Arkavit Kaplet

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Arkavit kaplet adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks.

Deskripsi obat

Arkavit kaplet adalah suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Arkavit kaplet mengandung zat aktif vitamin B1 (tiamin hidroklorida), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin hidroklorida), kalsium pantotenat, dan nikotinamida.

Arkavit Kaplet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Informasi tambahanLactose intolerant.
Kandungan utamaVitamin B1 (tiamin hidroklorida), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin hidroklorida), kalsium pantotenat, dan nikotinamida.
Kelas terapiVitamin neurotropik.
Klasifikasi obatVitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenBalafit

Informasi zat aktif

Vitamin B1 atau tiamin adalah vitamin yang mampu mengolah karbohidrat menjadi energi, vitamin ini berperan penting dalam metabolisme glukosa, menjaga fungsi saraf otot, dan jantung. Vitamin B6 atau piridoksin adalah vitamin yang larut dalam air, vitamin ini berperan dalam metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat serta berperan dalam pembentukan sel darah merah dan neurotransmitter.
Kalsium Pantotenat adalah garam kalsium dari vitamin B5 yang larut dalam air, ditemukan di mana-mana pada tumbuhan dan jaringan hewan dengan sifat antioksidan. Pentothenate adalah komponen koenzim A (CoA) dan bagian dari vitamin B2 kompleks. Vitamin B5 merupakan faktor pertumbuhan dan penting untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. Vitamin ini juga terlibat dalam sintesis kolesterol, lipid, neurotransmiter, hormon steroid, dan hemoglobin. Nikotinamida juga dikenal sebagai niasinamida atau nikotinik amida, adalah bentuk aktif vitamin B3 yang larut dalam air. Nikotinamida digunakan secara efektif untuk mengobati pellagra yaitu penyakit akibat rendahnya kadar niasin atau vitamin B3 dalam tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urin sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urin sebagai obat tidak berubah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (diekskresikan tidak berubah dalam urin) dan 30% (feses).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran GI. Kadar kolesterol dan trigliserida menurun setelah beberapa hari.
  • Distribusi: Koenzim didistribusikan secara luas di jaringan tubuh, vitamin B3 muncul dalam ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme oleh hati menjadi metabolit aktif.
  • Ekskresi: Diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi kekurangan vitamin B.
  • Mengobati penyakit beri-beri.
  • Mengobati peradangan pada berbagai saraf (polineuritis).

Vitamin B1 (tiamin hidroklorida) adalah vitamin yang dapat larut dalam air, vitamin ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Penyakit beri-beri disebabkan karena penumpukan asam piruvat dalam aliran darah, yang merupakan efek samping dari tubuh yang tidak dapat mengubah makanan menjadi energi.
Vitamin B2 (riboflavin) adalah vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan yang baik secara keseluruhan. Ini membantu tubuh memecah karbohidrat, protein dan lemak untuk menghasilkan energi, dan memungkinkan oksigen digunakan oleh tubuh.
Vitamin B6 (piridoksin hidroklorida) berperan dalam metabolisme asam amino, produksi sel darah merah, dan pembentukan neurotransmiter. Peradangan dapat menurunkan kadar vitamin B6 dalam darah, sehingga vitamin B6 dapat memperbaiki defisiensi dan mengurangi terjadinya peradangan.
Kalsium Pantotenat adalah garam kalsium dari vitamin B5 yang larut dalam air, ditemukan di mana-mana pada tumbuhan dan jaringan hewan dengan sifat antioksidan. Pentothenate adalah komponen koenzim A (CoA) dan bagian dari vitamin B2 kompleks. Vitamin B5 merupakan faktor pertumbuhan dan penting untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. Vitamin ini juga terlibat dalam sintesis kolesterol, lipid, neurotransmiter, hormon steroid, dan hemoglobin.
Nikotinamida juga dikenal sebagai niasinamida atau nikotinik amida, adalah bentuk aktif vitamin B3 yang larut dalam air. Nikotinamida digunakan secara efektif untuk mengobati pellagra yaitu penyakit akibat rendahnya kadar niasin atau vitamin B3 dalam tubuh.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1-2 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Diare
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda sangat kesakitan, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Penggunaan vitamin B2 dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan perubahan warna urin menjadi kuning cerah
  • Biduran (urtikaria).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita peradangan usus besar (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya. Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan arkavit kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat tersebut.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Obat antikolinergik.
    Penggunaan antikolinergik ini dengan riboflavin (vitamin B2) dapat meningkatkan kadar riboflavin yang diserap dalam tubuh.
  • Obat antidepresan trisiklik.
    Beberapa obat untuk depresi dapat menurunkan jumlah riboflavin dalam tubuh. Interaksi ini bukanlah masalah besar karena hanya terjadi dengan sejumlah besar obat untuk depresi.
  • Fenobarbital.
    Fenobarbital dapat meningkatkan seberapa cepat riboflavin dipecah dalam tubuh.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah riboflavin di dalam tubuh, sehingga mungkin menyebabkan terlalu banyak riboflavin di dalam tubuh. 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Bibir berwarna biru.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Kotoran hitam, berdarah.
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kemerahan parah di bawah kulit Anda.
  • Masalah penglihatan.
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata).
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Mati rasa di kaki Anda atau di sekitar mulut Anda.
  • Merasa lelah.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 12 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-853/pantothenic-acid-vitamin-b5
Diakses pada 12 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1534/niacinamide
Diakses pada 12 Oktober 2020

Glow. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/n018.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/niacin.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
Diakses pada 12 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Niasin atau Vitamin B3 yang Berperan Penting untuk Tubuh

Niasin atau vitamin B3 merupakan salah satu anggota keluarga vitamin B kompleks. Seperti semua rekannya, niasin memainkan peranan penting, bahkan memiliki potensi manfaat kesehatan.
19 Feb 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Niasin atau Vitamin B3 yang Berperan Penting untuk Tubuh

4 Jenis Vitamin Penting untuk Wanita

Vitamin untuk wanita sangat penting diminum untuk menjaga kesehatan. Berikut 4 jenis vitamin yang wajib dikonsumsi agar stamina terjaga.Baca selengkapnya
4 Jenis Vitamin Penting untuk Wanita

5 Vitamin Terbaik untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kita perlu asupan vitamin yang teratur agar selalu fit dan tidak gampang sakit. Selain vitamin C, empat vitamin ini perlu didapat untuk meningkatkan daya tahan tubuh!
09 Mar 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
5 Vitamin Terbaik untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh