Ariski Tablet

15 Okt 2020

Deskripsi obat

Ariski tablet adalah obat untuk mengatasi gejala gangguan mental penyakit mental yang menyebabkan pemikiran yang terganggu atau tidak biasa, kehilangan minat dalam hidup, dan emosi yang kuat (skizofrenia) dan gangguan mental yang membuat penderita mengalami perubahan suasana hati secara drastis (bipolar). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ariski tablet mengandung zat aktif aripiprazol.
Ariski Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAripiprazol.
Kelas terapiAntipsikotik.
Klasifikasi obatDerivat kuinolon.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (10 mg; 15 mg)
ProdusenActavis Indonesia

Informasi zat aktif

Aripiprazol adalah agen antipsikotik turunan kuinolon yang bertindak sebagai agonis parsial pada reseptor D2 dan 5-HT1A dan sebagai antagonis pada reseptor 5-HT2A yang dianggap membantu mengatur jumlah bahan kimia tertentu di otak Anda. Bahan kimia tersebut adalah dopamin dan serotonin yang mengelola tingkat bahan kimia ini dapat membantu mengontrol kondisi Anda.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, aripiprazol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 87% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) kira-kira 3-5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 4,9 L / kg. Ikatan protein plasma sekitar 99% (terutama untuk albumin).
  • Metabolisme: Terutama di hati.
  • Ekskresi: Melalui feses (sekitar 55%); urin (sekitar 25%) terutama sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 75 jam (aripiprazole); sekitar 95 jam (dehydro-aripiprazole).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gejala skizofrenia (gangguan mental yang menyebabkan pemikiran terganggu, kehilangan minat dalam hidup, dan memiliki emosi yang kuat).
  • Mengatasi gejala bipolar (gangguan mental yang membuat penderita mengalami perubahan suasana hati secara drastis).
  • Mengontrol perilaku yang mudah marah dan perubahan suasana hati yang sering terjadi pada anak-anak.
  • Mengobati kelainan suatu kondisi yang ditandai dengan kebutuhan untuk melakukan gerakan yang berulang atau mengulangi suara atau kata-kata (sindrom Tourette).
  • Pengobatan gangguan autistik (masalah perkembangan yang menyebabkan kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain).
  • Mengobati gejala depresi.

Aripiprazol adalah obat antipsikotik yang bekerja dengan menyeimbangkan senyawa kimia tertentu dalam otak seperti dopamin dan serotonin. Sehingga akan membantu mengontrol kondisi dan membuat pikiran menjadi lebih jernih.

Komposisi obat

  • Ariski tablet 10 mg: aripiprazol 10 mg.
  • Ariski tablet 15 mg: aripiprazol 15 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Skizofrenia:
    • Dosis awal: 10 mg atau 15 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis pemeliharaan: 15 mg sebanyak 1 kali/hari.
      Dosis disesuaikan minimal dengan interval 2 minggu.
    • Dosis maksimal: 30 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Bipolar:
    • Dosis awal: 15 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditigkatkan menjadi 30 mg sebanyak 1 kali/hari sesuai respon pasien.

Anak-anak:

  • Anak-anak 15 tahun ke atas:
    • Skizofrenia:
      • Dosis awal: 2 mg dikonsumsi selama 2 hari, dititrasi menjadi 5 mg selama 2 hari tambahan untuk mencapai dosis anjuran, 10 mg/hari. Peningkatan dosis selanjutnya harus secara bertahap setiap 5 mg.
      • Dosis maksimal: 30 mg/hari.
  • Anak-anak 13 tahun ke atas:
    • Bipolar:
      • Dosis awal: 2 mg sebanyak 2 kali/hari dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg selama 2 hari tambahan hingga mancapai dosis yang ditentukan yaitu 10 mg/hari. Peningkatan harus dilakukan secara bertahap setiap 5 mg.
      • Dosis maksimal: 30 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual dan muntah.
    Konsumsi obat ini sesudah makan, konsumsi sedikit air secara teratur untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Segera hubungi dokter untuk merekomendasikan obat antimual dan muntah jika efek ini terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah makan makanan mengandung serat tinggi, minum air yang cukup, dan berolahraga serta dapat berkonsultasi kepada pofesional kesehatan Anda.
  • Pusing.
    Jika aripiprazol membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula.
  • Gerakan tidak terkendali (tremor).
  • Gangguan pengelihatan seperti pengelihatan kabur.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan irama jantung menjadi lebih lambat (bradikardia) atau lebih cepat (takikardia).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki penyakit lemak darah tinggi (kolesterol).
    Konsumsi klozapin dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan jumlah kolesterol atau trigliserida.
  • Konsumsi klozapin ini menyebabkan risiko tekena penyakit jantung.
  • Pasien yang memiliki gangguan darah seperti jumlah sel darah putih rendah (leukimia).
  • Konsumsi klozapin ini terkadang menyebabkan kenaikan kadar gula darah.
  • Pasien yang memiliki tekanan di bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang memiliki penyakit gula darah tinggi (diabetes).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ariski tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat sumsum tulang yang gagal membentuk granulosit (agranulositosis atau granulositopenia).
  • Pasien yang memiliki gangguan ginjal dan hati berat termasuk penyakit hati aktif atau progresif dan gagal hati.
  • Pasien penderita kejang secara berulang (epilepsi) yang tidak terkontrol.
  • Pasien yang memiliki gangguan jantung berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kloramfenikol.
    Penggunaan bersama klozapin meningkatkan efek samping seperti penurunan jumlah sel neutrofil dalam darah (neutropenia).
  • Norepinefrin.
    Penggunaan bersama klozapin mengurangi efek terapeutik dari masing-masing obat tersebut.
  • Asam valporik.
    Penggunaan klozapin bersama dengan asam valporik dapat meningkatkan risiko kejang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Beritahu dokter Anda jika Anda mengalami:

  • Ruam.
  • Gatal-gatal.
  • Pembengkakan pada mata, wajah, mulut, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Kejang.
  • Perubahan penglihatan.
  • Gemetar tak terkendali.
  • Demam.
  • Otot kaku.
  • Berkeringat.
  • Detak jantung cepat, berdebar, atau tidak teratur
    Sesak tenggorokan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aripiprazole
Diakses pada 22 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/aripiprazole.html
Diakses pada 22 September 2020

Nhs. http://www.awp.nhs.uk/media/920142/aripiprazole.pdf
Diakses pada 22 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/aripiprazole-oral-tablet#about
Diakses pada 22 September 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a603012.html
Diakses pada 22 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email