Atozet Tablet

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 643.940/box per September 2020
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10/10 mg; 10/20 mg; 10/40 mg; 10/80 mg)
Produsen
Merck Sharp & Dohme
Atozet tablet adalah obat untuk menurunkan kolesterol jahat sepertikolesterol total (total-C), Low Density Lipoprotein (LDL), apolipoprotein B (Apo B), trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Atozet tablet mengandung zat aktif ezetimib dan atorvastatin.
  • Tambahan terapi untuk diet dan menurunkan kadar kolesterol total (total-C), Low Density Lipoprotein (LDL), apolipoprotein B (Apo B), dan trigliserida pada hiperkolesterolemia primer atau hiperlipidemia campuran.
  • Menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan risiko menjalani operasi.

Atozet bekerja dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus kecil dan dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat di hati. Atozet mengurangi peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL.

  • Atozet tablet 10/10 mg: ezetimib 10 mg dan atorvastatin 10 mg.
  • Atozet tablet 10/20 mg: ezetimib 10 mg dan atorvastatin 20 mg.
  • Atozet tablet 10/40 mg: ezetimib 10 mg dan atorvastatin 40 mg.
  • Atozet tablet 10/80 mg: ezetimib 10 mg dan atorvastatin 80 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Hiperkolesterolemia primer:
    - Dosis awal: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari pada dosis 10/10 mg- 10/40 mg.
  • Pasien yang membutuhkan pengurangan LDL-C lebih besar atau sebanyak 55% ke atas: dimulai dengan pemberian 10/40 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Hiperkolesterolemia familial homozigot: 10/40 mg atau 10/80 mg sebanyak 1 kali/hari, dapat digunakan sebagai terapi kombinasi dengan obat penurun lipid lainnya.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Diare.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi seperti kencing lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter. Bicaralah dengan dokter jika diare berlangsung lebih dari seminggu.
  • Kelelahan.
    Cobalah untuk rileks jika memungkinkan dan hindari olahraga yang intens untuk melihat apakah itu membantu. Jika gejala ini tidak hilang setelah 1 hingga 2 minggu, tanyakan kepada apoteker atau dokter untuk nasihat.
  • Sakit perut.
    Coba istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit jika Anda membutuhkannya. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah. Jika sakit kepala berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan angin seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang. Mungkin juga membantu untuk makan lebih sedikit dan lebih sering, makan dan minum perlahan, dan berolahraga secara teratur.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah segar dan sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Penglihatan kabur.
  • Disfungsi seksual.
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Nyeri dada.
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Kerusakan jaringan otot rangka (rhabdomyolysis) parah dengan gagal ginjal akut.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati akut atau peningkatan serum transaminase tanpa diketahui penyebab yang jelas.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang terapi dengan asam fusidat.
  • Penggunaan bersama fenofibrat pada pasien penderita penyakit kandung empedu.
  • Pasien yang mengalami gangguan otot atau miopati sekunder yang disebabkan karena penggunaan obat penurun lemak atau kolesterol lainnya.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Pasien yang berisiko kelainan otot rangka (rhabdomyolysis) meningkat dengan adanya infeksi parah.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Pasien yang mengalami trauma bedah mayor.
  • Pasien yang mengalami kejang yang tidak terkontrol.
  • Pasien penderita gangguan metabolik, endokrin dan elektrolit yang parah.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien wanita yang tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan berturut-turut (premenarcheal).
  • Anak-anak 10 tahun ke bawah.
  • Gemfibrozil, fenofibrat, asam fusidat, dan kolkisin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko kelelahan otot (miopati) atau gangguan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Golongan fibrat lain.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan sekresi empedu.
  • Niasin.
    Penggunaan bersama niasin dapat menyebabkan risiko efek otot rangka.
  • Efavirens, rifampisin, dan kolestipol.
    Obat di atas dapat menigkatkan konsentrasi atorvastatin.
  • Klaritromisin, PI HIV dan hepatitis C, itrakonazol, dan diltiazem.
    Obat di atas dapat menurunkan konsentrasi atorvastatin.
  • Antasida oral yang mengandung aluminium dan magnesium.
    Antasida dapat menurunkan konsentrasi obat ini, sehingga menurunkan efek obat ini.
  • Elbasvir dan grazoprevir.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat ini, sehingga meningkatkan risiko efek samping obat ini.
  • Digoksin.
    Obat ini dapat meningkatkan kadar digoksin sehingga menurunkan efek digoksin.
  • Kontrasepsi oral seperti norethindrone dan ethinyl estradiol.
    Obat ini dapat meningkatkan kadar kontrasepsi oral.
  • Kolestiramin.
    Kolestiramin dapat menurunkan kadar ezetimib.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atozet?type=brief&lang=id
Diakses pada 23 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atorvastatin?mtype=generic
Diakses pada 23 September 2020

WebMD.https://www.webmd.com/drugs/2/drug-164168/ezetimibe-atorvastatin-oral/details
Diakses pada 23 September 2020

EverydayHealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/atorvastatin-ezetimibe
Diakses pada 23 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ezetimibe?mtype=generic
Diakses pada 23 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/uk/atozet-10-mg-20-mg-film-coated-tablets-leaflet.html
Diakses pada 23 September 2020

NewsMedical.https://www.news-medical.net/drugs/Atozet.aspx
Diakses pada 23 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email