Betamethasone Topical

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Betamethasone topikal digunakan untuk mengobati gatal dan peradangan pada kulit

Betamethasone topikal digunakan untuk mengobati gatal dan peradangan pada kulit

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Benzoil peroksida, Betopic, Betamethasone Valerate, Biocort, Diprosta, Metaskin-N, Nisagon

Deskripsi obat

Betametason topikal digunakan untuk mengobati kulit gatal, merah, kering, mengeras, bersisik, radang, dan terasa tidaknyaman akibat kondisi, seperti psoriasis dan eksim.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang menyebabkan terbentuknya bercak merah dan bersisik pada beberapa area tubuh. Sementara, eksim adalah penyakit kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal, serta terkadang timbul kemerahan dan ruam bersisik.

Obat ini termasuk dalam golongan obat kortikosteroid. Betamethasone topikal bekerja dengan cara mengaktifkan zat alami di kulit untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Betamethasone Topical (Betametason Topikal)
GolonganKelas terapi: Antialergi dan antiinflamasi Klasifikasi obat: Kortikosteroid topikal
Kategori obatObat resep dan obat bebas
Bentuk sediaan obatKrim, losion, spray, dan salep
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan betamethasone topikal adalah:

  • Gatal
  • Kemerahan
  • Rasa seperti terbakar pada kulit
  • Memar pada kulit
  • Peradangan pada folikel rambut (folikulitis)

Apabila efek samping tidak hilang atau bahkan memburuk, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan betamethasone topical pada kondisi:

  • Riwayat iritasi kulit setelah penggunaan steroid
  • Katarak
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Diabetes
  • Penyakit hati
  • Gangguan kelenjar adrenal
  • Infeksi kulit

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan betamethasone topikal pada pasien dengan riwayat alergi terhadap obat ini.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan betamethasone topical pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan betametason dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Iritasi kulit parah di mana obat dioleskan
  • Tanda-tanda infeksi kulit (bengkak, kemerahan, hangat, dan keluar cairan)

Kulit Anda dapat menyerap obat steroid topikal, yang dapat menyebabkan efek samping steroid di seluruh tubuh. Berhenti menggunakan betametason dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur, penglihatan terowongan, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Penyembuhan luka lambat, kulit menipis, dan rambut tubuh bertambah
  • Peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mulut kering, dan bau napas buah
  • Penambahan berat badan dan wajah bengkak
  • Kelemahan otot, perasaan lelah, depresi, gelisah, dan perasaan mudah tersinggung

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi betamethasone topikal dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Insulin atau obat antidiabetes lainnya, termasuk metformin
    Betamethasone topikal dapat menurunkan efektivitas antidiabetes, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kadar gula darah akan menurun.
  • Itraconazole dan ritonavir
    Obat di atas dapat meningkatkan efektivitas betamethasone topikal dalam mengatasi alergi dan peradangan kulit.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/betamethasone?mtype=generic
Diakses pada 1 April 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682799.html
Diakses pada 1 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-978-724/betamethasone-dipropionate-topical/betamethasone-dipropionate-topical/details
Diakses pada 1 April 2021

Patient. https://patient.info/medicine/betamethasone-for-severe-inflammatory-skin-conditions-audavate-betnovate-betacap-betesil-bettamousse-diprosone
Diakses pada 1 April 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325364#side-effects
Diakses pada 1 April 2021

Drug. https://www.drugs.com/betamethasone-topical.html
Diakses pada 1 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email