Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Azathioprine (Alias: Azatioprin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Azathioprine bekerja untuk menekan reaksi imunitas saat transplantasi organ
Azathioprine bekerja dengan melemahkan sistem kelemahan tubuh

Merk dagang yang beredar:

Imuran

Azathioprine adalah obat yang digunakan untuk mencegah penolakan organ pada orang yang telah menjalani transplantasi ginjal. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis.

Azathioprine bekerja melemahkan sistem kelemahan tubuh untuk membantu tubuh Anda menerima ginjal baru dan mencegah kerusakan pada sendi anda.

Azathioprine (Azatioprin)
Golongan

Obat immunosupresan

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet dan suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena
Homotransplantasi ginjal

  • Dewasa: Awalnya, 3-5 mg/kg satu kali sehari sebagai dosis pertama dimulai pada hari transplantasi, dapat diberikan 1-3 hari sebelum transplantasi. Perawatan: 1-3 mg/kg setiap hari. Dapat diganti ke dosis oral segera setelah diperbolehkan.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa

Radang sendi Rheumatoid

  • Dewasa: Awalnya, 1 mg/kg satu kali sehari dalam 1-2 dosis terbagi untuk 6-8 minggu, dapat ditingkatkan hingga 0,5 mg/kg selama 4 minggu sampai direspon atau hingga 2,5 mg / kg setiap hari. Perawatan: Kurangi dosis 0,5 mg/kg selama 4 minggu untuk mencapai dosis efektif terendah.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Profilaksis penolakan dalam transplantasi organ dan jaringan

  • Dewasa: Dosis 1-5 mg/kg dikonsumsi setiap hari. Sesuaikan dengan respon klinis dan toleransi hematologis.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Tablet
Rheumatoid arthritis

  • Dewasa: Awalnya dosis, 1 mg/kg sehari dalam 1-2 dosis terbagi untuk 6-8 minggu, dapat ditingkatkan hingga 0,5 mg/kg selama 4 minggu sampai direspon atau hingga 2,5 mg/kg setiap hari. Perawatan: Kurangi dosis 0,5 mg/kg selama 4 minggu untuk mencapai dosis efektif terendah.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Profilaksis penolakan dalam transplantasi organ dan jaringan

  • Dewasa: Dosis 1-5 mg/kg setiap hari. Sesuaikan dengan respon klinis dan toleransi hematologis.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa

Oral
Penyakit-penyakit autoimun

  • Dewasa: 1-3 mg/kg setiap hari. Hentikan pengobatan jika tidak ada perbaikan setelah 3-6 bulan.
  • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.

Homotransplantasi ginjal

  • Dewasa: Awalnya dosis, 3-5 mg/kg perhari sebagai dosis pertama dilakukan pada hari transplantasi, dapat diberikan 1-3 hari sebelum transplantasi dalam beberapa kasus. Perawatan: 1-3 mg/kg setiap hari.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Aturan pakai Azathioprine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Azathioprine sebelum mengonsumsi.

Obat ini dikonsumsi dengan makan. Biasanya dikonsumsi sekali atau dua kali sehari. Dosis diberikan sesuai medis.

Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan lebih lama dari yang disarankan dokter karena akan meningkatkan risiko efek samping.

Gunakan obat ini secara teratur. Beri tahu dokter jika keadaan semakin memburuk.

Efek Samping

Setiap obat memiliki efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang sering terjadi akibat penggunaan Azathioprine antara lain mual, muntah, kerontokan rambut. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Penyakit hati
  • Sakit perut parah
  • Urine gelap

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada tenaga kesehatan Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Kanker

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Riwayat pengobatan menggunakan alkilasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Mengonsumsi obat Azathioprine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat berkurangnya efek antikoagulan jika mengonsumsi warfarin.
  • Dapat menyebabkan berkurangnya blokade neuromuskular oleh agen non-depolarisasi (misalnya tubocurarine).
  • Menyebabkan meningkatnya risiko infeksi dengan perangkat intra-uterus dan vaksin hidup.

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/azathioprine-oral-route/description/drg-20067180
Diakses pada 16 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/azathioprine
Diakses pada 16 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13771/azathioprine-oral/details
Diakses pada 16 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top