Antidine Tablet 20 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Antidine tablet adalah obat untuk mengatasi kelebihan produksi asam lambung seperti pada tukak lambung dan ulkus duodenum. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Antidine tablet mengandung zat aktif famotidin.
Antidine Tablet 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaFamotidin.
Kelas terapiAntasida.
Klasifikasi obatAntagonis reseptor histamin H2.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mg)
ProdusenKimia Farma

Informasi zat aktif

Famotidin dapat menurunkan produksi asam lambung, famotidin secara kompetitif menghambat histamin pada reseptor H2 dari sel parietal lambung sehingga menghambat sekresi asam lambung dan volume lambung.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, famotidin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 40-45%. Waktu untuk konsentrasi serum puncak selama 1-3 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan ada dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 1,3 ± 0,2 L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 15-20%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama yang minimal untuk membentuk S-oksida.
  • Ekskresi: Melalui urin 25-30%. Waktu paruh eliminasi selama 2,5-3,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi kondisi yang disebabkan akibat peningkatan asam lambung seperti:

  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus (esofagitis refluks).
  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan karena peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).

Famotidin adalah obat yang dapat menurunkan asam lambung, obat ini termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat reseptor histamin-2. Famotidine bekerja dengan memblokir reseptor histamin 2 (H2) di perut Anda. Reseptor ini membantu melepaskan asam di perut Anda.

Komposisi obat

Famotidin 20 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Tukak duodenum akut: 40 mg/hari dikonsumsi sebelum tidur atau 20 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Pemeliharaan: 20 mg/hari dikonsumsi sebelum tidur.
  • Tukak lambung ringan: 40 mg/hari dikonsumsi sebelum tidur.
  • GERD: 20 mg sebanyak 2 kali/hari dikonsumsi selama 6 minggu.
  • Penderita dengan esofagitis termasuk diagnosa erosi atau ulserasi: 20-40 mg sebanyak 2 kali/hari, dikonsumsi selama 12 minggu.
  • Kondisi hipersekresi patologis:
    • Dosis awal: 20 mg tiap 6 jam.
  • Sindrom Zollinger-Ellison berat: 160 mg tiap 6 jam.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Cobalah minum banyak air dan mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi, dehidrasi ditandai dengan gangguan kesulitan mengeluarkan urin dan urin berwarna gelap.
  • Pusing.
    Jika Anda mengalami pusing setelah mengonsumsi famotidin, jangan mengemudi dan jangan menggunakan alat atau mesin dan jangan mengonsumsi alkohol. Istirahatlah hingga merasa lebih baik.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum banyak air setiap hari. Konsumsi banyak serat untuk mengatasi sembelit.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit paru-paru kronis.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien immunocompromised atau diintubasi.
  • Kemungkinan keganasan pada lambung harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum memulai terapi.
  • Pasien penderita gagal ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap famotidin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Dasatinib.
    Famotidin dapat menurunkan penyerapan dari dasatinib sehingga akan menurunkan efektivitas dari dasatinib.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat menghambat sekresi famotidin pada tubulus ginjal.
  • Antasida.
    Antasida dapat mengurangi penyerapan famotidin.
  • Atazanavir, cefditoren, delavirdin, ketokonazol, dan fosamprenavir.
    Famotidin dapat menurunkan kadar serum obat di atas sehingga dapat menurunkan efektivitas obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda merasa kebingungan, halusinasi, gelisah, kekurangan energi, kejang, detak jantung cepat atau berdebar, pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan atau nyeri otot yang tidak dapat dijelaskan, nyeri saat ditekan, atau kelemahan terutama jika Anda juga mengalami demam, kelelahan yang tidak biasa, dan urin berwarna gelap.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/famotidine?mtype=generic
Diakses pada 3 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/famotidine-to-reduce-stomach-acid
Diakses pada 3 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/famotidine.html
Diakses pada 3 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5035-2033/famotidine-oral/famotidine-oral/details
Diakses pada 3 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung yang Bersahabat

Buah yang aman untuk asam lambung atau penderita GERD adalah yang tidak bersifat asam seperti alpukat, apel, berries, melon, persik, dan pisang.
25 Jul 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung yang Bersahabat

Posisi Tidur yang Baik Dapat Mencegah Asam Lambung Naik

Posisi tidur yang baik dapat mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan dan melindungi dari efek berbahaya refluks asam lambung berkepanjangan. Berikut posisi tidur yang direkomendasikan untuk mencegah asam lambung naik saat tidur.
01 Sep 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Posisi Tidur yang Baik Dapat Mencegah Asam Lambung Naik

Mengenal Perbedaan Maag dan Asam Lambung Kronis akibat GERD

Perbedaan maag dan asam lambung kronis karena GERD perlu Anda ketahui untuk dapat ditangani dengan benar. Perbedaan GERD dan maag juga dapat dilihat dari gejalanya.
28 May 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Mengenal Perbedaan Maag dan Asam Lambung Kronis akibat GERD