Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Atorvastatin (Alias: Atorvastatin)

Ditulis oleh Anita Djie
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Atorvastatin adalah obat golongan statin berguna untuk mencegah penyakit jantung dan kolesterol
Atorvastatin obat golongan statin berguna untuk mencegah penyakit jantung

Atorvastatin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati menurunkan kolesterol “jahat” dan lemak. Obat ini meningkatkan kolesterol “baik” dalam darah. Atorvastatin termasuk golongan statin yang bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang dibuat oleh hati.

Atorvastatin (Atorvastatin)
Golongan

Dyslipidaemic agents golongan statin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

 Dewasa dan anak-anak ≥ 10 tahun

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Dislipidemia tipe campuran , hiperkolesterolemia familial heterozigot, hiperkolesterolemia nonfamilial

  • Dewasa: Awalnya, 10 atau 20 mg sekali sehari, dapat disesuaikan dengan interval 4 minggu. Dapat dimulai dengan 40 mg sekali sehari pada pasien yang membutuhkan lebih dari 45% pengurangan kolesterol LDL. Maks: 80 mg / hari.
  • Anak (pasien Hypercholesterolaemia familial heterozigot) : 10-17 tahun 10 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan dengan interval minimal 4 minggu hingga maksimal 20 mg / hari.
  • Lansia : Tidak diperlukan penyesuaian dosis

Aturan pakai Atorvastatin dengan benar

Baca petunjuk sesuai di kemasan atau sesuai saran dari dokter sebelum menggunakan obat atorvastatin.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya dikonsumsi satu kali sehari. Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Jangan mengonsumsi jus jeruk (grapefruit) saat menggunakan obat ini. Konsumsi obat ini secara teratur. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat atorvastatin dapat menyebabkan efek samping yang jarang terjadi jika dikonsumsi seperti: sakit kepala, sering kentut, perut kembung, konstipasi, dispepsia, mual, diare, muntah, anoreksia, kejang otot, nyeri ekstremitas, nyeri otot, nyeri menelan, perubahan kadar gula darah, nasofaringitis, insomnia. Dapat pula berakibat fatal mengakibatkan rabdomiolisis disertai dengan gagal ginjal akut, hepatitis, pankreatitis, dan reaksi alergi berat (Sindrom Steven Johnson, anafilaksis, nekrolisis epidermal toksik)

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang sangat jarang terjadi namun serius seperti:

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan anda.

Peringatan

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit hati aktif
  • Kehamilan dan menyusui

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat atorvastatin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:.

  • Dapat meningkatkan risiko miopati dan rabdomiolisis jika digunakan bersamaan dengan inhibitor HIV atau HCV protease, itrakonazol, klaritromisin, fenofibrat, kolkisin, dan kombinasi lopinavir-ritonavir
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma dengan pemicu reseptor CYP3A4 (misalnya rifampisin, efavirenz).
  • Dapat secara signifikan memperpanjang konsentrasi obat dalam darah dan meningkatkan konsentrasi plasma puncak digoxin dalam darah.

Dapat memperpanjang  konsentrasi obat dalam darah untuk norethindrone dan ethinyl estradiol.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

New England Journal of Medicine https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa050461
Diakses 14 Juni 2019

JAMA Neurology. https://jamanetwork.com/journals/jamaneurology/article-abstract/786017
Diakses 14 Juni 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atorvastatin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 07 Januari 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-841/atorvastatin-oral/details
Diakses pada 07 Januari 2018

Artikel Terkait:
Back to Top