Ativan tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan (ansietas).
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,5 mg; 1 mg; 2 mg)
Produsen Sunthi Sepuri

Ativan tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan (ansietas) dan kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas) serta premedikasi setelah tindakan operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ativan tablet mengandung lorazepam sebagai zat aktifnya.

  • Ganguan kecemasan (ansietas).
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas).
  • Premedikasi setelah tindakan operasi.

Klorazepam atau obat golongan benzodiazepin adalah obat bekerja bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter reseptor gamma aminobutyric acid (GABA) di otak dan membantu menjaga aktivitas saraf di otak agar tetap seimbang, terlibat dalam mengurangi kecemasan, mengendurkan otot, dan menyebabkan kantuk.

  • Ganguan kecemasan (ansietas).
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas).
  • Premedikasi setelah tindakan operasi.

Klorazepam atau obat golongan benzodiazepin adalah obat bekerja bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter reseptor gamma aminobutyric acid (GABA) di otak dan membantu menjaga aktivitas saraf di otak agar tetap seimbang, terlibat dalam mengurangi kecemasan, mengendurkan otot, dan menyebabkan kantuk.

  • Ativan tablet: lorazepam 0,5 mg.
  • Ativan tablet: lorazepam 1 mg.
  • Ativan tablet: lorazepam 2 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan kecemasan (ansietas): 1-4 mg/hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu.
  • Kesulitan tidur (insomnia) yang berkaitan dengan gangguan kecemasan (ansietas): 1-2 mg menjelang tidur.
  • Premedikasi sebelum tindakan operasi: 2-3 mg dikonsumsi pada malam hari sebelum tindakan operasi dilanjutkan dengan 2-4 mg dalam 1-2 jam sebelum prosedur operasi.
Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan tablet ditelan utuh.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Perubahan mental.
  • Kesulitan berbicara (cadel).
  • Mengantuk atau lelah luar biasa di siang hari.
    Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan alat dan mesin hingga Anda merasa lebih baik. Jangan minum alkohol sebab akan membuat kondisi lebih buruk. Efek samping ini seharusnya akan membaik dengan sendirinya saat Anda telah terbiasa dengan lorazepam. Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau bertambah buruk, hubungi dokter untuk berkonsultasi.
  • Kelemahan otot.
    Jika Anda mendapatkan kelemahan otot yang tidak biasa dan bukan disebabkan oleh olahraga atau bekerja, hubungi dokter Anda sebab mungkin Anda perlu tes darah untuk menemukan penyebabnya.
  • Masalah dengan koordinasi atau pengendalian gerakan.
    Jika gejala tidak membaik setelah seminggu atau kondisi memburuk, hubungi dokter karena Anda mungkin perlu dosis yang lebih rendah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan tidur berupa pernapasan berhenti sementara (sleep apnea).
  • Pasien yang memiliki penyakit berupa tingginya tekanan di dalam mata (glaukoma sudut tertutup akut).
  • Pasien dengan keadaan depresi atau berpotensi menyakiti diri sendiri.
  • Pasien dengan lemahnya otot karena gangguan saraf (myasthenia gravis).
  • Pasien yang memiliki gangguan hati berat.
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal.
  • Wanita hamil (trimester pertama atau trimester ketiga) atau yang merencanakan kehamilan.
  • Pasien dengan riwayat konsumsi alkohol.
  • Pasien dengan gangguan kepribadian.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Tidak diindikasikan untuk perawatan tunggal gangguan mental (psikotik) atau gangguan depresi.
  • Hindari penghentian obat secara mendadak.
    • Klozapin, morfin, kodein.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan risiko keparahan efek samping.
    • Asetaminofen.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan metabolisme asetaminofen.
    • Obat antiepilepsi seperti valporat.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan konsentrasi serum valporat.
    • Tizanidin dan baklofen.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan efek kantuk (sedatif) dari tizanidin dan baklofen.
    • Teofilin atau aminofilin.
      Penggunaan bersama lorazepam menurunkan efek terapi dari teofilin dan aminofilin.
    • Skopolamin.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan sedasi, dapat mendengar atau melihat hal yang tidak ada (halusinasi), dan perubahan perilaku menjadi irasional.
    • Antasida.
      Penggunaan bersama lorazepam menunda proses absorpsi lorazepam.
    • Obat ACE inhibitor, reseptor angiotensin II blocker, calcium channel blocker, diuretik, dan beta blocker.
      Penggunaan bersama lorazepam meningkatkan efek tekanan darah rendah (hipotensi).
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lorazepamDiakses pada 4 Agustus 2020Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/lorazepam/Diakses pada 4 Agustus 2020Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8892-5244/lorazepam-oral/lorazepam-oral/detailsDiakses pada 4 Agustus 2020Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00186Diakses pada 4 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait