Avelox tablet 400 mg

03 Jul 2020| Maria Yuniar
Avelox tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri.

Deskripsi obat

Avelox tablet adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Avelox tablet mengandung zat aktif moksifloksasin. Moksifloksasin dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri, seperti infeksi pada kulit, sinus, paru-paru atau perut. Moxifloksasin bekerja dengan berikatan dengan dan menghambat enzim bakteri DNA gyrase (topoisomerase II) dan topoisomerase IV, sehingga mengakibatkan penghambatan replikasi dan perbaikan DNA yang menyebabkan kematian sel pada spesies bakteri yang sensitif.

Avelox tablet 400 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 387.500/strip (5 tablet) per Juli 2019
Kemasan1 box isi 1 strip @ 5 tablet (400 mg)
ProdusenBayer Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.
  • Mengatasi infeksi paru-paru dari lingkungan (community-acquired pneumonia).
  • Mengobati peradangan pada sinus (sinusitis) karena tersumbat bakteri akut.
  • Mengatasi infeksi kulit dan struktur kulit.
  • Mengatasi peradangan pada panggul dengan  radang bernanah yang terjadi pada ovarium dan atau tuba fallopii pada satu sisi ataukedua sisi adneksa (abses tubo-ovarium) atau panggul pelvis.

Komposisi obat

Moksifloksasin 400 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

400 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan makanan, tablet ditelan secara utuh dan dilanjutkan minum air yang cukup.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
  • Peradang pada mulut.
  • Peradangan pada lidah.
  • Buang angin.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Jantung berdetak tidak teratur.
  • Nyeri dada.
  • Perubahan tekanan darah.
  • Sesak napas.
  • Perasaan cemas.
  • Berkeringat.
  • Mual.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penyakit kurang darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya (anemia hemolitik).
  • Kejang.
  • Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh (trombositopenia).

Perhatian Khusus

  • Peningkatan risiko peradangan pada urat dan cedera pada urat terutama pada pasien 60 tahun ke atas.
  • Pasien yang mengonsumsi obat yang mengandung steroid.
  • Pasien yang melakukan transplantasi ginjal, jantung atau paru-paru.
  • Pasien penderita irama detak jantung tidak normal, termasuk
  • Kekurangan aliran darah pada otot jantung.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang memiliki masalah pada tendon, tulang, dan sendi.
  • Pasien yang mengalami masalah sirkulasi darah.
  • Pasien penderita jantung dan tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang mengalami kejang atau epilepsi.
  • Pasien penderita cedera kepala atau tumor otak.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia).
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini atau kuinolon lainnya.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat.
  • Pasien dengan irama detak jantung yang tidak normal.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami kadar elektrolit (ion-ion) pada tubuh tidak seimbang.
  • Pasien 18 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan riwayat penyakit asam urat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Jika dikonsumsi bersamaan dengan antasida seperti aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan sukralfat, mineral, dan multivitamin dapat menyebabkan gangguan penyerapan (absorpsi).
  • Kortikosteroid.
  • Obat penghambat pembekuan darah seperti warfarin.
  • Diospiramid.
  • Ibutilid.
  • Indapamid.
  • Pentamidin.
  • Promizid.
  • Prokainamid.
  • Kuinidin.
  • Sotalol.

Sesuai kemasan per Juli 2019.

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/moksifloksasin
Diakses pada 10 Juli 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/avelox-moxifloxacin-systemic-moxifloxacin-342537#0
Diakses pada 10 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/moxifloxacin.html
Diakses pada 2 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17874/moxifloxacin-oral/details
Diakses pada 2 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email