Askamex Tablet 25 mg

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Askamex tablet adalah obat cacing yang efektif membasmi cacing gelang dan cacing tambang.

Deskripsi obat

Askamex tablet adalah obat cacing yang efektif membasmi cacing gelang dan cacing tambang pada dewasa dan anak-anak. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Askamex tablet mengandung zat aktif levamisol hidroklorida.
Askamex Tablet 25 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaLevamisol hidroklorida.
Kelas terapiAntelmintik.
Kemasan1 box isi 50 strip @ 4 tablet (25 mg)
ProdusenKonimex

Informasi zat aktif

Levamisol adalah laevo-isomer aktif dari tetramisol. Obat ini bekerja dengan melumpuhkan cacing usus yang rentan yang kemudian dikeluarkan dari usus. Levamisol juga meningkatkan respons imun seluler pada manusia.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, levamisol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (konsentrasi plasma puncak) dicapai dalam 1,5-2 jam.
  • Metabolisme: Terjadi secara luas di hati.
  • Ekskresi: Terutama di urin (70% sebagai metabolit dan 5% sebagai obat tidak berubah) dan sejumlah kecil di feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membasmi cacing gelang (ascariasis) dan cacing tambang (ancylostomiasis) pada dewasa dan anak-anak.

Mekanisme kerja levamisol sebagai agen antiparasit tampaknya terkait dengan aktivitas agnositiknya terhadap reseptor asetilkolin nikotinik subtipe L di otot cacing. Tindakan agonistik ini mengurangi kapasitas pejantan untuk mengontrol otot reproduksinya dan membatasi kemampuannya untuk bersanggama.

Komposisi obat

Levamisol hidroklorida 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 15 tahun ke atas: 4-6 tablet.
Anak-anak:

  • 1-3 tahun: 1 tablet.
  • 3-6 tahun: 1 ½ tablet.
  • 6-8 tahun: 2 tablet.
  • 8-12 tahun: 3 tablet.
  • 12-15 tahun: 3-4 tablet.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi efek samping seperti mual.

Efek samping obat

  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini ketika setelah makan untuk mengurangi rasa mual, tetaplah mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebuh sedikit dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Muntah.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan jumlah dan frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urin berbau tajam. Cobalah untuk menurunkan dosis laktulosa karena akan membantu mengobati diare. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare tanpa konsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai merasa lebih baik, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik.
  • Demam.
  • Sindrom mirip influenza.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Ruam pada kulit.
  • Gangguan rasa.
  • Ruam kulit yang disebabkan karena terjadinya peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis kulit).
  • Kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan gangguan pada kelenjar yang memproduksi air liur dan air mata (sindrom Sjorgen).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan askamex tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan pada darah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap levamizol hidroklorida.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fenitoin.
    Levamisol dapat meningkatkan toksisitas pada fenitoin.
  • Invermestin.
    Levamisol dapat meningkatkan kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) dari invermestin.
  • Albendazol.
    Levamisol dapat menurunkan kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) albendazol sehingga menurunkan efektivitas dari albendazol.
  • Alkohol.
    Penggunaan levamisol dengan alkohol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Levamisol sebagai dosis tunggal dan tidak memiliki jadwal pemberian dosis harian.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut parah, mual, muntah, atau diare, pusing parah atau sakit kepala.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levamisole?mtype=generic
Diakses pada 1 Oktober 2020

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/levamisole/702
Diakses pada 1 Oktober 2020

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00848
Diakses pada 1 Oktober 2020

Konimex. https://www.konimexstore.com/produk/detail/kode/ASKAMEX
Diakses pada 1 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Seru Main di Taman? Waspada Cacingan pada Anak!

Menyuruh anak untuk menggunakan alas kaki saat main bertujuan untuk mencegah masuknya larva cacing. Beberapa gejala awal cacingan pada anak, antara lain rasa gatal di telapak kaki dan kehilangan nafsu makan.
11 Jul 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Seru Main di Taman? Waspada Cacingan pada Anak!

Ciri-ciri Cacingan pada Anak Ini Wajib Anda Ketahui

Cacingan pada anak biasanya disebabkan cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing gelang. Orangtua perlu cermat mengenali gejala cacingan dan mencegah penyakit cacingan pada anak.
22 Jun 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ciri-ciri Cacingan pada Anak Ini Wajib Anda Ketahui

Kebersihan lingkungan dan Diri Cegah Hookworm Infection

Kebersihan lingkungan dan diri adalah dasar dari pencegahan hookworm infection atau infeksi cacing tambang. Bagaimana cara pencegahannya?
13 Nov 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Kebersihan lingkungan dan Diri Cegah Hookworm Infection