Aspirin

12 Nov 2018| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Aspirin dapat mengurangi demam dan nyeri pada otot serta mengurangi risiko stroke

Aspirin bekerja mengurangi demam dan meredakan nyeri pada otot, gigi, pilek dan sakit kepala.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Acetosal, Aptor, Ascardia, Aspirin, Miniaspi

Deskripsi obat

Aspirin digunakan untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti nyeri pada otot, sakit gigi, pilek dan sakit kepala. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi risiko stroke pada pasien stroke dan serangan jantung atau angina (nyeri dada berat) pada pasien dengan penyakit arteri koroner kronis.

Aspirin bekerja dengan memblokir zat alami tertentu di dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Aspirin dosis rendah juga dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah pada pasien dengan penyakit stroke dan jantung yang baru saja menjalani operasi pada arteri tersumbat.

Aspirin (Aspirin)
Golongan

Obat Antiinflamasi Nonsteroid / Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik, Analgesik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul, bubuk, permen karet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Pemasangan stent pembuluh darah

  • Dewasa: 325 mg, 2 jam sebelum prosedur dilanjutkan dengan 160-325 mg/hari.

Demam ringan hingga sedang

  • Dewasa: 325-650 mg diulang setiap 4-6 jam sesuai dengan respon. (Maksimal 4 gram/hari)

Serangan jantung

  • Dewasa: 75-325 mg, sekali sehari.

Rematoid artritis

  • Anak: 80-100 mg/kgBB/hari dibagi untuk 5 atau 6 kali konsumsi.

Nyeri dan radang sendi

  • Dewasa: Dosis awal 2,4-3,6 gram/hari dalam dosis terbagi. Pemeliharaan biasa 3,6-5,4 gram/hari.

Efek samping obat

Nyeri perut dan mulas dapat terjadi setelah mengonsumsi aspirin. Anda bisa konsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang Anda rasakan. Efek samping lain yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi aspirin:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Waktu perdarahan berkepanjangan
  • Rinitis
  • Ruam kulit
  • Angioedema (pembengkakan pada area kulit)

Obat ini juga dapat menyebabkan perdarahan serius di perut atau saluran pencernaan. Jika Anda merasakan efek samping tersebut, segera cari pertolongan medis.

Perhatian Khusus

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Riwayat tukak saluran pencernaan atau rentan terhadap dispepsia
  • Asma atau alergi
  • Dehidrasi
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati
  • Lansia

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas (asma, angioedema, ruam atau iritasi)
  • Tukak saluran pencernaan aktif
  • Kehamilan atau menyusui
  • Anak-anak di bawah 12 tahun
  • Hemofilia
  • Asam urat
  • Gangguan ginjal atau hati yang berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Jika mengonsumsi aspirin dosis rendah untuk pencegahan stroke / penyakit jantung, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Mengonsumsi aspirin bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi.

  • Obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen, ketorolac, naproxen) dapat menyebabkan overdosis aspirin.
  • Penggunaan harian obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dapat menurunkan kemampuan aspirin dalam mencegah stroke/penyakit jantung.

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

 

BPOM. http://pionas.pom.go.id/obat/aspirin
Diakses pada 16 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/aspirin-oral-route/description/drg-20152665
Diakses pada 16 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspirin
Diakses pada 16 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1082-3/aspirin-oral/aspirin-oral/details
Diakses pada 16 Oktober 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

4 Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D pada Tubuh yang Perlu Diketahui

Vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit. Sayangnya, kebanyakan orang yang kekurangan vitamin D justru tidak menyadari gejalanya. Vitamin D sendiri memiliki peran yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.Baca selengkapnya
4 Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D pada Tubuh yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Gigi Ngilu Selain Gigi Sensitif dan Gigi Berlubang

Gigi ngilu dapat menghambat aktivitas, terutama saat makan dan minum. Penyebab gigi ngilu, antara lain gigi retak, resesi gusi, abses gigi, dan radang gusi. Keempat gangguan gigi terebut dapat menyebabkan peradangan pada saraf yang memicu rasa ngilu di gigi.
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
4 Penyebab Gigi Ngilu Selain Gigi Sensitif dan Gigi Berlubang

Dry Socket: Gusi Bolong Setelah Cabut Gigi Tak Pulih dengan Sempurna

Risiko komplikasi yang paling umum terjadi setelah cabut gigi adalah dry socket, yaitu ketika gusi bolong dan mengalami peradangan. Padahal seharusnya, gusi bolong terisi gumpalan darah untuk melindungi saraf dan tulang.
22 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Dry Socket: Gusi Bolong Setelah Cabut Gigi Tak Pulih dengan Sempurna