Arfen Forte Suspensi 60 ml

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Arfen forte suspensi adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri setelah operasi, dan menurunkan demam. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Arfen forte suspensi mengandung zat aktif ibuprofen.

Arfen Forte Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaIbuprofen.
Kelas terapiAnalgesik, antipiretik, dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 1 botol 60 ml
ProdusenSolas Langgeng Sejahtera

Informasi zat aktif

Ibuprofen termasuk dalam golongan NSAID, yang bersifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Obat ini bekerja dengan menghambat siklooksigenase-1 dan 2 dengan demikian, juga menghambat sintesis prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan. Sehingga tidak terjadi gejala peradangan seperti demam dan nyeri. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu puncak konsentrasi plasma: 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: 90-99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (45-80% sebagai metabolit, kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah); feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu paruh eliminasi: sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Ibuprofen adalah obat penghambat non-selektif dari enzim siklooksigenase (COX), yang dibutuhkan tubuh untuk produksi prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan melalui jalur asam arakidonat. COX diperlukan untuk mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin H2 (PGH2). Ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, sehingga obat ini mampu mengatasi berbagai gejala dari peradangan tersebut, seperti:

  • Meringankan sakit gigi.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Mengatasi nyeri pada punggung.
  • Meredakan nyeri yang disebabkan karena peradangan sendi (arthritis).
  • Menurunkan demam.
  • Meringankan nyeri haid (dismenore).
  • Mengatasi nyeri pada otot.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: ibuprofen 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Anak-anak: 20 mg/kgBB dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan, hindari konsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau sakit kepala menjadi parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mual.
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Buang angin.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti bawang dan kacang-kacangan. Dapat juga mengonsumsi obat seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dalam sementara dapat mengonsumsi antasida.
  • Pusing.
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan perubahan mood.
  • Leher terasa kaku.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Diare.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Urin berwarna gelap.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan.
  • Reaksi alergi seperti gatal dan ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan pengenceran darah.
  • Pasien penderita gangguan pendarahan atau yang memilik risiko pendarahan seperti sehabis operasi.
  • Pasien dengan pendarahan di saluran cerna (gastrointestinal) dan penderita tekanan pada bola mata (intraokular).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan arfen forte suspensi pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ibuprofen atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya.
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati
  • Pasien penderita gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita luka pada saluran pencernaan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metotreksat dan lithium.
    Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan ibuprofen bersama dengan obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas pada ginjal.
  • Obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning seperti kulit atau mata yang menjadi menguning.
  • Masalah ginjal sedikit atau tidak ada buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah seperti anemia, kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar terutama di wajah atau tubuh bagian atas dan menyebabkan lepuh serta pengelupasan.
  • Sesak napas.
  • Tanda-tanda pendarahan perut seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat.
  • Ruam pada kulit.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/arfen-arfen%20forte
Diakses pada 27 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 27 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 27 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 27 Juli 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 27 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email