no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (30 mg)
Produsen Mahakam Beta Farma

Betalitik tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti asma dan bronkitis, serta mengencerkan dahak atau lendir yang terdapat pada saluran pernapasan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Betalitik tablet mengandung zat aktif ambroksol.

  • Meringankan gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.
  • Mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk berdahak dan membantu mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak.
  • Mengatasi asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara atau bronkus (asma bronkial).

Ambroksol adalah obat untuk mengencerkan dahak dan mengatasi batuk berdahak maupun gangguan pada saluran pernapasan seperti peradangan pada bronkus (bronkitis) dan asma bronkial. Obat ini bekerja dengan mengurangi perlengketan dahak pada dinding tenggorokan dan memecah ikatan asam mukopolisakarida pada dahak sehingga dahak akan menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.

Ambroksol hidroklorida 30 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Anak-anak 5-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

  • Muntah.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan buah labu untuk menghindari dehidrasi, minumlah secara perlahan, dan sesering mungkin. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Mual.
    obalah untuk mengonsumsi obat ini ketika setelah makan untuk mengurangi rasa mual, tetaplah mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebuh sedikit dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.
  • Mulut terasa asam, pahit, atau asin seperti tersentuh logam (dysgeusia).
  • Dapat terjadi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit yang disebabkan karena adanya reaksi alergi (eritema multiformis).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens Johnson).
  • Sensasi panas dan sensasi seperti rasa terbakar pada dada (heartburn).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Sesak napas.
  • Demam.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien yang mengalami infeksi pernapasan kronik.
  • Pasien penderita luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Antibiotik seperti sefuroksim, doksisiklin, eritromisin, dan amoksisilin.
    Penggunaan bersama ambroksol hidroklorida dapat menyebabkan peningkatan kadar antibiotik dalam darah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol Diakses pada 23 Juli 2020 Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html Diakses pada 23 Juli 2020 Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol Diakses pada 23 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait