Azomax sirup kering 15 ml adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu.
Azomax sirup kering 15 ml adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu.
Azomax sirup kering 15 ml adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu.
Azomax sirup kering 15 ml adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 135.675/botol (15 ml) per Desember 2019
Kemasan 1 botol @ 15 ml
Produsen Dexa medica

Azomax adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu. Obat ini merupakan golongan obat keras yang mengandung zat aktif azithromycin.

  • Mengobati infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu pada kondisi spesifik yang tertulis dibawah ini:
    • Infeksi saluran pernafasan atas seperti radang tenggorokan (faringitis), radang amandel (tonsilitis) streptococcal dan sinusitis bakterial akut.
    • Infeksi saluran pernafasan bawah seperti eksaserbasi akut dari paru-paru obstruksi kronis dan community acquired pneumonia yang disebabkan oleh streptococcus pneumonia atau haemophilus influanzae.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan oleh staphylococcus aureus, streptococcus pyogenes atau streptococcus agalactiae. Abses pada umum memerlukan suatu bedah drainase.

Azithromycin dihydrate coated setara azithromycin 200 mg.

  • Anak-anak:
    • Dosis total 30 mg/kg BB sebaiknya 1 kali/hari, atau sebagai alternatif selama 5 hari 10 mg/kg BB pada hari pertama dan 5 mg/kg BB pada hari ke-2 sampai ke-5.
    • Anak-anak 6 bulan ke bawah:
      • Regimen 3 hari:
        • Berat badan 15-25 kg: 200 mg (5 ml)/hari pada hari 1-3.
        • Berat badan 26-35 kg: 300 mg (7,5 ml)/hari pada hari 1-3.
        • Berat badan 36-45 kg: 400 mg (10 ml)/hari pada hari 1-3.
      • Regimen 5 hari:
        • Berat badan 15-25 kg: 200 mg (5 ml)/hari pada hari pertama lalu 100 mg (2,5 ml) pada hari 2-5.
        • Berat badan 26-35 kg: 300 mg (7,5 ml)/hari pada hari pertama lalu 150 mg (3,75 ml) pada hari 2-5.
        • Berat badan 36-45 Kg: 400 mg (10 ml)/hari pada hari pertama lalu 200 mg (5 ml) pada hari 2-5.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk pelarutan, tambahkan 8 ml air, kocok hingga membentuk suspensi.

  • Diare
  • Mual
  • Nyeri abdomen
  • Kardiovaskular:
    • Sensasi ketika jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi).
    • Nyeri dada.
  • Gastrointestinal:
    • Sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap (dispepsia).
    • Buang angin (flatulensi).
    • Muntah.
    • Melena.
    • Cholestatic jaundice.
  • Sistem saraf:
    • Pusing.
    • Sakit kepala.
    • Kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
    • Kesadaran menurun (somnolence).
    • Kelelahan
  • Alergi:
    • Ruam.
    • Fotosensitivitas.
    • Pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi (angioedema).

Pasien dengan hipersensitivitas terhadap azithromycin, erythromycin atau antibiotik makrolid lainnya.

  • Reaksi hipersensitvitas.
  • Reaksi alergi yang serius, namun jarang seperti angioedema, anafilaksi dan reaksi dermatologi seperti Stevens-johnson syndrome dan toxic epidermal necrolysis.
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Pasien gangguan hati
  • Pasien pneumonia.
  • Pasien dengan terapi derivat ergot.
  • Pasien yang mengalami perpanjangan interval QT
  • Antasida.
  • Cyclosporin.
  • Atorvastatin.
  • Carbamazepine.
  • Cetirizine.
  • Warfarin.
  • Methylprednisolone.
  • Zidovudine.
  • Theophylline.
  • Co-trimoxazole.
  • Sildenafil.
  • Digoxin.
  • Ergot.
  • Cimetidine.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait