Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Betahistine (Alias: Betahistine)

Terakhir ditinjau oleh dr. Irene, M.Gizi pada 06 Feb 2019
Betahistine digunakan untuk mengobati penyakit meniere yang terjadi pada telinga bagian dalam
Betahistine digunakan untuk mengobati penyakit meniere yang disebabkan karena tekanan cairan yang berlebih pada telinga bagian dalam

Merk dagang yang beredar:

Vesitab, Vertikaf, Vertigosan, Versyl, Versilon, Vercure, Vastigo, Rotaver, Mertigo, Meristin, Merislon, Kurtigo, Histigo, Betaserc, Betahistine, Mesylate, Lexigo

Betahistine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit meniere, yang disebabkan oleh tekanan cairan yang berlebihan pada telinga bagian dalam. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aliran darah di telinga bagian dalam, sehingga mengurangi penumpukan tekanan.

Betahistine (Betahistine)
Golongan

Antihistamin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Penyakit Meniere

  • Dewasa: Betahistine HCl: Awalnya, 8-16 mg tiga kali sehari. Dosis perawatan: 24-48 mg per hari. Sebagai betahistine mesilate: 6-12 mg tiga kali sehari.

Aturan pakai Betahistine dengan benar

Baca petunjuk di kemasan dan ikuti perintah dari dokter sebelum menggunakan obat betahistine. Obat ini disarankan untuk dikonsumsi setelah makan. Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Konsumsi obat ini secara teratur dan jangan berhenti tiba-tiba jika sudah merasa sehat, konsumsi obat ini sesuai ketentuan dari dokter. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus segera mendapatkan penanganan medis. Efek samping yang umumnya terjadi pada pemakaian obat betahistine antara lain: mual, sakit kepala, kebingungan, kejang, ngantuk, halusinasi, hipotensi, nyeri, kembung, muntah, sesak napas. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada  dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati
  • Asma

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Pheochromocytoma

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat betahistine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Efek terapi berkurang dengan antihistamin.
  • Dapat meningkatkan kadar serum dengan MAOI.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/uk/betahistine-hydrochloride-16mg-tablets-leaflet.html
diakses pada 28 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/betahistine/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 28 Desember 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top