Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Azithromycin (Alias: Azitromisin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Azithromycin berfungsi untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri
Azithromycin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Azomax, Aztrin/Aztrin DS, Mezatrin 250, Zarom, Zifin, Zithrax, Zithromax, Zitrolir, ZycinAmpicillin

Azithromycin bermanfaat untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri di bagian tubuh yang berbeda.

Azithromycin termasuk golongan antibiotik jenis makrolida. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhannya. Tetapi, untuk penyakit flu dan pilek obat ini tidak akan berfungsi.

Azithromycin (Azitromisin)
Golongan

Antibiotik makrolida

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul, bubuk, suntik, tetes mata

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Suntik
Pneumonia 

  • Dewasa: 500 mg sebagai dosis tunggal IV setiap hari selama minimal 2 hari diikuti dengan dosis harian oral tunggal 500 mg untuk menyelesaikan 7-10 hari terapi.

Infeksi saluran pernafasan

  • Dewasa: 500 mg satu kali sehari selama 3 hari. Atau, 500 mg sebagai dosis tunggal pada hari pertama dilanjutkan oleh 250 mg diminum satu kali sehari selama 4 hari.
  • Anak: umur lebih dari 6 bln 10 mg/kg, 15-25 kg: 200 mg, 26-35 kg: 300 mg, 36-45 kg: 400 mg. Semua dosis harus diminum sekali sehari selama 3 hari.

Infeksi genital karena chlamydia

  • Dewasa: 1 g sebagai dosis tunggal.

Tablet
Gonore 

  • Dewasa: 2 g sebagai dosis tunggal.

Granuloma inguinale

  • Dewasa: Awalnya, 1 g dilanjutkan dengan 500 mg setiap hari. Atau, 1 g sekali seminggu setidaknya selama 3 minggu, sampai semua lesi benar-benar sembuh.

Tetes mata
Bacterial conjunctivitis 

  • Dewasa: teteskan 2 kali sehari 1 tetes pada mata yang terinfeksi, selama 2 hari, kemudian satu kali sehari selama 5 hari berikutnya.

Aturan pakai Azithromycin dengan benar

Baca petunjuk sebelum menggunakannya atau minum obat ini sesuai anjuran dari dokter. Jangan meminum obat ini melebihi saran dari dokter.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan makan atau tanpa makanan. Jika sakit perut terjadi minum obat ini dengan makanan. Dosis diberikan sesuai anjuran dokter.

Minum obat hingga selesai sesuai anjuran dokter jangan berhenti jika bakteri sudah menghilang. Bakteri akan bertumbuh kembali jika konsumsi obat tidak sampai habis, atau tidak sesuai anjuran dokter.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh tenaga medis.

Penggunaan azithromycin akan menimbul efek samping seperti: perut sakit, diare, mual, muntah, diare, sakit kepala. Jika efek samping ini semakin memburuk, konsultasi langsung ke dokter Anda.

Cari bantuan medis jika terjadi efek samping seperti detak jantung yang tidak teratur, pingsan, pusing berat.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Riwayat penyakit kuning/disfungsi hati
  • Hipersensitivitas terhadap azitromisin, eritromisin, antibiotik macrolide.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap berkonsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Azithromycin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat membuat meningkatnya efektivitas serum digoxin, ciclosporin, terfenadine, hexobarbital dan phenytoin.
  • Berkurangnya tingkat absorpsi dengan antasid yang mengandung aluminium dan magnesium.
  • Dapat menimbulkan risiko toksisitas ergot.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/azithromycin-oral-route/description/drg-20072362
Diakses pada 18 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin
Diakses pada 18 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 18 Oktober 2018

Back to Top