Betamethasone (Alias: Betametason)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Betamethasone digunakan untuk pengobatan pada kulit kemerahan, gatal, dan bengkak.
Betamethasone bekerja mengobati kulit kemerahan, gatal, bengkak.

Merk dagang yang beredar:

Bdm, Betamethasone Valerate, Biocort, Celestamine, Diprosta, Durocort, Meclovel, Metaskin-N, Nisagon, Zestam, Betam-Ophtal, Alerson, Benoson, Betason, Betopic, Celestone, Corsaderm, Molason, Protocort, Alphacort, Beprosone, Betodermin, Celestoder, Celestone Eye Drops, Diprosone-OV, Oviskin, Scanderma

Betamethasone digunakan untuk pengobatan kulit seperti kemerahan, gatal, bengkak. Obat ini merupakan golongan kortikosteroid.

Betamethasone bisa juga digunakan untuk alergi, asma, masalah kelenjar adrenal, masalah darah atau masalah pembengkakan.

Betamethasone (Betametason)
Golongan

Kortikosteroid

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik, krim

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual . Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Gangguan alergi dan peradangan, hiperplasia adrenal kongenital

  • Dewasa: Sebagai betametason Na fosfat: 0-5-5 mg setiap hari dalam dosis terbagi, tergantung pada kondisi yang dialami oleh penderita dan respons klinis. Regimen yang direkomendasikan: Pengobatan jangka pendek: 2-3 mg setiap hari selama beberapa hari pertama, kemudian secara bertahap diturunkan 0,25 atau 0,5 mg setiap 2-5 hari, tergantung pada respons. Rheumatoid arthritis: 0,5-2 mg setiap hari. Kondisi lain: 1,5-5 mg setiap hari selama 1-3 minggu, kemudian secara bertahap dikurangi menjadi dosis efektif Min.
  • Anak: Dosis anak sama dengan dosis dewasa (misalnya 1 tahun 25% dari dosis dewasa; 7 thn 50% dari dosis dewasa; 12 thn 75% dari dosis dewasa). Perawatan terbatas pada dosis minimal untuk waktu sesingkat mungkin.

suntik
Gangguan Alergi dan peradangan 

  • Dewasa: Sebagai betametason Na fosfat: 4-20 mg melalui injeksi, injeksi IM yang dalam, injeksi IV selama 0,5-1 menit, atau infus IV, diulangi 3-4 kali dalam 24 jam, bila perlu.
  • Anak: Sebagai betametason Na fosfat: umur kurang dari 1 thn 1 mg umur lebih dari 1-5 tahun 2 mg, 6-12 thn 4 mg. Dosis diberikan melalui injeksi IV atau infus, diulangi 3-4 kali dalam 24 jam sesuai kebutuhan.

Aturan pakai Betamethasone dengan benar

Baca cara pemakaian betamethasone, atau ikuti saran dari dokter terlebih dahulu. Jika memiliki pertanyaan, ajukan langsung kepada dokter Anda.

Obat ini dikonsumsi setelah makan untuk mencegah sakit perut. Jangan minum minuman beralkohol ketika menjalani perawatan dengan obat ini, kecuali Anda sudah berkonsultasi dengan dokter.

Gunakan obat ini sesuai saran dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi anjuran dari dokter, karena dapat menimbulkan efek samping.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani tenaga medis.

Betamethasone dapat menyebabkan efek samping seperti sulit tidur dan sakit kepala. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Cari bantuan medis secepatnya jika terjadi efek samping yang serius seperti:

  • Kelelahan
  • Infeksi
  • Berat badan bertambah
  • Siklus haid tidak teratur
  • Perubahan suasana hati
  • Nyeri lambung

Ada beberapa efek samping lain yang belum tercatat. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu, atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Infeksi herpes pada mata
  • Infeksi jamur
  • Infeksi malaria di otak
  • alergi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • infeksi yang tidak dapat diobati

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Apabila ingin menggunakannya bersamaan obat lain, harap berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Betamethasone dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penurunan efek terapeutik ketika digunakan bersamaan dengan rifampicin, rifabutin, carbamazepine, phenobarbitone, phenytoin, primidone, aminoglutethimide dan efedrin.
  • Peningkatan efek dan risiko hipokalemi dengan acetazolamide, carbenoxolone

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Ditinjau oleh: dr Anandika Pawitri

Penyakit
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/betamethasone-injection.html
Diakses pada 22 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/corticosteroid-oral-route-parenteral-route/proper-use/drg-20070491
Diakses pada 22 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/betamethasone
Diakses pada 22 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4897-722/betamethasone-valerate-topical/betamethasone-valerate-topical/details
Diakses pada 22 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top