Atrodar Kapsul 50 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Atrodar kapsul adalah obat untuk meredakan gejala peradangan pada sendi (osteoarthritis).

Deskripsi obat

Atrodar kapsul adalah obat untuk terapi jangka panjang dalam meredakan gejala pada peradangan sendi (osteoarthritis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Artoflam kapsul mengandung zat aktif diaserein.

Atrodar Kapsul 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDiaserein.
Kelas terapiAntikonvulsan dan ansiolitik.
Klasifikasi obatBenzodiazepin.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (50 mg)
ProdusenCombiphar

Informasi zat aktif

Diaserein adalah turunan antrakuinon yang dapat mengatasi peradangan sendi (osteoartritis). Obat ini bekerja melalui penghambatan interleukin-1β.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, siprofloksasin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Ketersediaan hayati sekitar 50-60%. Seluruhkan diubah menjadi metabolit aktif yaitu rhein.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 15-60 L.
  • Metabolisme: Ikatan protein plasma sekitar 99%. Seluruhnya dikonversi menjadi rhein melalui deasetilasi ganda sebelum mencapai sirkulasi sistemik. Kemudian rhein dimetabolisme lebih lanjut menjadi rhein glukoronida dan rhein sulfat..
  • Ekskresi: Diekskresi 37% dalam bentuk urin dan 53% dalam bentuk feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi jangka panjang dalam meredakan gejala pada peradangan sendi (osteoarthritis).

Diaserein bekerja dengan menghalangi aksi interleukin-1 beta, protein yang terlibat dalam peradangan dan penghancuran tulang rawan yang berperan dalam pengembangan gejala penyakit sendi degeneratif seperti osteoartritis.

Komposisi obat

Diaserein 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 50 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Diare.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Mual dan muntah.
  • Urin berwarna kuning pekat.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata menjadi berwarna kekuningan.
  • Sakit perut.

Perhatian Khusus

Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap turunan antrakuinon.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan antasida.
      Diaserein dapat menurunkan penyerapan dari aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan antasida.
    • Obat pencahar dan antibiotik seperti amoksisilin.
      Diaserein dapat meningkatkan risiko terjadinya diare jika dikonsumsi dengan obat pencahar dan antibiotik.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diacerein Diakses pada 5 Agustus 2020 Practo. https://www.practo.com/medicine-info/diacerein-83-api Diakses pada 5 Agustus 2020 Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB11994 Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email