Atropin adalah obat tetes mata yang dapat melebarkan pupil mata dan mengobati amblyopia
Atropin bekerja melebarkan pupil mata dan mengobati amblyopia.

Cycloma Isotic.

Atropin merupakan obat tetes mata yang digunakan untuk melebarkan pupil sebelum pemeriksaan mata. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kondisi mata seperti amblyopia (mata malas).

Tetes mata atropin bekerja dengan memblokir asetilkolin kimia, yang melemaskan otot siliaris mata dan menyebabkan pupil melebar.

Atropine (Atropin)
Golongan

Obat antimuskarinik

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tetes mata

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Tetes Mata
Pemeriksaan Refraksi

  • Dewasa: Teteskan 1 tetes larutan 1% selama 1-2 hari sebelum tindakan, atau pada dosis selanjutnya diberikan 1 jam sebelum tindakan.
  • Anak: teteskan 1 atau 2 tetes larutan 0,5% (atau 1 tetes larutan 1%) selama 1-3 hari sebelum tindakan, dengan dosis selanjutnya diberikan 1 jam sebelum tindakan.

Peradangan Gangguan Mata

  • Dewasa: Teteskan 1-2 tetes larutan 0,5-1% hingga 4 kali sehari.
  • Anak: Teteskan 1-2 tetes larutan 0,5% (atau 1 tetes larutan 1%) tiga kali sehari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Atropin sebelum mengonsumsi.

Obat ini diteteskan ke mata, jadi cuci tangan sebelum dan sesudah meneteskan obat. Saat meneteskan, jangan sentuh bagian ujung pipet dan ujung pipet tidak boleh menyentuh mata.

Untuk memakai obat ini, miringkan kepala Anda ke belakang, lihat ke atas dan tarik ke bawah kelopak mata Anda. Teteskan di atas mata lalu lihat ke bawah dan tutup mata sejenak selama 1-2 menit. Disarankan untuk tidak berkedip dan tidak mengucek mata. Obat ini biasanya digunakan 2-4 kali sehari atau sesuai yang dianjurkan dokter.

Beritahu dokter jika keadaan semakin memburuk atau tidak membaik.

Setiap obat memiliki efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani secara medis.

Obat Atropin dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: kemerahan pada mata, iritasi mata, dan penglihatan kabur. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius seperti:

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mengalami efek samping lainnya yang bereda, konsultasikan langsung kepada dokter Anda.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Glaukoma
  • Penyakit pernafasan kronis
  • Sindrom sinus aktif
  • Gagal jantung

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penggunaan obat Atropin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi. Berikut adalah beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi:

  • Obat antiaritmia, anthi stamin, antipasmodik, dan antikolinergik. Obat-obatan tersebut akan menyebabkan interaksi jika dipakai bersamaan. Sebelum mengonsumsinya, beritahu dokter terlebih dahulu.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/atropine-sulfate-ophthalmic-route/description/drg-20313091
Diakses pada 16 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/atropine
Diakses pada 16 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8614-99/atropine-ophthalmic-eye/atropine-sulfate-ophthalmic/details
Diakses pada 16 Oktober 2018

Artikel Terkait