Atropine

13 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Atropine digunakan untuk mengatasi lambatnya denyut jantung dan melebarkan pupil mata

Atropine digunakan untuk mengatasi lambatnya denyut jantung dan melebarkan pupil mata

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Cendro Tropine, Cycloma Isotic

Deskripsi obat

Atropine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi sejumlah kondisi seperti denyut jantung yang lambat (bradikardia), mengurangi sekresi bronkus, serta melebarkan pupil mata dan mengurangi lendir di saluran napas selama operasi. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri akibat pembengkakan dan peradangan pada mata.

Kegunaan lain obat ini, yaitu mengobati kejang di perut, usus, kandung kemih, atau organ lain, serta mengatasi jenis keracunan tertentu seperti keracunan insektisida.

Obat ini termasuk dalam golongan antikolinergik dan muskarinik.

Atropine (Atropin)
Golongan

Kelas terapi: Antikolinergik dan antispasmodik Klasifikasi obat: Alkaloid belladona

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, obat tetes mata, injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

 

Injeksi intravena atau intramuskular

Denyut jantung lambat (bradikardia)

  • Dewasa: 0,5 mg setiap 3-5 menit. Dosis maksimal: 3 mg.
  • Anak-anak: 0,02 mg/kgBB, diberikan setiap 5 menit. Dosis maksimal: 0,5 mg/dosis.

Keracunan insektisida (jenis organofosfat)

  • Keracunan ringan pada dewasa
    • Dosis awal: 1-2 mg, diberikan secara intravena setiap 5-60 menit  
    • Dosis lanjutan: 2 mg diberikan secara intravena atau intramuskular setiap 5-60 menit hingga efek racun menghilang. 
  • Keracunan berat pada dewasa: 1-2 mg, diberikan secara intravena setiap 5 menit  hingga gejala keracunan menghilang.
  • Anak-anak dan balita: 0,05-0,1 mg/kgBB, diberikan secara intravena atau intramuskular setiap 5-10 menit hingga efek racun menghilang

Obat tetes mata

Peradangan mata bagian tengah (uveitis anterior)

  • Dewasa: 1-2 tetes larutan atropin 1% sebanyak 4 kali/hari
  • Anak-anak: 1 tetes larutan atropin 1% sebanyak 3/hari

Sebelum pemeriksaan mata

  • Dewasa: 1-2 tetes larutan atropin 1% pada konjungtiva 40-60 menit sebelum pemeriksaan. Dapat diulang jika diperlukan.
  • Anak-anak: 1 tetes larutan atropin 1% ke setiap mata 2kali/hari selama 1-3 hari sebelum pemeriksaan. 

Salep mata

Sebelum pemeriksaan mata

  • Dewasa: 0,3-0,5 cm dioleskan ke dalam kantung konjungtiva sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak: 0,3 cm dioleskan ke dalam kantung konjungtiva hingga 3 kali/hari selama 1-3 hari sebelum pemeriksaan. 

Oral

Peradangan pada kantong kecil di saluran cerna (divertikulitis) dan iritasi saluran cerna atau irritable bowel syndrome (IBS)

  • Dewasa: 0,6-1,2 mg sebelum tidur sebagai dosis tunggal

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan atropine sebelum penggunaan.

  • Oral: Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • Obat tetes mata: Teteskan pada mata sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter
  • Injeksi: Dilakukan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Atropine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala bertambah parah dan berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Pusing
  • Mata kering
  • Penglihatan kabur
  • Mengantuk

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Alergi terhadap atropine
  • Gagal jantung
  • Diare
  • Kelenjar tiroid yang tidak terlalu aktif (hipotiroidisme)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

 

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Berdebar-debar di dada
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Penglihatan kabur
  • Sakit mata atau seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Kesulitan menelan
  • Merasa gelisah atau bersemangat
  • Tremor, masalah dengan keseimbangan, atau gerakan otot
  • Peningkatan rasa haus
  • Kulit panas dan kering
  • Kelelahan
  • Ruam kulit yang parah

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan atropinejika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Asma atau gangguan pernapasan lainnya
  • Tekanan pada bola mata (glaukoma)
  • Pembesaran prostat
  • Masalah buang air kecil
  • Gangguan irama jantung
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Lemahnya otot tubuh akibat gangguan otot dan saraf (myasthenia gravis)
  • Penyumbatan di saluran pencernaan (perut atau usus)
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Menyusui jika diberikan secara injeksi intravena

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi atropine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Ipratropium, diphenhydramine, hydromorphone, haloperidol, dan promethazine
    Penggunaan atropine bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan efek samping, seperti kantuk, penglihatan kabur, mulut kering, kemerahan, penurunan keringat, kesulitan buang air kecil, kram perut, sembelit, detak jantung cepat, kebingungan, masalah memori, dan tekanan pada bola mata (glaukoma).

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/singapore/drug/info/atropine?mtype=generic
Diakses pada 23 Agustus 2022
 
Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/atropine.html
Diakses pada 23 Agustus 2022
 
Michigan Medicine. https://www.mottchildren.org/health-library/d00174a1
Diakses pada 23 Agustus 2022
 
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/atropine#drug-warnings
Diakses pada 23 Agustus 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email