Asam Mefenamat

02 Mar 2021| Olivia
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Asam Mefenamat berguna untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang

Asam Mefenamat berguna untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Allogon, Asimat, Dogesic, Femisic, Grafix, Lapistan, Maxstan, Mefinal, Mefinter, Ponalar, Ponalar Forte, Ponstan, Solasic, Tropistan.

Deskripsi obat

Asam mefenamat berfungsi untuk meredakan rasa nyeri ringan hingga sedang pada dewasa dan anak-anak, seperti nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri haid atau nyeri yang terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri setelah operasi atau pembedahan.

Asam mefenamat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini bekerja dengan cara mengurangi hormon penyebab nyeri, demam, dan pembengkakan atau peradangan pada tubuh.

Asam mefenamat digunakan jangka pendek, yaitu maksimal 7 (tujuh) hari, untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 14 tahun.

Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)
GolonganKelas terapi : Analgesik Klasifikasi Obat : Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatKapsul, tablet, sirup, kaplet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.

Dosis obatDewasa: 500 mg sebanyak 3 kali/hari.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera konsultasi dengan dokter. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian asam mefenamat antara lain:

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Pusing.
  • Gatal dan ruam pada kulit.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Telinga berdenging (tinnitus).

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain di luar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Lanjut usia.
  • Gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Kencing manis (diabetes melitus).
  • Kadar lipid atau lemak dalam darah tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Gagal jantung ringan hingga sedang.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Dehidrasi.
  • Gagal ginjal dan hati.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang membantu hati mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap asam mefenamat.
  • Gagal jantung berat.
  • Biduran (urtikaria) akibat penggunaan aspirin.
  • Gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Riwayat asma.
  • Peradangan pada saluran pencernaan.
  • Kehamilan trimester terakhir.
  • Nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).

Kategori kehamilan & menyusui

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan asam mefenamat pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan asam mefenamat dan hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan kulit atau mata menguning.
  • Masalah ginjal yang ditandai dengan sedikit atau tidak ada kencing, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, serta merasa lelah atau sesak napas.
  • Tanda pertama ruam kulit meski ringan.
  • Sesak napas walau melakukan aktivitas ringan.
  • Sel darah merah rendah (anemia), seperti kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, serta nyeri kulit diikuti kulit ruam, melepuh, dan mengelupas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi asam mefenamat dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi berikut ini:

  • Obat diuretik, atau untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemide dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik dalam meningkatkan pengeluaran air seni.
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek obat-obatan di atas dalam menurunkan tekanan darah pada pederita hipertensi.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas).
  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan menurunkan ekskresi atau pengeluaran lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mefenamic-acid-oral-capsule#about
Diakses pada 21 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/details
Diakses pada 21 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/mefenamic-acid-oral-route/side-effects/drg-20070790?p=1
Diakses pada 21 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681028.html
Diakses pada 21 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/mefenamic-acid.html
Diakses pada 21 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 21 Januari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/mefenamic-acid-for-pain-and-inflammation-ponstan
Diakses pada 21 Januari 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/m/mefenamic-acid/
Diakses pada 21 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email