Atorvastatin

13 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Atorvastatin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat di tubuh

Atorvastatin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat di tubuh

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Actalipid, Litorcom, Atofar, Removcho, Atorsan, Simtor, Atorwin, Starvaz, Avesco, Stator, Caduet, Stinator, Debostin, Torvacard, Lipitor, Truvaz

Deskripsi obat

Atorvastatin adalah obat yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat di tubuh. Obat ini umumnya diresepkan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, serta kemungkinan operasi jantung pada orang yang menderita penyakit jantung atau berisiko terkena penyakit jantung.

Obat ini termasuk dalam golongan statin yang bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi kolesterol di hati. Antara lain kolesterol total, kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida. Selain itu, obat ini pun dapat meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Agar obat bekerja lebih baik, penggunaan atorvastatin sebaiknya disertai gaya hidup sehat, misalnya menjalankan diet, menurunkan berat badan, dan berolahraga rutin.

Atorvastatin
Golongan

Kelas terapi : Agen dislipidemia Klasifikasi obat : Statin

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak usia 10 tahun ke atas

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan atau manusia menunjukkan adanya kelainan pada janin, atau terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman yang ada. Besarnya risiko obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diperoleh. Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Hiperkolesterolemia familial homozigot

  • Dewasa: 10-80 mg/hari

Dislipidemia tipe campuran, hiperkolesterolemia familial heterozigot, hiperkolesterolemia nonfamilial

  • Dewasa: 
    • Dosis awal: 10 atau 20 mg/hari 
    • Dosis lanjutan: 10-80 mg/hari, disesuaikan dalam interval 2-4 minggu. 
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari
  • Dewasa yang membutuhkan lebih dari 45% pengurangan kolesterol LDL:  
    • Dosis awal: 40 mg/hari
  • Anak usia 10-17 tahun: 
    • Dosis awal: 10 mg/hari. 
    • Dosis lanjutan: 10-20 mg/hari, disesuaikan dalam interval 4 minggu. 

Pencegahan kejadian serangan jantung pada pasien berisiko tingg 

  • Dewasa: 10 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan sesuai kadar kolesterol pasien

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan atorvastatin sebelum penggunaan.

Atorvastatin dapat dikonsumsi dengan cara berikut:

  • Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • telan utuh tablet, jangan digerus atau dikunyah, minumlah segelas penuh air putih untuk membantu menelannya.
  • Hindari meminum jus grapefruit saat mengkonsumsi obat ini. Buah grapefruit dapat meningkatkan jumlah atorvastatin dalam aliran darah.
  • Obat ini bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh dalam kadar yang konstan. Usahakan konsumsi obat ini pada waktu dan jeda yang sama setiap harinya.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dokter, bahkan jika gejala sudah hilang. 

 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

atorvastatin dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Sakit tenggorokan
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat serta minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Mual atau gangguan pencernaan
    Jangan mengonsumsi makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, mintalah rekomendasi antasida kepada apoteker. Hubungi dokter jika gejala berlanjut selama lebih dari beberapa hari atau bertambah parah.
  • Diare
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Mimisan
    Cobalah mengoleskan vaselin tipis-tipis di tepi dalam hidung.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Munculnya gejala pilek
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sembelit atau perut kembung
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)
  • Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya terjadi di tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Ketidakmampuan secara konsisten untuk ereksi atau mempertahankan ereksi (impotensi)
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Kekakuan otot
  • Kelainan otot (miopati)
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Muntah
  • Nyeri otot (mialgia)
  • Kelelahan (astenia)
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan
  • Rasa tidak nyaman pada perut

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Stroke
  • Penyakit kencing manis (diabetes melitus)
  • Mengonsumsi alkohol
  • Gangguan pada otot
  • Kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme)
  • Penderita gangguan ginjal atau hati

Perhatikan juga hal berikut ini saat mengonsumsi atorvastatin:

  • Hentikan penggunaan jika terdiagnosis miopati atau kelainan otot
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala sebelum melakukan terapi
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta mengonsumsi diet rendah kolesterol

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

 

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti mengonsumsi obat ini sementara waktu jika Anda mengalami:

  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah
  • Infeksi penyakit parah
  • Operasi atau keadaan darurat medis
  • Kejang yang tidak terkontrol
  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi)

 

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan atorvastatin jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya
  • Kehamilan dan menyusui
  • Mengonsumsi obat cyclosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glecaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir
  • Penderita penyakit hati, seperti penyumbatan saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi atorvastatin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrate, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risikomiopati, serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Digoxin dan kontrasepsi oral, seperti norethindrone dan etinil estradiol
    Penggunaan bersama atorvastatin dapat meningkatkan kadar serum digoxin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala dan mual.
  • Asam fusidat sistemik
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir atau pibrentasvir, dan tipranavir atau ritonavir
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko miopati serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol
    Penggunaan atorvastatin bersama obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol akan berkurang.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atorvastatin?mtype=generic
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI. https://pionas.pom.go.id/monografi/atorvastatin
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-841/atorvastatin-oral/details
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_atorvastatin_lipitor/drugs-condition.htm
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
Drugs. https://www.drugs.com/atorvastatin.html
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a600045.html
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
Patient. https://patient.info/medicine/atorvastatin-tablets-lipitor
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/atorvastatin/
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/atorvastatin-oral-tablet#about
Diakses pada 21 Agustus 2022
 
JOGC. https://www.jogc.com/article/S1701-2163(15)30565-X/pdf#:~:text=The%20Food%20and%20Drug%20Administration,potential%20fetal%20risks%20of%20exposure.
Diakses pada 21 Agustus 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email