Asam Salisilat

02 Mar 2021| Olivia
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Asam salisilat digunakan untuk mengatasi masalah kulit akibat penebalan dan pengerasan kulit

Asam salisilat digunakan untuk mengatasi masalah kulit akibat penebalan dan pengerasan kulit

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Afi Salep, Antifungi Doen, Beprosalic, Betiga, Callusol, Decyline, Dermafoot, Diprosalic, Elosalic, Kalpanax, Khutil Plast, Obat Kurap Cap kaki Tiga, Obat Kurap Cap Kapak, OKA, Pandas, Pyralvex, Salep Kulit Kuturap, Salep Nam-Nam, Salicyl Zwavel Zalf, Skintex, Temprosal, Verile, Whitefield Salep

Deskripsi obat

Asam salisilat digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang terjadi karena penebalan dan pengerasan kulit, seperti peradangan pada kulit yang membuat kulit menjadi ruam, kering, bersisik, tebal, dan mudah terkelupas atau disebut psoriasis, kutil, mata ikan, dan kapalan.

Selain itu, obat ini juga digunakan untuk membantu membersihkan dan mencegah jerawat serta noda hitam pada kulit orang yang berjerawat.

Asam salisilat berada dalam kelas obat yang disebut agen keratolitik. Cara kerja obat ini adalah dengan meningkatkan kelembapan kulit dan melarutkan zat yang menyebabkan sel-sel kulit saling menempel. Mekanisme ini akan memudahkan terjadinya pengelupasan sel kulit mati dan menghaluskan permukaan kulit yang terasa kasar.

Asam salisilat dalam bentuk obat yang dioleskan pada kulit (obat topikal) tidak boleh digunakan untuk mengobati kutil di kelamin, hidung, mulut, dan wajah, kutil dengan rambut tumbuh darinya, tahi lalat, serta tanda lahir.

Asam Salisilat (Salicylic Acid)
GolonganKelas terapi : Keratolitik
Kategori obatObat bebas dan obat resep
Bentuk sediaan obatCair, salep, gel, larutan, krim
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan asam salisilat, antara lain:

  • Iritasi kulit ringan
  • Ruam kulit
  • Kulit kering
  • Pengelupasan kulit
  • Perubahan warna kulit
  • Rasa panas pada kulit
  • Toksisitas atau keracunan salisilat yang ditandai dengan mual, muntah, pusing, lesu, dan diare

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan asam salisilat pada kondisi:

  • Gangguan ginjal atau hati
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Infeksi atau iritasi kulit

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat alergi terhadap asam salisilat
  • Diabetes
  • Anak-anak atau remaja yang mengalami demam, gejala flu, atau cacar air

Salisilat yang dioleskan ke kulit dan diserap ke dalam aliran darah dapat menyebabkan sindrom Reye.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan asam salisilat pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika Anda mengalami:

  • Sakit kepala parah, telinga berdenging, masalah pendengaran, dan masalah berpikir
  • Sakit perut yang parah, muntah, atau diare
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Sesak napas
  • Sensasi rasa terbakar yang parah, kekeringan, atau iritasi pada kulit

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Penggunaan asam salisilat bersama obat lain dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Obat jerawat topikal lainnya
    Penggunaan asam salisilat bersama obat jerawat topikal lainnya dapat meningkatkan risiko kulit kering dan iritasi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salicylic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 18 Februari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00936
Diakses pada 18 Februari 2021

Rxlist. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salicylic-acid-topical-route/proper-use/drg-20066030
Diakses pada 18 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-18-866/salicylic-acid-topical/salicylic-acid-keratolytic-topical/details
Diakses pada 18 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607072.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/salicylic-acid-topical.html
Diakses pada 18 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salicylic-acid-topical-route/description/drg-20066030
Diakses pada 18 Februari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/salicylic-acid-topical
Diakses pada 18 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email