Axofen suspensi 60 ml obat yang digunakan untuk menurunkan deman dan meringankan rasa nyeri.
Axofen suspensi 60 ml obat yang digunakan untuk menurunkan deman dan meringankan rasa nyeri.
Axofen suspensi 60 ml obat yang digunakan untuk menurunkan deman dan meringankan rasa nyeri.
Axofen suspensi 60 ml obat yang digunakan untuk menurunkan deman dan meringankan rasa nyeri.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 20.625/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Sampharindo Perdana

Axofen adalah obat yang digunakan untuk menurunkan deman dan meringankan rasa nyeri. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas. Axofen mengandung ibuprofen sebagai zat aktifnya.

Menurunkan demam pada anak-anak dan meringankan nyeri ringan sampai sedang pada nyeri haid, nyeri sakit gigi, sakit kepala.

Tiap 5 ml: Ibuprofen 100 mg

  • Dewasa:
    • Meringankan nyeri ringan dan sedang: 2 sendok takar (200 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak:
    • Meringankan nyeri ringan dan sedang:
      • 1-2 tahun: ½ sendok takar (50 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
      • 3-7 tahun: 1 sendok takar (100 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
      • 8-12 tahun: 2 sendok takar (200 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
    • Menurunkan demam pada anak:
      • Dosis yang direkomendasikan: 20 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi
        • 1-2 tahun: ½ sendok takar (50 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
        • 3-7 tahun: 1 sendok takar (100 mg) sebanyak 3-4 kali/hari
        • 8-12 tahun: 2 sendok takar (200 mg) sebanyak 3-4 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Gangguan pencernaan, termasuk mual, muntah, diare, konstipasi dan nyeri lambung
  • Ruam kulit.
  • Penyempitan bronkus (bronkospasme).
  • penurunan sel pembeku darah (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel limfosit (limfopenia)
  • Reaksi hipersensitifitas.
  • Gangguan kardiovaskuler: edema.
  • Dapat terjadi penurunan ketajaman penglihatan serta kesulitan membedakan warna.
  • Penderita dengan ulkus peptikum (tukak lambung dan duodenum) yang berat dan aktif
  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi non streoid yang lain
  • Penderita dimana bila menggunakan asentrisal atau obat anti inflamsi lainnya akan timbul gejala asma, rhinitis atau urtikaria.
  • Kehamilan trimester ketiga
  • Anak-anak 1 tahun ke bawah.
  • Riwayat penyakit saluran cerna bagian atas (ulkus peptik)
  • Gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal
  • Gagal jantung, hipertensi dan penyakit-penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh
  • Gangguan pembekuan darah
  • Pasien asma.
  • Pasien lupus eritematosus sistematik
  • Wanita hamil trimester pertama dan kedua serta wanita menyusui.
  • Antiinflamasi non steroid
  • Antikoagulan
  • Lithium.
  • Asetosal atau obat lain yang mengandung ibuprofen.
  • Aminoglikosida.

Sesuai kemasan per November 2019

Artikel Terkait