Aztrin Sirup Kering 200 mg/5 ml

21 Des 2020| Maria Yuniar
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Aztrin sirup kering adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri

Deskripsi obat

Aztrin sirup kering berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi telinga, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta penyakit menular seksual. Obat ini Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Aztrin sirup kering mengandung zat aktif azithromycin. Zat aktif ini merupakan obat golongan makrolida yang mampu menekan pertumbuhan bakteri. Itu sebabnya, obat ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri.

Aztrin Sirup Kering 200 mg/5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaAzithromycin.
Kelas terapiAntibiotik.
Klasifikasi obatMakrolida.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 15 ml
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Azithromycin memiliki sifat bakterisidal yang dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab infeksi. Caranya adalah dengan menghalangi sintesis protein atau proses pembentukan protein pada dinding sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Makanan dapat menurunkan kadar plasma maksimum dan jumlah obat yang diserap, sehingga dapat menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi infeksi.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke seluruh tubuh dan dengan mudah menembus sel; tetapi tidak langsung masuk ke sistem saraf pusat (SSP).
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Sebagian besar dibuang melalui feses, setelah dibuang ke empedu. Kurang dari 10% dibuang melalui urine.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Pneumonia atau peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi.
  • Infeksi telinga.
  • Penyakit menular seksual.

Azithromycin akan mengobati infeksi Anda dengan menghentikan perkembangbiakan bakteri di dalam tubuh.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: azithromycin 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
    • Dosis alternatif: Dikonsumsi selama 5 hari, 500 mg pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan 250 mg pada hari kedua hingga kelima.
  • Anak-anak: 10 mg/kgBB/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
    • Dosis alternatif: Dikonsumsi selama 5 hari, 10 mg/kgBB/hari pada hari pertama, dilanjutkan dengan 5 mg/kgBB/hari pada hari kedua hingga kelima.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan minum banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung selama lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sakit perut.
  • Ruam kulit.
  • Gangguan pada saluran kemih.
  • Pusing hingga merasa seperti berputar (vertigo).
  • Kelelahan.
  • Perut kembung.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien penderita penyakit ginjal.
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam darah (hiperkalemia).

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap obat ini atau obat lain, seperti clarithromycin, erythromycin, dan telitromycin.
  • Pasien yang mengalami penyakit kuning atau gangguan pada hati karena penggunaan azithromycin.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati atau penyumbatan empedu (ikterus kolestatik) pada penggunaan antibiotik sebelumnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Quinidine, procainamide, dofetilide, amiodarone, sotalol, antriaritmia, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat menyebabkan detak jantung cepat (aritmia) dan jantung berhenti mendadak.
  • Digoxin, colchicine, dan ciclosporin.
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan (toksisitas).
  • Warfarin.
    Azithromycin dapat meningkatkan efektivitas warfarin dalam memperlambat proses pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Jantung berdebar cepat atau detak jantung tidak teratur.
  • Pusing.
  • Pingsan.
  • Ruam dengan atau tanpa disertai demam.
  • Gatal-gatal.
  • Sesak napas atau mengi.
  • Kesulitan menelan.
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah.
  • Suara serak.
  • Muntah atau mudah tersinggung saat menyusui (pada bayi berusia kurang dari 6 minggu).
  • Diare parah (tinja berair atau berdarah) yang dapat terjadi dengan atau tanpa demam dan kram perut. Gejala ini dapat terjadi hingga 2 bulan atau lebih setelah perawatan.
  • Menguningnya kulit atau mata.
  • Kelelahan ekstrim.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Kekurangan energi.
  • Kehilangan selera makan.
  • Nyeri di perut bagian kanan atas.
  • Gejala seperti flu.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kelemahan otot yang tidak biasa atau kesulitan mengontrol otot.
  • Mata merah dan bengkak.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/aztrin-aztrin%20ds/
Diakses pada 10 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 10 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 10 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 10 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#q-a
Diakses pada 10 Desember 2020

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/a/azithromycin/
Diakses pada 10 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email