Aromasin tablet adalah obat untuk mengatasi kanker payudara stadium lanjut pada wanita.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 1.914.974/box per Juni 2020
Kemasan 1 box isi 2 strip @ 15 tablet (25 mg)
Produsen Pfizer Indonesia

Aromasin tablet adalah obat untuk mengatasi kanker payudara stadium lanjut pada wanita. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Aromasin tablet mengandung zat aktif eksemestan.

  • Mengobati kanker payudara stadium lanjut pada wanita yang terjadi secara alamiah atau diinduksi status setelah menopause.
  • Terapi tambahan pada wanita pasca menopause dengan kanker payudara stadium awal dengan reseptor estrogen positif sesudah dilakukan terapi tambahan awal dengan tamoksifen selama 2-3 tahun.

Eksemestan 25 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

25 mg sebanyak 1 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

  • Kelelahan.
  • Rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Mual.
  • Berkeringat banyak.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Nyeri.
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Muntah.
  • Depresi.
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri sendi.
  • Gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang (gangguan muskuloskeletal).
  • Gangguan kecemasan.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Sesak napas.
  • Penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kakipenumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki (edema perifer).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat unu.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Wanita yang belum mengalami menopause.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita dengan status endokrin pra menopause.
  • Lakukan pemantauan ketat pada pasien yang mengonsumsi obat ini.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Mengonsumsi obat ini dapat mengurangi massa mineral dalam tulang.
  • Pasien yang kekurangan vitamin D (defisiensi vitamin D).
  • Pasien penderita kanker payudara pada wanita pre menopause.
  • Dapat mengganggu kesuburan.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori D: Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat ipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.
  • Obat yang mengandung estrogen.
  • Rifampisin.
  • Obat untuk mengatasi kejang (antikonvulsan).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aromasin?type=brief&lang=id
Diakses pada 22 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/aromasin-exemestane-342216#5
Diakses pada 22 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/exemestane.html
Diakses pada 22 Juni 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait