Aripiprazole

27 Apr 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Aripiprazole digunakan untuk mengobati gangguan mental seperti gejala skizofrenia dan bipolar

Aripiprazole digunakan untuk mengobati gangguan mental seperti gejala skizofrenia dan bipolar

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Abilify, Abilify Discmelt, Ariski, Aripi

Deskripsi obat

Aripiprazole digunakan untuk mengobati gangguan mental, seperti gejala skizofrenia pada orang dewasa dan remaja berusia 13 tahun ke atas, serta bipolar.

Obat ini juga digunakan untuk merawat anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun yang memiliki gangguan autistik. Aripiprazole dapat membantu mengontrol perilaku mudah marah dan perubahan suasana hati yang sering terjadi pada anak-anak ini.

Selain itu, aripiprazole juga digunakan untuk merawat anak-anak berusia 6 hingga 18 tahun yang memiliki sindrom Tourette. Kondisi ini ditandai dengan kebutuhan untuk melakukan gerakan atau mengeluarkan suara dan kata-kata berulang.

Aripiprazole (Aripiprazol)
GolonganKelas terapi: Antipsikotik Klasifikasi obat: Derivat kuinolon
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, larutan, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak berusia 13 tahun ke atas
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan aripiprazole adalah:

  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Cobalah makan makanan mengandung serat tinggi, minum air yang cukup, dan berolahraga serta dapat berkonsultasi kepada pofesional kesehatan Anda
  • Pusing
    Jika aripiprazol membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Mulut kering
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap permen bebas gula
  • Mual dan muntah
    Konsumsi obat ini sesudah makan, konsumsi sedikit air secara teratur untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Segera hubungi dokter untuk merekomendasikan obat antimual dan muntah jika efek ini terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  • Gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Gangguan pengelihatan seperti pengelihatan kabur
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Gangguan irama jantung menjadi lebih lambat (bradikardia) atau lebih cepat (takikardia)
  • Sembelit
  • Peningkatan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Peningkatan air liur
  • Kekakuan otot
  • Peningkatan berat badan
  • Gelisah
  • Kelelahan
  • Insomnia
  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan aripiprazole pada kondisi:

  • Kolesterol tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Rendahnya jumlah sel darah putih
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah rendah atau tinggi
  • Serangan jantung atau stroke
  • Kesulitan menelan
  • Diabetes
  • Gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kontrol impuls, atau perilaku adiktif

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C. Lindungi dari cahaya matahari langsung dan kelembapan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan aripiprazole pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap aripiprazole
  • Riwayat sumsum tulang yang gagal membentuk granulosit (agranulositosis atau granulositopenia)
  • Gangguan ginjal dan hati berat, termasuk penyakit hati aktif atau progresif dan gagal hati
  • Penderita kejang secara berulang (epilepsi) yang tidak terkontrol
  • Gangguan jantung berat

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan aripiprazole pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami kondisi:

  • Perasaan gelisah
  • Gerakan mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki yang berkedut atau tidak terkendali
  • Penampilan wajah seperti topeng, kesulitan menelan, dan masalah bicara
  • Kejang
  • Timbul pikiran tentang bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
  • Terjadi reaksi sistem saraf parah, seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, dan perasaan seperti akan pingsan
  • Jumlah sel darah rendah disertai demam, menggigil, sakit tenggorokan, seriawan, luka kulit, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, dan pusing
  • Kadar gula darah tinggi dengan gejala rasa haus meningkat, buang air kecil meningkat, mulut kering, dan bau napas buah

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi aripiprazole dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Antihipertensi
    Aripiprazole dapat meningkatkan efek obat antihipertensi, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
  • Lorazepam
    Penggunaan bersama lorazepam dapat menyebabkan sedasi atau peningkatan rasa kantuk.
  • Penghambat CYP2D6 yang manjur (misalnya quinidine, fluoxetine, dan paroxetine) atau CYP3A4 (misalnya ketoconazole, itraconazole, dan clarithromycin)
  • Penginduksi CYP3A4 yang kuat, misalnya karbamazepin, rifampicin, rifabutin, fenitoin, fenobarbital, primidon, efavirenz, dan nevirapine
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar aripiprazole, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Obat serotonergik lain, misalnya penghambat reuptake serotonin-norepinefrin atau SSRI
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan risiko peningkatan sindrom serotonin atau tingginya kadar serotonin dalam tubuh.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/aripiprazole?mtype=generic
Diakses pada 26 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a603012.html
Diakses pada 26 Maret 2021

Drugs. https://www.drugs.com/aripiprazole.html
Diakses pada 26 Maret 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/abilify-drug.htm
Diakses pada 26 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-64437-4274/aripiprazole-oral/aripiprazole-oral/details
Diakses pada 26 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email