Berlimox Sirup Kering 125 mg/5 ml

15 Des 2020| Maria Yuniar
Berlimox sirup kering adalah obat untuk mengatasi infeksi pada kulit dan jaringan lunak, infeksi pernafasan, infeksi saluran cerna dan kencing nanah.

Deskripsi obat

Berlimox sirup kering adalah obat untuk mengatasi infeksi pada kulit dan jaringan lunak, infeksi pernafasan, infeksi saluran cerna dan kencing nanah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Berlimox sirup kering mengandung zat aktif amoksisilin. Amoksisilin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Obat ini adalah antibiotik tipe penisilin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berlimox Sirup Kering 125 mg/5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 14.000/botol per Maret 2020
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenBerlico Mulia Farma

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, Streptococcus dan E.coli.
  • Infeksi pernafasan yang disebabkan oleh bakteri H.influenzae, Streptococcus, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus, E.coli.
  • Infeksi saluran urogenital yang disebabkan oleh bakteri E.coli, P. mirabilis dan Streptococcus faecalis.
  • Kencing nanah (gonorea) yang disebabkan oleh bakteri N.gonorrhoeae.

Komposisi obat

Amoksisilin trihidrat setara dengan amoksisilin 125 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan 20 kg ke atas: 250-500 mg/8 jam.
  • Anak-anak dengan berat badan 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kgbb (dihitung dengan mengalikan berat badan).
  • Pasien yang menjalani cuci darah lewat perut (dialisis peritoneal): dosis maksimum 500 mg/hari.
  • Kondisi yang terjadi ketika uretra terinfeksi bakteri penyebab gonorea (gonococcal urethritis): 3 g sebagai dosis tunggal.

Anak-anak 8 kg ke atas sebaiknya diberikan sediaan sirup kering.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Reaksi alergi yang tergolong berat karena dapat mengancam nyawa penderitanya (anafilaksis).
  • Reaksi alergi seperti:
    • Ruam kemerahan pada kulit (makupapular eritematosa).
    • Biduran atau gatal-gatal (urtikaria).
    • Reaksi alergi terhadap suntikan serum (serum sickness).
  • Gangguan saluran pencernaan:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Diare.
    • Gangguan pada darah (hematologi).
  • Anemia.
  • Sakit kepala.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita radang selaput otak (meningitis) atau infeksi pada sendi.
  • Pada penggunaan jangka panjang perlu dilakukan pemantauan darah, fungsi ginjal dan hati.
  • Pada pasien gagal ginjal diperlukan pemantauan kadar plasma dan urin
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori B. Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap penisilin, sefalosporin atau imipenem.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenesid.
  • Allopurinol.
  • Kloramfenikol.
  • Makrolida.
  • Sulfonamid.
  • Tetrasiklin.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/berlimox/berlimox?type=brief&lang=id
Diakses pada 23 Maret 2020

Berlico Mulia Farma. http://berlico.co.id/product/berlimox-sirup-kering
Diakses pada 20 Maret 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/amoxil-amoxicillin-342473#0
Diakses pada 2 Juni 2020

Drugs. https://www.rxlist.com/amoxicillin-drug.htm#description
Diakses pada 2 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email