Bamgetol tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah kejang.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (200 mg)
Produsen Mersifarma TM

Bamgetol tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah kejang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Bamgetol tablet mengandung zat aktif karbamazepin.
Karbamazepin adalah obat yang mampu mengatasi kejang, nyeri saraf, dan mengatasi gangguan perubahan suasana hati (bipolar). Obat ini bekerja dengan menurunkan impuls saraf dan mengembalikan keseimbangan aktivitas saraf penyebab nyeri dan kejang sehingga meringankan kejang dan nyeri tersebut.

  • Mengobati dan mencegah kejang.
  • Meringankan nyeri kronis akibat gangguan saraf trigeminal (neuralgia trigeminal).
  • Mengatasi gangguan mental dengan gejala perubahan suasana hati atau perbuahan emosi secara drastis (bipolar).
  • Mengatasi gangguan pada saraf yang disebabkan karena penyakit kencing manis (diabetes melitus) yang biasanya ditandai dengan gejala nyeri, mati rasa, dan kesemutan (diabetik neuropati).

Karbamazepin 200 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Epilepsi:
      • Dosis awal: 100-200 mg sebanyak 1-2 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Nyeri pada diabetik neuropati: 200 mg sebanyak 2-4 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • Epilepsi: 10-20 mg/kg BB/hari.
    • Mania dan pencegahan mania depresif:
      • Dosis awal: 200-400 mg/hari dalam 2 dosis terbagi.
      • Dosis maksimal: 1200 mg/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Mulut kering.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Gangguan penglihatan.
  • Demam.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Gangguan pada darah.
  • Gangguan koordinasi otot yang disebabkan adanya masalah pada otak (ataksia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita depresi pada sumsum tulang.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin dan transilpromin.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskuler yang berat.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada ginjal atau hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita kelainan pada darah.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori D. Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma jika dikonsumsi dengan obat eritromisin, isoniazidum, verapamil, diltiazem, dekstropropoksipen, viloksazin, dan simetidin.
  • Mengurangi efektivitas aripiprazol.
  • Dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi dengan litium.
  • Mampu menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Dapat menurunkan efektivitas obat dari apiksaban, rivaroksaban, nifedipin, nimodipin, efavirens, etravirin, rilpivirin, dan ranolazin.

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bamgetol?type=brief&lang=id
Diakses pada 8 Juli 2020

https://reference.medscape.com/drug/tegretol-xr-equetro-carbamazepine-343005#5
Diakses pada 8 Juli 2020

https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/carbamazepine-oral-route/description/drg-20062739
Diakses pada 8 Juli 2020

https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1493-5/carbamazepine-oral/carbamazepine-oral/details
Diakses pada 8 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait