Atorsan Tablet

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg; 20 mg)
Produsen
Sandoz

Atorsan tablet adalah obat untuk menurunkan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida pada pasien hiperkolesterolemia, hiperlipidemia serta hiperkolesterolemia famili homozigot dan heterozigot. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Atorsan tablet mengandung zat aktif atrovastatin.

  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung.
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak seperti Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida.
  • Meningkatkan kolesterol baik seperti High Density Lipoprotein (HDL).

Atorvastatin merupakan salah satu obat dengan kelas yang disebut HMG-CoA reduktase inhibitor (statin). Atorvastatin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh untuk menurunkan jumlah kolesterol yang menumpuk pada dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya, dengan menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah dapat mencegah terjadinya penyakit jantung, nyeri dada (angina), stroke, dan serangan jantung.

  • Atorsan tablet 10 mg: atorvastatin 10 mg.
  • Atorsan tablet 20 mg: atorvastatin 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial, dislipidemia campuran, dan hiperkolesterolemia nonfamilial:
    • Dosis awal: 10 atau 20 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai dengan respon pada dengan jarak 2-4 minggu.
    • Dosis umum: 10-80 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari.
    • Pasien yang membutuhkan penurunan kolesterol LDL sebanyak lebih dari 45%: dosis dimulai pada 40 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi:
    • Dosis awal pencegahan primer: 10 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai kadar kolesterol LDL yang seharusnya.

Anak-anak 10-17 tahun:

  • Hiperkolesterolemia heterozigot familial:
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis dapat disesuaikan sesuai respon dengan jarak waktu 4 minggu.
    • Dosis umum: 10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Hindari konsumsi jus anggur secara berlebihan (lebih dari 1 liter/hari).
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker untuk rekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau gangguan pencernaan.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana dan jangan mengonsumsi makanan pedas. Cobalah untuk meminum obat ini setelah makan mungkin akan membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala gangguan pencernaan, tanyakan apoteker Anda untuk merekomendasikan antasida. Hubungi dokter Anda jika gejala Anda berlanjut selama lebih dari beberapa hari atau jika semakin parah.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan atau kelelahan yang bukan disebabkan karena latihan atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Sakit tenggorokan.
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat atau gunakan parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Munculnya gejala pilek.
    Cobalah untuk konsumsi parasetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, konsultasikan kepada dokter Anda.
  • Sembelit atau perut kembung.
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayur, buah segar, sereal, dan konsumsi banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau lari Jika ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sembelit dan diare.
    Konsumsi banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya atau urin yang berarna gelap dan berbau tajam.
  • Mimisan.
    Cobalah untuk mengolesi vaselin tipis-tipis pada tepi dalam bagian hidung.
  • Pasien yang mengonsumsi obat siklosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir dan kombinasi tipranavir atau ritonavir.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat inhibitor CYP3A4 secara bersamaan seperti klaritromisin, itrakonazol, fosamprenavir, ritonavir, plus darunavir, fosamprenavir, atau saquinavir, elbasvir/grazoprevir, boceprevir, dan nelfinavir.
  • Pasien yang mengalami kejang yang tidak dapat terkontrol.
  • Pasien yang mengalami kerusakan atau kematian jaringan otot rangka.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami serangan iskemik sementara.
  • Pasien penderita kelainan otot herediter.
  • Pasien yang mengalami infeksi akut berat.
  • Pasien yang mengalami pembedahan mayor.
  • Pasien dengan gangguan metabolisme berat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang mengalami stroke baru-baru ini.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Anak-anak.
  • Kombinasi siklosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Asam fusidat sistemik.
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan kematia jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis).
  • Penghambat protease HIV dan HCV, itrakonazol, ketokonazol, klaritromisin, eritromisin, verapamil, diltiazem, femofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina.
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko gangguan otot (miopati) serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis).
  • Rifampisin, efavirenz, fenitoin, antasida seperti magnesium dan aluminim, serta kolestipol.
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menyebabkan penurunan kadar dari atorvastatin dalam plasma sehingga efektivitas atorvastatin akan berkurang.
  • Digoksin dan kontrasepsi oral seperti norethindron dan etinil estradiol.
    Atorvastatin dapat menyebabkan peningkatan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/atorvastatin?mtype=generic
Diakses pada 28 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a600045.html
Diakses pada 28 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/atorvastatin/
Diakses pada 28 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/atorvastatin.html
Diakses pada 28 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-841/atorvastatin-oral/details
Diakses pada 28 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email