Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Asam Fusidat (Alias: Fusidic Acid)

Ditulis oleh dr. Rikho Melga Shalim
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Acdat, Fusigra Cream, Fusipar

Asam fusidat adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus. Obat ini bekerja dengan mengganggu proses sintesis protein pada bakteri sehingga pertumbuhan bakteri terhambat.

Obat ini tersedia dalam bentuk krim, injeksi intravena, tablet, dan tetes mata. Di Indonesia sendiri penggunaan asam fusidat tersedia dalam bentuk krim.

Asam Fusidat (Fusidic Acid)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat dengan resep (obat keras)

Bentuk Obat

Krim 2%, injeksi intravena, tablet, tetes mata

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Keamanan penggunaan asam fusidat selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Obat ini tidak dianjurkan pada ibu hamil pada bulan terakhir kehamilannya karena dapat menyebabkan bayi mengalami kernikterus (kuning) pada bulan pertama kelahirannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Topikal

Oleskan sebanyak 3-4 kali per hari pada infeksi kulit dengan terbuka. Pada infeksi kulit dengan luka tertutup penggunaan dapat ditingkatkan menjadi 5-6 kali per hari. Lama penggunaan obat ini biasanya mencapai 7 hari.

Injeksi intravena

  • Dewasa >50kg: 500mg 3x sehari. Dapat ditingkatkan sampai 3x1gr
  • Dewasa <50kg: 6-7mg/kg 3x sehari
  • Anak: 20mg/kg per hari dibagi dalam 3x pemberian

Pemberian dilakukan secara perlahan minimal selama 2 jam pada pembuluh darah vena yang besar dan baik.

Tetes mata

Konjungtivitis

  • Dewasa: obat tetes mata 1%. 1 tetes pada mata yang sakit tiap 12 jam selama 7 hari
  • Anak ≥2th: obat tetes mata 1%. 1 tetes pada mata yang sakit tiap 12 jam selama 7 hari

Oral

  • Dewasa: 500mg 3x sehari. Dapat ditingkatkan hingga 3x1gr pada infeksi yang lebih berat.
  • Bayi <1tahun: 6mg/kg
  • Anak 1-5 tahun: 250mg
  • Anak 5-12 tahun: 500mg
  • Anak >12 tahun sama dengan dosis dewasa. Pemberian sebanyak 3x sehari.

Aturan pakai Asam Fusidat dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk pada kemasan obat sebelum penggunaan. Biasanya krim dioleskan tipis-tipis ke kulit yang infeksi 3-4 kali sehari. Jika dokter menganjurkan untuk menggunakan perban atau penutup luka, kurangi frekuensi penggunaan krim.

Pada bayi, popok berfungsi sebagai penutup luka sehingga frekuensi aplikasi harus disesuaikan. Konsultasikan ke dokter untuk informasi dosis yang sesuai.

Untuk asam fusidat dalam bentuk injeksi intravena diberikan oleh tenaga medis.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Asam fusidat dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Ruam dan iritasi pada penggunaan topikal
  • Gangguan pencernaan pada penggunaan oral dan intravena
  • Venospasme, thrombophlebitis, hemolisis, dan hipokalsemia pada pemberian intravena

Ditemukan asam fusidat juga dapat menyebabkan bayi mengalami kernikterus pada bulan pertama kelahirannya jika ibu hamil menggunakannya pada bulan terakhir kehamilannya.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat alergi asam fusidat.

Penggunaan perlu dipertimbangkan pada kasus ibu hamil.

Hindari kontak dengan mata pada penggunaan asam fusidat berbentuk krim.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan asam fusidat jika mempunyai kondisi medis alergi atau hipersensitivitas terhadap asam fusidat.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Dalam penggunaan asam fusidat berbentuk krim, tidak ada interaksi dengan obat lain yang tercatat. Pada penggunaan oral atau intravena, asam fusidat bersifat berlawanan dengan obat ciprofloxacin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/fusidic-acid-oral-route-injection-route/proper-use/drg-20067601
Diakses pada 14 Agustus 2019

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fusidic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 14 Agustus 2019

Artikel Terkait:
Back to Top