no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 10 kapsul (75 mg; 150 mg; 300 mg)
Produsen Pharos Indonesia
Arpion kapsul adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri akibat kerusakan saraf seperti nyeri neuropati, nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia), kejang pada bagian atau salah satu sisi tubuh (kejang parsial) pada penderita gangguan kejang (epilepsi), dan mengatasi gangguan kecemasan (ansietas). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Arpion kapsul mengandung zat aktif pregabalin.
  • Nyeri karena gangguan saraf (neuropati).
  • Terapi tambahan kejang parsial pada penderita kejang berulang (epilepsi).
  • Nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia).
  • Gangguan kecemasan (ansietas).

Pregabalin menghambat rangsangan nyeri dengan cara bekerja dengan mengikat secara kuat ke subunit alfa-2-delta yang menghasilkan perubahan saluran kalsium (Ca) dan menurunkan pelepasan beberapa neurotransmiter seperti glutamat, norepinefrin, serotonin, dopamin, peptida terkait gen kalsitonin dan substansi P.

  • Arpion kapsul 75 mg: pregabalin 75 mg.
  • Arpion kapsul 150 mg: pregabalin 150 mg.
  • Arpion kapsul 300 mg: pregabalin 300 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Nyeri karena gangguan saraf (neuropati):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari setelah selang waktu 3-7 hari.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari setelah selang waktu 7 hari.
  • Terapi tambahan kejang parsial pada penderita kejang berulang (epilepsi):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/ setelah satu minggu.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari/ hari.
  • Nyeri tulang dan otot pada seluruh tubuh (fibromyalgia):
    • Dosis awal: 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari setelah satu minggu.
    • Dosis maksimal: 450 mg/hari jika dibutuhkan.
  • Gangguan kecemasan (ansietas):
    • Dosis awal : 150 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 150 setiap minggu.
    • Dosis maksimal: 600 mg/hari.

Seluruh dosis diberikan dalam 2-3 dosis terbagi.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan kapsul ditelah utuh.
  • Sakit kepala.
    Istirahatlah dan minum banyak cairan, jangan minum alkohol terlalu banyak. Bicarakan kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau keadaan semakin parah.
  • Mengatuk, lelah atau pusing.
    Saat Anda terbiasa mengonsumsi pregabalin, efek samping ini akan menghilang tetapi jika tidak hilang dalam waktu satu atau dua minggu, hubungi dokter sebab Anda mungkin membutuhkan pengurangan dosis dan jika tidak kunjung membaik, Anda mungkin membutuhkan obat lain.
  • Perubahan suasana hati.
    Jika setelah mengonsumsi pregabalin Anda mengalami perubahan suasana hati, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti obat.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi pregabalin dengan atau setelah makan untuk meredakan gejala mual dan jangan mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau pedas.
  • Tangan, lengan, tungkai, dan kaki bengkak.
    Jika kaki Anda bengkak, cobalah duduk dengan kaki di atas kursi atau tempat tidur dan usahakan untuk tidak berdiri dalam waktu lama. Berolahraga dapat membantu meringankan efek samping jika lengan Anda bengkak. Jika hal tersebut tidak membantu atau keadaan memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pengelihatan kabur.
    Hindari mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping ini dan jika pengelihatan tidak kunjung membaik dalam waktu satu atau dua hari, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti pengobatan.
  • Pada pria terjadi kesulitan untuk ereksi.
    Segera hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu menggati obat atau membutuhkan pengobatan lain yang dapat membantu Anda.
  • Berat badan bertambah.
    Pregabalin dapat menyebabkan Anda merasa lebih lapar sehingga dapat mempengaruhi berat badan Anda. Jangan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan jangan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung banyak kalori seperti keripik, kue, biskuit, dan manisan. Jika Anda merasa lapar di antara waktu makan Anda, cobalah makan buah, sayuran, dan makanan rendah kalori. Olahraga teratur juga akan membantu dalam menjaga berat badan agar tetap stabil.
  • Gangguan memori.
    JIka Anda mengalami gangguan pada ingatan Anda, hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu mengganti obat.
  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Wanita hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan diet natrium atau kalium terkontrol atau pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan atau kecanduan obat.
a
  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan obat.
  • Pasien dengan riwayat reaksi alergi berupa pembengkakan pada beberapa bagian tubuh (angioedema).
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Obat diabetes seperti rosiglitazon dan pioglitazon.
    Penggunaan bersama pregabalin meningkatkan berat badan atau pembengkakan pada tangan dan kaki dan meningkatkan risiko gagal jantung pada pasien dengan masalah jantung.
  • Obat nyeri narkotik seperti oksikodon.
    Penggunaan bersama pregabalin menyebabkan pusing dan mengantuk.
  • Obat antideoresan seperti lorazepam.
    Penggunaan bersama pregabalin menyebabkan pusing dan mengantuk.
  • Obat antihipertensi seperti kaptopril, enalapril atau lisinopril.
    Penggunaan bersama pregabalin dapat menyebabkan pembengkakan dan gatal pada tubuh.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pregabalin
Diakses pada 13 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/pregabalin/
Diakses pada 13 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregabalin-oral-capsule#interactions
Diakses pada 13 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00230
Diakses pada 13 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait