Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Asam Mefenamat (Alias: Mefenamic Acid)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 23 Jan 2019
Nyeri saat menstruasi dapat diatasi dengan konsumsi asam mefenamat
Asam Mefenamat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang

Merk dagang yang beredar:

Allogon, Asimat, Dogesic, Femisic, Lapistan, Maxstan, Asam Mefenamat, Mefinal, Ponstan, Solasic, Tropistan.

Asam Mefenamat adalah obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri pasca operasi dan juga peradangan. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri dan kehilangan darah pada saat periode menstruasi.

Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)
Golongan

Antiinflamasi nonsteroid

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

  • Dewasa: 3 kali/hari dengan dosis maksimal 500 mg.
  • Anak di atas 6 bulan: 25 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi hingga 7 hari.

Aturan pakai Asam Mefenamat dengan benar

Asam mefenamat dikonsumsi mengikuti aturan pakai atau anjuran dari dokter. Obat sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Jangan mengonsumsi asam mefenamat dengan antasida kecuali dianjurkan oleh dokter karena dapat memengaruhi asam mefenamat yang diserap oleh tubuh.

Dosis dipengaruhi kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko perdarahan perut atau efek samping, obat ini dikonsumsi dengan dosis efektif terendah untuk waktu yang paling singkat sesuai anjuran dokter. Obat ini biasanya tidak boleh dikonsumsi lebih dari 7 hari.

Jika Anda menggunakannya untuk mengurangi nyeri pada saat menstruasi, mulailah mengonsumsi obat ini pada awal periode atau pada saat merasa nyeri. Biasanya Anda hanya perlu mengonsumsinya selama 2-3 hari pada saat menstruasi. Obat pereda nyeri bekerja paling baik jika digunakan saat pertama kali merasakan nyeri, jika kondisi sudah memburuk atau tidak merasakan nyeri, obat ini mungkin tidak akan berfungsi.

Efek Samping

Beberapa efek samping seperti nyeri perut, mual, nyeri hulu hati, pusing, mengantuk, diare, dan sakit kepala dapat terjadi. Jika efek samping tersebut memburuk, segera konsultasi dengan dokter.

Segera mencari pertolongan medis jika merasakan efek samping yang serius seperti:

  • Tekanan darah meningkat
  • Pingsan
  • Sakit kepala berat
  • Perubahan pendengaran
  • Detak jantung tidak teratur
  • Gejala gagal jantung
  • Urin gelap
  • Alergi berat

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Riwayat penyakit jantung
  • Riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau tukak saluran pencernaan
  • Retensi cairan atau gagal jantung
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitif dengan obat asam mefenamat, aspirin atau OAINS lainnya
  • Penyakit radang usus
  • Gagal ginjal
  • Riwayat asma

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Konsultasi dengan dokter jika ingin menggunakan obat lain dan tetap mengikuti anjuran dokter. Tidak disarankan mengonsumsi asam mefenamat bersamaan dengan obat lain karena dapat meningkatkan risiko efek samping dan interaksi yang serius.

  • Obat aliskiren, Ace inhibitors (kaptopril, Lisinopril), angiotensin, receptor blockers (valsartan, losartan).
  • Meningkatkan risiko perdarahan pada saluran pencernaan dengan aspirin.
  • Mengurangi efek natriuretik dari furosemide atau diuretik tiazid.
  • Penurunan litium ginjal dan peningkatan kadar litium plasma.
  • Meningkatkan efek antikoagulan dengan warfarin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/mefenamic-acid-oral-route/description/drg-20070790
Diakses pada 15 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid
Diakses pada 15 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/details
Diakses pada 15 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top