Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 130.000/box (0,5 mg); Rp 210.000/box (1 mg) per
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,5 mg; 1 mg)
Produsen Mersifarma TM

Atarax tablet digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Atrax mengandung alprazolam yang tersedia dalam dua dosis yaitu 0,5 mg dan 1 mg.

  • Pengobatan jangka pendek untuk gejala-gejala gangguan kecemasan.
  • Mengobati gangguan kecemasan (ansietas).
  • Atarax 0,5 mg: alprazolam 0,5 mg.
  • Atarax 1 mg: alprazolam 1 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gangguan kecemasan: 0,25-0,5 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Pasien lanjut usia atau keadaan lemah: 0,25 mg sebanyak 2-3 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi efek samping mengantuk dari obat.

  • Mengantuk.
  • Lemah otot skeletal.
  • Hilang ingatan (amnesia).
  • Depresi.
  • Kepala terasa ringan.
  • Gangguan proses berfikir (konfusi).
  • Gangguan persepsi yang menyebabkan seseorang melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada (halusinasi).
  • Pandangan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan tidur yang membuat penderitaanya kesulitan tidur (insomnia).
  • Reaksi paradoksikal seperti gelisah dan emosi yang tidak stabil.
  • Gemetar.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Ruam.
  • Gairah seksual (libido) berubah.
  • Haid tidak teratur.
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Gangguan pada darah (diskrasia darah).
  • Suatu kondisi medis yang ditandai dengan menguningnya kulit dan bagian putih pada bola mata (ikterus).
  • Pasien yang alergi terhadap benzodiazepin.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata secara mendadak (glaukoma sudut sempit).
  • Keadaan takut terhadap sesuatu hal (fobia).
  • Kondisi di mana penderitanya mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (obsesi psikosis).
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan penyakit paru kronik dan akut.
  • Anak-anak.
  • Bayi prematur.
  • Dapat menyebabkan ketergantungan.
  • Hindari terapi dosis tunggal pada depresi atau kombinasi depresi-ansietas.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan berkendara atau mengoperasikan mesin.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal kronik.
  • Pasien penderita gangguan pernapasan.
  • Pasien yang mengalami penurunan fungsi dan massa pada otot (atrofi).
  • Pasien penyalahgunaan obat (alkoholik dan adiksi obat).
  • Anak 10 tahun ke bawah.
  • Dosis diturunkan pada pasien lanjut usia dan pasien kondisi lemah.
  • Hindari penggunaan jangka panjang.
  • Obat yang mempengaruhi susunan saraf pusat (SSP).
  • Barbiturat.
  • Alkohol.
  • Simetidin.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/atarax/atarax?type=brief&lang=id
Diakses pada 28 April 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait