Barzepin Tablet

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (300 mg; 600 mg)
Produsen
Novell Pharmaceutical Laboratories
Barzepin tablet adalah obat untuk mengobati dan mencegah kejang parsial pada pasien yang mengalami kejang secara berulang (epilepsi). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Barzepin tablet mengandung zat aktif okskarbazepin.
  • Sebagai terapi tunggal atau terapi kombinasi yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kejang yang berdampak pada satu daerah otak (kejang parsial) pada pasien yang mengalami kejang secara berulang (epilepsi).

Obat ini juga dapat bekerja pada kalium dan kalsium di otak untuk menghentikan kejang. Okskarbazepin merupakan obat yang bekerja dengan mengurangi aktivitas listrik yang tidak normal di dalam otak, obat ini mampu memblokir saluran natrium untuk menghentikan kejang menyebar ke seluruh otak.

  • Barzepin tablet 300 mg: okskarbamazepin 300 mg.
  • Barzepin tablet 600 mg: okskarbamazepin 600 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 300 mg/hari.
  • Dosis pengobatan: 600-1200 mg/hari.
  • Dosis pemeliharaan: 900-3000 mg/hari.

Anak-anak 5 tahun ke bawah:

  • Dosis awal: 10 mg/kgBB/hari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap.
  • Dosis pemeliharaan: 30 mg/kgBB/hari.

Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Sakit kepala.
    Konsumsi air putih dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala masih berlanjut, segera hubungi dookter Anda.
  • Merasa sakit seperti mual, muntah, sakit perut, diare, atau kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah untuk mengonsumsi makanan sederhana. Hindari makan terlalu banyak dan hindari makanan pedas.
  • Perubahan mood seperti perasaan bingung atau tertekan, perasaan tidak stabil, sulit berkonsentrasi, pelupa, sensasi berputar (vertigo), ruam kulit, kerontokan rambut, penurunan kadar natrium, dan jerawat.
    Jika salah satu dari efek samping di atas menjadi semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Merasa pusing, kelelahan, dan penglihatan kabur.
    Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing, kelelahan, dan penglihatan kabur.
Ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Hindari penghentian secara mendadak.
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal berat.
  • Antikonvulsan lain seperti fenitoin dan fenobarbital.
    Okskarbazepin dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat di atas, sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya toksisitas.
  • Penghambat saluran kalsium.
    Oskarbazepin dapat menurunkan konsentrasi plasma obat penghambat saluran kalsium.
  • Karbamazepin, fenitoin, dan fenobarbital.
    Konsentrasi plasma oskarbazepin dapat mengalami penurunan jika dikonsumsi dengan fenobarbital, fenitoin, dan karbamazepin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/oxcarbazepine
Diakses pada 23 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/oxcarbazepine.html#:~:text=Oxcarbazepine%20is%20an%20anticonvulsant.,at%20least%204%20years%20old.
Diakses pada 23 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/oxcarbazepine-for-epilepsy-trileptal
Diakses pada 23 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1700-5005/oxcarbazepine-oral/oxcarbazepine-oral/details
Diakses pada 23 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601245.html
Diakses pada 23 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email