikosteroid.
      Penggunaan bersama bisakodil dengan dosis tinggi meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
    • Obat laksatif.
      Penggunaan bersama bisakodil meningkatkan efek samping gangguan pencernaan.
    • Obat antasida.
      Penggunaan bersama bisakodil menurunkan efek terapi dan meningkatkan rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia) dan iritasi pada saluran pencernaan.
MIMS https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisacodylDiakses pada 28 Juli 2020Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bisacodyl/Diakses pada 28 Juli 2020Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12263/bisacodyl-oral/detailsDiakses pada 28 Juli 2020Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_bisacodyl_dulcolax/drugs-condition.htmDiakses pada 28 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait