Aromasin Tablet 25 mg

16 Jul 2020| Maria Yuniar
Aromasin tablet adalah obat untuk mengatasi kanker payudara stadium lanjut pada wanita.

Deskripsi obat

Aromasin tablet adalah obat untuk mengatasi kanker payudara stadium lanjut pada wanita. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Aromasin tablet mengandung zat aktif eksemestan.

Aromasin Tablet 25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 1.914.974/box per Juni 2020
Kemasan1 box isi 2 strip @ 15 tablet (25 mg)
ProdusenPfizer Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati kanker payudara stadium lanjut pada wanita yang terjadi secara alamiah atau diinduksi status setelah menopause.
  • Terapi tambahan pada wanita pasca menopause dengan kanker payudara stadium awal dengan reseptor estrogen positif sesudah dilakukan terapi tambahan awal dengan tamoksifen selama 2-3 tahun.

Komposisi obat

Eksemestan 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

25 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Kelelahan.
  • Rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Mual.
  • Berkeringat banyak.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Nyeri.
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Muntah.
  • Depresi.
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri sendi.
  • Gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
  • Gangguan kecemasan.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Sesak napas.
  • Penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki (edema perifer).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita dengan status endokrin pra menopause.
  • Lakukan pemantauan ketat pada pasien yang mengonsumsi obat ini.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Mengonsumsi obat ini dapat mengurangi massa mineral dalam tulang.
  • Pasien yang kekurangan vitamin D (defisiensi vitamin D).
  • Pasien penderita kanker payudara pada wanita pre menopause.
  • Dapat mengganggu kesuburan.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori D: Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat ipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat inu.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Wanita yang belum mengalami menopause.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat yang mengandung estrogen.
  • Rifampisin.
  • Obat untuk mengatasi kejang (antikonvulsan).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aromasin?type=brief&lang=id
Diakses pada 22 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/aromasin-exemestane-342216#5
Diakses pada 22 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/exemestane.html
Diakses pada 22 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email