Promag, Mylanta, Polysilane, Magtral, Antasida Doen, Gastran, Simeco, Maag Gel, Konimag, Gastromag, Gestrig

Antasida adalah obat penetral asam lambung yang bisa dibeli secara bebas di toko obat. Indikasinya terutama untuk gejala saluran pencernaan atas.

Antasida adalah golongan obat penetral asam lambung untuk gejala asam lambung naik, nyeri ulu hati, dan mual yang diakibatkan banyak keadaan seperti esofagitis, gastritis/maag, dan duodenitis.

Antasida adalah obat yang dapat dibeli bebas di toko obat. Walau begitu, tidak berarti penggunaannya bisa semaunya, namun tetap harus mengikuti petunjuk dokter atau petunjuk kemasan obat.

 

Antasida (-)
Golongan

Penetral asam lambung

Kategori obat

Obat dijual bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet kunyah, sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun

Kategori kehamilan dan menyusui

Belum ada kategori obat untuk kehamilan. Antasida sebaiknya hanya dikonsumsi bila manfaat pemberian melebihi risiko yang dapat ditimbulkan.  Antasida aman dikonsumsi oleh ibu menyusui.  

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau membaca dengan baik petunjuk kemasan sebelum mengonsumsi obat.

Tablet Kunyah

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet 3-4 kali sehari
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 -1 tablet 3-4 kali sehari

Sirup

  • Disesuaikan dengan petunjuk kemasan

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan antasida sebelum penggunaan.

Antasida sebaiknya diminum seperlunya saja (bila masih ada gejala) setelah makan dan sebelum tidur.

Bila Anda lebih memilih tablet kunyah, sebaiknya kunyah tablet antasida sampai benar-benar hancur sebelum ditelan, kemudian minum 1 gelas penuh air putih.

Bila Anda memilih antasida sediaan sirup/cair, selalu kocok botol kemasan sebelum menuangkan obat ke sendok khusus obat. Usahakan untuk menakar berapa mililiter obat yang dituang dengan alat takaran.

Hindari menggunakan sendok makan untuk menakar obat karena seringkali dosisnya tidak tepat.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Antasida dapat menyebabkan efek samping. Efek samping tersering meliputi

  • Diare
  • Konstipasi (susah buang air besar)
  • Sakit kepala

Efek samping penggunaan antasida jangka panjang yang mungkin terjadi adalah rendahnya kadar fosfat dalam tubuh yang menyebabkan gejala penurunan nafsu makan, rasa cepat lelah, dan kelemahan otot.

Efek samping antasida yang jarang terjadi namun serius adalah:

  • BAB dengan feses berwarna hitam
  • Muntah berwarna hitam
  • Gangguan pernapasan: napas lambat dan dangkal
  • Denyut jantung yang lambat atau tidak teratur
  • Gangguan mood (misalnya kebingungan)
  • Deep sleep (tidur yang dalam)
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri perut
  • Reaksi alergi berat

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • harus menjalani diet rendah garam
  • harus menjalani diet rendah magnesium
  • sedang hamil atau menyusui
  • memiliki riwayat alergi terhadap kandungan di dalam antasida
  • rutin mengkonsumsi alkohol
  • sedang dehidrasi atau keadaan yang mengharuskan membatasi asupan cairan
  • gangguan fungsi ginjal, batu ginjal
  • menderita fenilketonuria, diabetes

Kontraindikasi

Jangan menggunakan antasida jika Anda mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • alergi terhadap senyawa yang ada di dalam antasida (natrium bikarbonat, magnesium, alumunium, dan asam alginik)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi antasida dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Suplemen mengandung fosfat (kalium fosfat, natrium polystyrene sulfonat)

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/aluminum-hydroxide-and-magnesium-carbonate-chewable-tablets.html
Diakses 16 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/antacids
Diakses 16 Agustus 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/antasida%20doen%20mersifarma
Diakses 16 Agustus 2019

Rx List. https://www.rxlist.com/antacids/drugs-condition.htm#what
Diakses 16 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-56473/antacid-tablet-oral/details/list-contraindications
Diakses 16 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76860-769/antacid-oral/aluminum-magnesium-antacid-simethicone-oral/details
Diakses 16 Agustus 2019

Artikel Terkait