Azomax Sirup Kering 15 ml

13 Des 2019| Anita Djie
Azomax sirup kering 15 ml adalah obat yang berguna untuk infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh strain yang sensitif terhadap mikroorganisme tertentu.

Deskripsi obat

Azomax sirup kering adalah obat untuk mengatasi infeksi ringan hingga sedang seperti infeksi saluran pernapasan , radang amandel, dan infeksi kulit. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Azomax sirup kering mengandung zat aktif azitromisin.

Azomax Sirup Kering 15 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 135.675/botol per Desember 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaAzitromisin.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatMakrolida.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 15 ml
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Azitromisin adalah obat yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri, azitromisin antibiotik golongan makrolida yang dapat menghambat unit ribosom 50-an dan mencegah translokasi rantai peptida. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azitromisin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 37%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan sputum. Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Pengikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu (50%, sebagai obat tidak berubah); urin (6-14%, sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi terminal sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati infeksi ringan hingga sedang yang disebabkan oleh jenis mikroorganisme tertentu pada kondisi spesifik yang tertulis dibawah ini:

  • Infeksi saluran pernafasan atas seperti radang tenggorokan (faringitis), radang amandel (tonsilitis) Streptococcal dan sinusitis bakterial akut.
  • Infeksi saluran pernafasan bawah seperti eksaserbasi akut dari paru-paru obstruksi kronis dan community acquired pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia atau Haemophilus influanzae.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes atau Streptococcus agalactiae. Abses pada umum memerlukan suatu bedah drainase.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: azitromisin 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak 6 bulan ke bawah:

  • Regimen 3 hari:
    • Berat badan 15-25 kg: 5 ml/hari pada hari 1-3.
    • Berat badan 26-35 kg: 7,5 ml/hari pada hari 1-3.
    • Berat badan 36-45 kg: 10 ml/hari pada hari 1-3.
  • Regimen 5 hari:
    • Berat badan 15-25 kg: 5 ml/hari pada hari pertama lalu 2,5 ml pada hari 2-5.
    • Berat badan 26-35 kg: 7,5 ml/hari pada hari pertama lalu 3,75 ml pada hari 2-5.
    • Berat badan 36-45 Kg: 10 ml/hari pada hari pertama lalu 5 ml pada hari 2-5.

Aturan pakai obat

  • Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk pelarutan, tambahkan 8 ml air, kocok hingga membentuk suspensi.
  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan konsumsi banyak air dan minta rekomendasi apoteker untuk obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala masih berlangsung selama lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing atau lelah.
    Jika Anda merasa pusing ketika berdiri, cobalah untuk bangun dengan sangat lambat atau tetaplah duduk hingga merasa kondisi Anda jauh lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, konsumsi sedikit demi sedikit air ketika sedang merasa sakit. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urin berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Mual.
    Tetaplah mengonsumsi makanan yang sederhana dan jangan konsumsi makanan terlalu banyak atau konsumsi makanan pedas.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Makanlah ketika merasa lapar, makanlah dalam porsi kecil dan lebi serin dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Konsumsi makanan ringan yang bergizi dengan kandungan yang tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Gangguan pengecapan rasa.
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium yang rendah dalam darah (hipomagnesia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan lamanya waktu perpanjangan interval QT.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah.
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardia).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pada penggunaan jangka panjang.
  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sel induk hematopoietik.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung yang berat.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi derivat ergot.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, antriaritmia, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azitromisin dan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko interval QT yang berkepanjangan.
  • Warfarin.
    Aziitromisin dapat meningkatkan efek antikoagulan sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Digoksin, kolkisin, dan siklosporin.
    Azitromisin dapat meningkatkan kadar obat di atas sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran sementara, atau Anda merasa tidak stabil pada kaki Anda (vertigo), dan sakit parah di perut atau punggung Anda bisa menjadi tanda peringatan peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Jika Anda mengalami diare dengan atau tanpa disertai kram otot yang mengandung darah atau lendir, jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari, segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Jika Anda mengalami nyeri dada atau detak jantung yang lebih cepat atau tidak teratur, kulit menajdi berwarna kuning atau bagian putih mata Anda menjadi menguning, kotoran pucat dengan urin berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 21 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/
Diakses pada 21 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 21 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic
Diakses pada 21 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 21 Agustus 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview
Diakses pada 21 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

6 Jenis Infeksi Kulit Ini Perlu Anda Waspadai

Infeksi kulit biasanya disebabkan oleh bakteri. Jenis infeksi kulit dapat berupa MRSA, selulitis, impetigo, dan herpes. Simak penjabaran jenis-jenis infeksi kulit tersebut.
22 Feb 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
6 Jenis Infeksi Kulit Ini Perlu Anda Waspadai

11 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul

Penyakit kulit pada bayi bisa terjadi karena sistem imun bayi belum berkembang dengan sempurna. Penyakit kulit pada bayi dapat muncul berupa eksim hingga cacar.
02 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
11 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul

12 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Ruam kulit adalah infeksi jamur atau bakteri yang mengakibatkan kulit merah dan gatal. Kondisi ini dapat diatasi dengan pelembap, krim, atau salep antijamur.
18 Jun 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
12 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya