Asecrin Kaplet 8 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Asecrin kaplet adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak.

Deskripsi obat

Asecrin kaplet adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak dan melegakan tenggorokan dari mukus (dahak). Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Asecrein kaplet mengandung zat aktif bromheksin hidroklorida.

Asecrin Kaplet 8 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaBromheksin hidroklorida.
Kelas terapiMukolitik dan ekspektoran.
Klasifikasi obatFenilmetilamina
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (8 mg)
ProdusenLloyd Pharma Indonesia

Informasi zat aktif

Bromheksin hidroklorida atau obat mukolitik adalah obat untuk mengatasi batuk berdahak yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bromheksin hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Sepenuhnya diabsorpsi di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh, melintasi sawar darah otak dan plasenta dalam julmah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Sekitar 85%-90% melalui urin dalam bentuk metabolit. Waktu paruh eliminasi: 13-40 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi batuk berdahak.

Bromheksin hidroklorida atau obat mukolitik adalah obat yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 8-16 mg sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 2-5 tahun: 4 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • 6-11 tahun: 8 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan jumlah dan frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urin berbau tajam. Cobalah untuk menurunkan dosis laktulosa karena akan membantu mengobati diare. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare tanpa konsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi rosuvastatin setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Reaksi alergi seperti kulit kemerahan.
  • Biduran (urtikaria).
  • Reaksi alergi (anafilaksis).
  • Penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme).
  • Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akibat alergi (angioedema).
  •  

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menderita tukak lambung.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antibiotik seperti amoksisilin, sefuroksim, dan doksisklin.
    Penggunaan bersama antibiotik di atas dapat menyababkan terjadinya peningkatan kadar antibiotik dan menimbulkan risiko terjadinya efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami pembengkakan di bibir, lidah atau tenggorokan saat mengonsumsi obat ini, hal ini dapat mengindikasikan terjadinya reaksi alergi. Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki efek samping yang menyebabkan masalah pada otot Anda.
  • Jika Anda mengalami efek samping seperti terjadi masalah pada detak jantung, gangguan pencernaan, atau ruam kulit yang terjadi secara tiba-tiba segera hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bromhexine/?mtype=generic
Diakses pada 23 Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/bromheksin
Diakses pada 23 Juli 2020

Rxwiki. https://www.rxwiki.com/bromhexine#:~:text=Bromhexine%20Overview&text=bromhexine%20belongs%20to%20a%20group,of%20liquid%20and%20after%20meals.
Diakses pada 23 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email