Aspilets Tablet 80 mg

21 Des 2020| Maria Yuniar
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Aspilets tablet adalah obat untuk menurunkan demam, meringankan nyeri, dan mencegah infark miokard

Deskripsi obat

Aspilets tablet adalah obat untuk menurunkan demam, meringankan nyeri, dan mencegah kerusakan pada otot jantung atau infark miokard. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Aspilets tablet mengandung asam asetilsalisilat.
Asam asetilsalisilat atau aspirin digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang pada kondisi, seperti nyeri otot, sakit gigi, flu biasa, dan sakit kepala. Kandungan zat aktif ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak pada radang sendi.
Asam asetilsalisilat dalam dosis rendah berfungsi untuk mencegah pembekuan darah, sehingga dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Pada pasien yang baru saja menjalani operasi arteri yang tersumbat, dokter juga akan menggunakan asam asetilsalisilat dalam dosis rendah sebagai pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah.

Aspilets Tablet 80 mg
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaAsam asetilsalisilat.
Kelas terapiAnalgesik, antipiretik, dan antikoagulan.
Klasifikasi obatInhibitor agregasi trombosit.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (80 mg)
ProdusenDarya-Varia

Informasi zat aktif

Asam asetilsalisilat atau aspirin menyebabkan analgesia atau hilangnya rasa sakit dengan menghalangi pembentukan rangsangan nyeri (aksi perifer). Hal tersebut terjadi karena adanya penghambatan enzim siklooksigenase yang berperan dalam produksi prostaglandin, atau senyawa yang menimbulkan gejala peradangan, seperti rasa nyeri dan bengkak.
Selain itu, asam asetilsalisilat juga dapat meredakan demam. Obat ini bekerja di pusat pengatur panas hipotalamus untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan suplai darah perifer dan mendorong keringat. Dengan begitu, panas pun akan turun.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam asetilsalisilat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh.
  • Metabolisme: Sebagian terhidrolisis di saluran pencernaan menjadi asam salisilat dengan metabolisme yang hampir sempurna di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sebagai salisilat dan metabolitnya.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang.
  • Menurunkan demam.
  • Membantu mencegah kerusakan otot jantung.
  • Mengobati serangan jantung atau penyakit jantung.
  • Mencegah penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (angina pektoris).
  • Menghambat terjadinya pembekuan darah (agregasi trombosit).

Selain menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri, asam asetilsalisilat juga digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya stroke pada pasien serangan jantung dan nyeri dada.

Komposisi obat

Asam asetilsalisilat 80 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Penanganan dan pencegahan terhadap nyeri dada: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: ½-1 tablet.
    • 6-12 tahun: 1-2 tablet.

Aturan pakai obat

Tablet dapat dihancurkan dahulu sebelum dilepaskan dari foilnya, kemudian dilarutkan di air. Tablet dapat dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama konsumsi obat ini, jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Mulas.
  • Mudah memar.
  • Gangguan pendengaran.
  • Telinga berdenging.
  • Terjadi tanda-tanda masalah pada ginjal.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mata atau kulit menjadi kekuningan.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada lambung atau usus.
  • Pasien yang mengalami sakit maag.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penyakit ginjal.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan atau pembekuan darah.
  • Pasien penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau gagal jantung.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Aspilets tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam asetilsalisilat.
  • Pasien yang mengalami asma.
  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung dan usus 12 jari.
  • Pasien yang mengalami gangguan perdarahan pada bagian bawah kulit.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah.
  • Pasien yang mengalami kadar trombosit rendah dalam tubuh (trombositopenia).
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi dan antinyeri, seperti diclofenac, ibuprofen, dan naproxen.
    Mengonsumsi asam asetilsalisilat bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan pada lambung.
  • Penghambat reuptake serotonin selektif dan antidepresan lainnya, termasuk citalopram, fluoxetine, paroxetine, venlafaxine, dan sertraline.
    Obat di atas jika dikombinasikan dengan asam asetilsalisilat dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Warfarin.
    Asam asetilsalisilat dapat mengurangi efek antikoagulan atau mencegah penggumpalan darah pada warfarin dan meningkatkan risiko perdarahan.
  • Methotrexaate.
    Asam asetilsalisilat dapat membuat obat lebih sulit dihilangkan dari tubuh, sehingga dapat menimbulkan keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Telinga berdenging, kebingungan, halusinasi, pernapasan cepat, dan kejang.
  • Mual parah, muntah, atau sakit perut
  • Feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Bengkak, atau nyeri yang berlangsung lebih dari 10 hari.

Sesuai kemasan per Maret 2019

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/aspilets/?type=brief
Diakses pada 11 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/aspirin.html
Diakses pada 11 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1082-3/aspirin-oral/aspirin-oral/details
Diakses pada 11 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255#interactions
Diakses pada 11 Desember 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/aspirin
Diakses pada 11 Desember 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a061.html
Diakses pada 11 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email