Arpion Kapsul

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Arpion kapsul adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri akibat kerusakan saraf seperti nyeri neuropati, nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia), kejang pada bagian atau salah satu sisi tubuh (kejang parsial) pada penderita gangguan kejang (epilepsi), dan mengatasi gangguan kecemasan (ansietas). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Arpion kapsul mengandung zat aktif pregabalin.
Arpion Kapsul
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaPregabalin.
Kelas terapiAntikonvulsan.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 kapsul (75 mg; 150 mg; 300 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Pregabalin adalah analog dari neurotransmitter Gamma Amino Butiric Acid (GABA) bekerja dengan mengikat secara kuat ke subunit alfa-2-delta yang menghasilkan perubahan saluran kalsium (Ca) dan mengurangi pelepasan beberapa neurotransmiter seperti glutamat, norepinefrin, serotonin, dopamin, peptida terkait gen kalsitonin dan substansi P. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pregabalin diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Diabsorbsi secara cepat dengan ketersediaan hayati adalah ≥ 90% dan waktu puncak konsentrasi plasma adalah 1,5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi adalah 0,5 L/kg dan tidak terikat pada protein plasma.
  • Metabolisme: Kurang dari 2% pregabalin hampir tidak berubah saat dimetabolisme.
  • Ekskresi: Ekskresi utama melalui urin sebanyak 98% dalam bentuk obat tidak berubah dan waktu paruh eliminasi adalah 6,3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Nyeri karena gangguan saraf (neuropati).
  • Terapi tambahan kejang parsial pada penderita kejang berulang (epilepsi).
  • Nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia).
  • Gangguan kecemasan (ansietas).

Pregabalin menghambat rangsangan nyeri dengan cara bekerja dengan mengikat secara kuat ke subunit alfa-2-delta yang menghasilkan perubahan saluran kalsium (Ca) dan menurunkan pelepasan beberapa neurotransmiter seperti glutamat, norepinefrin, serotonin, dopamin, peptida terkait gen kalsitonin dan substansi P.

Komposisi obat

  • Arpion kapsul 75 mg: pregabalin 75 mg.
  • Arpion kapsul 150 mg: pregabalin 150 mg.
  • Arpion kapsul 300 mg: pregabalin 300 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Nyeri karena gangguan saraf (neuropati):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari setelah selang waktu 3-7 hari.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari setelah selang waktu 7 hari.
  • Terapi tambahan kejang parsial pada penderita kejang berulang (epilepsi):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/ setelah satu minggu.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari/ hari.
  • Nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari setelah satu minggu.
    • Dosis maksimal: 450 mg/hari jika dibutuhkan.
  • Gangguan kecemasan (ansietas):
    • Dosis awal : 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 150 setiap minggu.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari.

Seluruh dosis diberikan dalam 2-3 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan kapsul ditelah utuh.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan minum banyak cairan, jangan minum alkohol terlalu banyak. Bicarakan kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau keadaan semakin parah.
  • Mengatuk, lelah atau pusing.
    Saat Anda terbiasa mengonsumsi pregabalin, efek samping ini akan menghilang tetapi jika tidak hilang dalam waktu satu atau dua minggu, hubungi dokter sebab Anda mungkin membutuhkan pengurangan dosis dan jika tidak kunjung membaik, Anda mungkin membutuhkan obat lain.
  • Perubahan suasana hati.
    Jika setelah mengonsumsi pregabalin Anda mengalami perubahan suasana hati, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti obat.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi pregabalin dengan atau setelah makan untuk meredakan gejala mual dan jangan mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau pedas.
  • Tangan, lengan, tungkai, dan kaki bengkak.
    Jika kaki Anda bengkak, cobalah duduk dengan kaki di atas kursi atau tempat tidur dan usahakan untuk tidak berdiri dalam waktu lama. Berolahraga dapat membantu meringankan efek samping jika lengan Anda bengkak. Jika hal tersebut tidak membantu atau keadaan memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pengelihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping ini dan jika pengelihatan tidak kunjung membaik dalam waktu satu atau dua hari, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti pengobatan.
  • Pada pria terjadi kesulitan untuk ereksi.
    Segera hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu menggati obat atau membutuhkan pengobatan lain yang dapat membantu Anda.
  • Berat badan bertambah.
    Pregabalin dapat menyebabkan Anda merasa lebih lapar sehingga dapat mempengaruhi berat badan Anda. Jangan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan jangan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung banyak kalori seperti keripik, kue, biskuit, dan manisan. Jika Anda merasa lapar di antara waktu makan Anda, cobalah makan buah, sayuran, dan makanan rendah kalori. Olahraga teratur juga akan membantu dalam menjaga berat badan agar tetap stabil.
  • Gangguan memori.
    JIka Anda mengalami gangguan pada ingatan Anda, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti obat.

Perhatian Khusus

  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan obat.
  • Pasien dengan riwayat reaksi alergi berupa pembengkakan pada beberapa bagian tubuh (angioedema).
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan arpion kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Wanita hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan diet natrium atau kalium terkontrol atau pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan atau kecanduan obat.
a

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat diabetes seperti rosiglitazon dan pioglitazon.
    Penggunaan bersama pregabalin meningkatkan berat badan atau pembengkakan pada tangan dan kaki dan meningkatkan risiko gagal jantung pada pasien dengan masalah jantung.
  • Obat nyeri narkotik seperti oksikodon.
    Penggunaan bersama pregabalin menyebabkan pusing dan mengantuk.
  • Obat antideoresan seperti lorazepam.
    Penggunaan bersama pregabalin menyebabkan pusing dan mengantuk.
  • Obat antihipertensi seperti kaptopril, enalapril atau lisinopril.
    Penggunaan bersama pregabalin dapat menyebabkan pembengkakan dan gatal pada tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.
  • Pusing hingga pingsan.
  • Melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata (halusinasi).
  • Terdapat darah dalam urin, buang air kecil terlalu sering, atau sembelit (konstipasi).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pregabalin
Diakses pada 13 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/pregabalin/
Diakses pada 13 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregabalin-oral-capsule#interactions
Diakses pada 13 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00230
Diakses pada 13 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email