Baclofen

27 Apr 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Baclofen digunakan untuk mengatasi berbagai masalah otot, seperti nyeri, kaku, dan kejang

Baclofen digunakan untuk mengatasi berbagai masalah otot, seperti nyeri, kaku, dan kejang

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Lioresal

Deskripsi obat

Baclofen digunakan untuk mengatasi berbagai masalah otot, seperti nyeri otot, kaku, dan kejang. Selain itu, obat ini juga dapat mengobati penyakit sistem imun yang menyerang saraf otak dan tulang belakang (multiple sclerosis).

Baclofen termasuk dalam golongan pelemas otot atau agen antispasmodik yang bekerja pada sistem saraf pusat (SSP). Obat ini dapat membantu mengendurkan otot-otot tertentu di tubuh. Hal tersebut dapat meredakan kejang, kram, dan ketegangan otot yang disebabkan cedera tertentu pada tulang belakang.

Baclofen (Baklofen)
GolonganKelas terapi: Relaksan otot
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak usia di atas 12 tahun, dan lanjut usia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan baclofen adalah:

  • Sakit kepala
    Jika sakit kepala bertambah parah atau berlanjut, segera bicarakan dengan dokter Anda. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda.
  • Konstipasi (sembelit)
    Konsumsi makanan seimbang dan minum banyak air setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mual
  • Lemas atau kelelahan
  • Insomnia atau kesulitan tidur
  • Peningkatan frekuensi dan jumlah buang air kecil

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan baclofen pada kondisi:

  • Penyakit mental atau psikosis
  • Gangguan sistem saraf
  • Epilepsi atau gangguan kejang
  • Stroke
  • Kehamilan dan menyusui
  • Gangguan pembekuan darah
  • Penyakit ginjal

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan baclofen pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap baclofen
  • Kerusakan pada lapisan otot saluran pencernaan akibat aktivitas pepsin dan asam lambung berlebihan (ulkus peptikum)

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan baclofen pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mengantuk parah dan pernapasan lemah atau dangkal
  • Kebingungan
  • Halusinasi
  • Gatal
  • Kesemutan
  • Kedutan di tangan, lengan, kaki, atau tungkai
  • Demam
  • Kejang

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan baclofen dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Levodopa atau carbidopa
    Penggunaan bersama baclofen dapat meningkatkan efek samping, seperti mual, gangguan mental, halusinasi, dan perasaan marah atau gelisah tanpa sebab (agitasi).
  • Tizanidin, obat penekan sistem saraf pusat (SSP), analgesik, neuroleptik, barbiturat, benzodiazepin, dan ansiolitik
    Penggunaan bersama baclofen dapat meningkatkan risiko mengantuk (efek sedasi) dan gangguan pernapasan (depresi saluran pernapasan) yang berakibat kurangnya ketersediaan oksigen pada organ tubuh.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8615/baclofen-oral/details
Diakses pada 12 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8615/baclofen-oral/details
Diakses pada 12 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/baclofen.html
Diakses pada 12 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682530.html
Diakses pada 12 Maret 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/baclofen-oral-tablet#about
Diakses pada 12 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/baclofen-drug.htm
Diakses pada 12 Maret 2021

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/drug-baclofen/article_em.htm
Diakses pada 12 Maret 2021

Everday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/baclofen
Diakses pada 12 Maret 2021

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/baclofen/article.htm#what_are_the_uses_for_baclofen
Diakses pada 12 Maret 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/baclofen-oral-route/description/drg-20067995
Diakses pada 12 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email