Ardium Tablet 500 mg

Ditinjau oleh Dea Febriyani
Ardium tablet adalah obat untuk dapat membantu meringankan varises dan wasir

Deskripsi obat

Ardium tablet adalah obat yang berfungsi untuk membantu meringankan pelebaran pembuluh darah di kaki (varises) dan pembesaran pembuluh darah di rektum (wasir). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Ardium tablet mengandung ekstrak citrus sinensis sebagai zat aktifnya. Citrus sinensis merupakan buah jeruk hasil persilangan buah pomelo atau jeruk bali dan jeruk mandarin.

Citrus sinensis mengandung micronized purified flavonoid fraction yang setara dengan diosmin dan flavonoid dalam bentuk hesperidin 10%. Diosmin dan hesperidin merupakan senyawa flavonoid. Kombinasi tersebut dapat mengurangi gangguan dan melambatnya sirkulasi darah (stasis vena).

Ardium Tablet 500 mg
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaMicronized purified flavonoid fraction setara dengan diomsin dan flavonoid yang dimurnikan secara mikro dan flavonoid dalam bentuk hesperidin.
Kelas terapiPreparat anorektal atau preparat peradangan pembuluh darah dan varies.
Klasifikasi obatBioflavonoid.
Kemasan1 box isi 4 strip @ 15 tablet (500 mg)
ProdusenServier

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan pelebaran pembuluh darah di kaki (varises).
  • Mengobati pembesaran pembuluh darah di rektum (wasir) akut dan kronis.

Kandungan pada Citrus sinensis, yaitu micronized purified flavonoid fraction setara dengan diomsin dan flavonoid dalam bentuk hesperidin. Flavonoid adalah produk yang diekstraksi dari tumbuhan dan ditemukan di beberapa bagian tumbuhan.

Senyawa flavonoid umum digunakan untuk mengobati wasir. Senyawa ini mampu mengatasi pembuluh darah yang tegang (tonus pembuluh darah), mencegah keluarnya cairan dari jaringan ke dalam kelenjar getah bening (drainase limfatik), dan meredakan peradangan (antiinflamasi).

Komposisi obat

Ekstrak Citrus sinensis yang mengandung micronized purified flavonoid fraction 500 mg, atau setara dengan:

  • Diomsin 90%.
  • Flavonoid dalam bentuk hesperidin 10%.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Pengobatan gangguan peredaran darah di kaki dan wasir kronis: 2 tablet/hari selama 2 bulan.
  • Pengobatan wasir akut: 6 tablet/hari selama 4 hari, dilanjutkan 4 tablet/hari selama 3 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi pada waktu makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
  • Kulit kemerahan dan gatal-gatal.
  • Nyeri otot.
  • Masalah darah dan perubahan detak jantung.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien tekanan darah rendah.
  • Pasien yang akan menjalankan operasi.
  • Informasikan pada dokter atau tenaga medis mengenai penyakit atau kondisi kesehatan yang sedang Anda alami.

Kategori kehamilan

Informasi mengenai keamanan penggunaan Ardium tablet pada masa kehamilan dan menyusui masih kurang, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memilik alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin, carbamazepine, phenytoin atau dilantin, allegra, chlorzoxazone, voltaren, motrin, advil, aleve, dan acetaminophen.
    Diosmin dapat menghambat berbagai enzim hati yang bertanggung jawab untuk memetabolisme obat-obatan di atas. Hal ini dapat menyebabkan obat kurang efektif dan mungkin berbahaya bagi mereka yang mengalami gangguan perdarahan karena dapat menghambat kerja tubuh dalam membekukan darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika gejala atau masalah kesehatan Anda tidak kunjung membaik atau memburuk.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/diosmin#Interactions
Diakses pada 8 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/diosmin-and-hesperidin.html
Diakses pada 8 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1030/diosmin
Diakses pada 8 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1033/hesperidin
Diakses pada 8 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email