Astharol Tablet 4 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (4 mg)
Produsen
Sanbe Farma
Astharol tablet adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti penyempitan pada saluran pernapasan (bronkospasme), asma bronkial, dan kerusakan pada kantung udara yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Astharol tablet mengandung zat aktif salbutamol sulfat.
  • Mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti asma bronkial.
  • Mengobati penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme).
  • Mengatasi kerusakan pada kantung udara yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema).

Salbutamol adalah obat yang dapat bekerja secara selektif pada reseptor beta 2 adrenergik dengan merelaksasikan otot saluran udara (bronkus) dan menyebabkan pelebaran pada bronkus (bronkodilatasi).

Salbutamol sulfat 4 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 2-4 mg sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: 1-2 sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 2 mg sebanyak 3-4 kali/hari.
Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi salbutamol. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Mual.
    Cobalah untuk minum salbutamol dengan atau setelah makan. Mungkin juga membantu jika Anda menghindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.
  • Muntah.
    Minum banyak cairan, minum sedikit-sedikit jika Anda merasa sakit untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berbau tajam. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Nyeri otot.
    Jika Anda mengalami nyeri otot yang tidak biasa, yang bukan karena latihan atau kerja keras, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Gugup.
  • Jantung berdetak cepat.
  • Sakit ketika berkemih.
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah kadar normal (hipotensi).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Hiperaktif.
  • Pasien yang memiliki penyakit jantung.
  • Wanita hamil.
  • Pasien yang memiliki kadar kelenjar tiroid tinggi dalam darah (tirotoksikosis).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien dengan gangguan fungsi kardiovaskular.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Kortikosteroid, diuretik, xantin, dan digoksin.
    Peningkatan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dengan agen perusak K.
  • Anestesi halogenasi (IV).
    Penggunaan salbutamol dapat meningkatan inersia uterus dengan anestesi halogenasi (IV).
  • Kortikosteroid.
    Peningkatan risiko terjadinya pembengkakan (edema) pada paru jika dikonsumsi dengan kortikosteroid.
  • Obat antidiabetes.
    Salbutamol dapat memberikan efek berlawanan pada obat antidiabetes.
  • Guanetidin, reserpin, metildopa, TCAs, dan MAOIs.
    Efek salbutamol dapat diubah oleh guanetidin, reserpin, methyldopa, TCAs dan MAOIs.
  • Obat simpatomimetik.
    Peningkatan risiko efek kardivaskular dengan obat simpatomimetik lain.
  • Beta bloker.
    Salbutamol akan menghasilkan efek yang berlawanan jika dikonsumsi dengan obat golongan beta bloker.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/astharol?type=brief&lang=id
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salbutamol?mtype=generic
Diakses pada 25 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01001
Diakses pada 25 Agustus 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/salbutamol
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Jarang Disadari, Tanaman dalam Ruangan Bermanfaat Bagi Kesehatan

Kabar baik bagi Anda para pecinta tanaman! Tidak hanya menyejukkan dan indah dipandang, memelihara tanaman dalam ruangan ternyata memiliki sederet manfaat untuk kesehatan. Lantas, tanaman apa saja yang dipercaya bagus untuk kesehatan?
20 Aug 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Jarang Disadari, Tanaman dalam Ruangan Bermanfaat Bagi Kesehatan

Berbagai Jenis Olahraga untuk Penderita Asma yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Memiliki asma bukan halangan bagi Anda yang ingin tetap bergerak aktif. Ada berbagai pilihan olahraga untuk penderita asma yang aman dilakukan dan tidak direkomendasikan.Baca selengkapnya
Berbagai Jenis Olahraga untuk Penderita Asma yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Covid-19 hingga Serangan Jantung, Ini Penyebab Nafas Pendek

Nafas pendek bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari Covid-19 hingga obesitas. Penanganannya pun akan tergantung pada penyebab ini.
09 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Covid-19 hingga Serangan Jantung, Ini Penyebab Nafas Pendek