Astaxanthin

12 Okt 2022| Nurul Rafiqua
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Astaxanthin digunakan sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan

Astaxanthin digunakan sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Astar-C, Astatin, Astina, Asthin Force, Glucola, Hemaviton Collagen Asta Advanced, Natur-E Advanced, Naturoksi, , Renewskin

Deskripsi obat

Astaxanthin adalah  obat yang digunakan sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan mata, kulit, dan jantung. Selain itu, obat ini juga mampu mengatasi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Astaxanthin dapat membantu mengurangi oksidasi, yakni proses alami tubuh , yang membuat sel menua dan mati. Obat ini juga digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson, stroke, dan kolesterol tinggi, serta pencegahankanker.

Astaxanthin merupakan salah satu karotenoid, yaitu pigmen yang terbentuksecara alami pada alga tertentu. Pigmen inilah yang menyebabkan warna merah muda atau merah pada salmon, trout, lobster, udang, dan makanan laut lainnya.

Karotenoid adalah senyawa nabati yang termasuk ke dalam provitamin A, beta karoten, lutein, dan likopen. Karotenoid diketahui memiliki efek antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan antiinflamasi.

Astaxanthin (Astaxanthin)
Golongan

Kelas terapi: Suplemen dan terapi penunjang

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Kapsul, losion, gel, krim

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori N: Belum dikategorikan.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

  • Dewasa: Dosis 4-40 mg sehari sampai dengan 12 minggu Rekomendasi lain: 4-12 mg sekali, sehari dapat disesuaikan dengan efek yang dibutuhkan.

Petunjuk umum konsumsi

Selalu ikuti anjuran dokter atau baca petunjuk di kemasan sebelum mengonsumsi obat. Astaxanthin akan terserap lebih optimal jika dikonsumsi dengan makanan yang mengandung lemak.

Efek samping obat

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Astaxanthin dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Feses berwarna kemerahan
  • Menurunkan libido
  • Pertumbuhan payudara pada pria
  • Ketidakmampuan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi)

Jika Anda mengalami reaksi efek samping yang sangat mengganggu atau parah, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Kehamilan dan menyusui
  • Mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh
  • Kadar kalsium rendah (hiperkalsemia)
  • Gangguan pada kelenjar tiroid
  • Gangguan hormon

 

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

 

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika efek samping yang Anda alami semakin parah.

 

Kontraindikasi 

Hindari penggunaan astaxanthin pada pasien yang alergi terhadap astaxanthin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi astaxanthindengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Obat penurun tekanan darah tinggi (hipertensi)
    Astaxanthin dapat menurunkan tekanan darah. Jika dikonsumsi dengan obat antihipertensi dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah (hipotensi).
  • 5-alpha-reductase inhibitor
  • Karotenoid serupa seperti canthaxanthin

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/astaxanthin
Diakses pada 17 Agustus 2022
 
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1063/astaxanthin
Diakses pada 17 Agustus 2022
 
Drugs. https://www.drugs.com/drp/astaxanthin-capsules-and-oral-powder.html
Diakses pada 17 Agustus 2022
 
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/astaxanthin
Diakses pada 17 Agustus 2022
 
Healthline. https://www.verywellfit.com/a-is-for-astaxanthin-2507067
Diakses pada 17 Agustus 2022
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email