Atofar tablet 20 mg obat yang berguna sebagai diet tambahan untuk pengurangan peningkatan kolesterol total, ldl-cholesterol, apolipoprotein b, dan trigliserida.
Atofar tablet 20 mg obat yang berguna sebagai diet tambahan untuk pengurangan peningkatan kolesterol total, ldl-cholesterol, apolipoprotein b, dan trigliserida.
Atofar tablet 20 mg obat yang berguna sebagai diet tambahan untuk pengurangan peningkatan kolesterol total, ldl-cholesterol, apolipoprotein b, dan trigliserida.
Atofar tablet 20 mg obat yang berguna sebagai diet tambahan untuk pengurangan peningkatan kolesterol total, ldl-cholesterol, apolipoprotein b, dan trigliserida.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 154.000/strip (20 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mg)
Produsen Pratapa Nirmala

Atofar adalah obat yang berguna untuk mengobati menurunkan kolesterol “jahat” dan lemak. Obat ini meningkatkan kolesterol “baik” dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Atofar mengandung zat aktif atorvastatin.

  • Diet tambahan untuk pengurangan peningkatan kolesterol total, ldl-cholesterol, apolipoprotein b, dan trigliserida pada pasien hypercholesterolemia primer, hyperlipidemia kombinasi, hypercholesterolemia heterozigot, homozigot familial.
  • Pencegahan komplikasi penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Mengurangi resiko penyakit jantung koroner fatal dan infark miokard non-fatal.
  • Mengurangi resiko stroke.
  • Mengurangi resiko prosedur revaskularisasi dan angina pektoris.

Atorvastatin 20 mg

Dewasa:

  • Primer hiperkolesterolemia dan gabungan (campuran) hiperlipidemia: 10 mg sebanyak 1 kali/hari, selama 2 minggu hingga 4 minggu.
  • Homozigot hiperkolesterolemia familial: 80 mg.

Anak-anak (10-17 tahun):

  • Heterozigot familial hiperkolesterolemia:
  • Dosis awal: 10 mg/hari
  • Dosis maksimum: 20 mg/hari

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap, atau berulang (dispepsia).
  • Suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama (sembelit).
  • Perut kembung.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Kondisi tubuh yang mengalami kelelahan kronik berkepanjangan (asthenia).
  • Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penyakit hati aktif.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Pasien nyeri otot (mialgia)

  • Antasida.
  • Antipyrine.
  • Colestipol.
  • Digoxin.
  • Eritromisin.
  • Inhibitor protease.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait