Betahistine

Betahistine digunakan untuk mengobati penyakit meniere yang terjadi pada telinga bagian dalam

Betahistine digunakan untuk mengobati penyakit meniere yang disebabkan karena tekanan cairan yang berlebih pada telinga bagian dalam

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Vesitab, Vertikaf, Vertigosan, Versyl, Versilon, Vercure, Vastigo, Rotaver, Mertigo, Meristin, Merislon, Kurtigo, Histigo, Betaserc, Betahistine, Mesylate, Lexigo

Deskripsi obat

Betahistine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit meniere, yang disebabkan oleh tekanan cairan yang berlebihan pada telinga bagian dalam. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aliran darah di telinga bagian dalam, sehingga mengurangi penumpukan tekanan.

Betahistine (Betahistine)
Golongan

Antihistamin

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui
Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Penyakit Meniere

  • Dewasa: Betahistine HCl: Awalnya, 8-16 mg tiga kali sehari. Dosis perawatan: 24-48 mg per hari. Sebagai betahistine mesilate: 6-12 mg tiga kali sehari.

Efek samping obat

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus segera mendapatkan penanganan medis. Efek samping yang umumnya terjadi pada pemakaian obat betahistine antara lain: mual, sakit kepala, kebingungan, kejang, ngantuk, halusinasi, hipotensi, nyeri, kembung, muntah, sesak napas. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada  dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Pheochromocytoma

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat betahistine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Efek terapi berkurang dengan antihistamin.
  • Dapat meningkatkan kadar serum dengan MAOI.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs. https://www.drugs.com/uk/betahistine-hydrochloride-16mg-tablets-leaflet.html
diakses pada 28 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/betahistine/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 28 Desember 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email