Analsik Kaplet

21 Des 2020| Maria Yuniar
Ditinjau oleh Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Analsik tablet adalah obat untuk mengobati rasa nyeri sedang hingga berat terutama nyeri pascaoperasi. Jika perlu, obat ini juga bisa dikombinasikan dengan obat penenang (trankuilizer). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Analsik tablet mengandung zat aktif metamizole (metampiron) dan diazepam.
Metampiron merupakan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun demam (antipiretik) yang bekerja dengan menghambat respons nyeri pada otak. Sementara, diazepam mampu mengurangi rasa nyeri dengan bekerja pada sistem saraf pusat di otak yang menghasilkan efek tenang.

Analsik Kaplet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaMetamizole (metampiron) dan diazepam.
Kelas terapiAnalgesik, antipiretik, antikonvulsan dan ansiolitik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Metamizole (metampiron) termasuk dalam golongan obat Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang dapat meredakan nyeri (analgesik), menurunkan demam (antipiretik), dan mengatasi peradangan (antiinflamasi).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metamizole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Di saluran pencernaan menjadi metabolit aktif 4-methyl-amino-antipyrine (MAA). Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darahsekitar 90% dan waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. I
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urine dalam bentuk metabolit sebanyak 90% dan feses sebanyak 10%.

Diazepam atau obat golongan benzodiazepin bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter reseptor gamma aminobutyric acid (GABA) di otak. Neurotransmitter merupakan senyawa yang bertugas untuk mengantarkan pesan antarsel.
GABA adalah neurotransmitter yang bertindak sebagai penenang saraf alami yang membantu menjaga aktivitas saraf di otak agar tetap seimbang. Dengan meningkatkan aktivitas GABA di otak, diazepam dapat memberikan efek menenangkan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diazepam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah dan cepat diserap di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) adalah 90% ke atas.
  • Distribusi: Melintasi sawar darah otak dan plasenta, didistribusikan ke jaringan lemak dan terdistribusi ke dalam ASI. Volume distribusi: 1,1 L/kg dan ikatan protein plasma adalah 98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine, sebagian besar dalam bentuk konjugasi glukuronida. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 44-48 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi sakit kepala.
  • Mengatasi sakit pinggang.
  • Mengatasi rasa sakit pada sinyal saraf di sistem saraf (neuralgia) atau nyeri pada saraf.
  • Mengatasi peradangan sendi kronik akibat penyakit autoimun (rematik), serta nyeri pada otot dan tulang sendi.
  • Mengatasi rasa nyeri akibat tersumbatnya saluran kemih oleh batu ginjal (kolik) ginjal dan nyeri perut akibat tersumbatnya saluran empedu oleh batu empedu (kolik bilier).
  • Pengobatan dan nyeri setelah operasi yang memerlukan kombinasi dengan obat penenang (trankuilizer).

Metamizole (metampiron) bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX)-1 dan 2, sehingga turut menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang menyebabkan peradangan. Lalu, diazepam bekerja dengan meningkatkan kinerja neurotransmitter GABA di otak untuk mengurangi kecemasan, mengendurkan otot, dan menyebabkan kantuk

Komposisi obat

  • Metamizole (metampiron) 500 mg.
  • Diazepam 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 1 kaplet, jika nyeri tetap timbul lanjutkan konsumsi 1 kaplet/6-8 jam.
  • Dosis maksimal: 4 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
    Hindari mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari juga mengonsumsi alkohol karena dapat menyebabkan rasa lelah berlebih. Jika gejala tidak hilang atau berlangsung lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Kondisi ketika sumsum tulang gagal memproduksi granulosit atau sel darah putih dalam jumlah cukup (agranulositosis).
  • Reaksi alergi.
  • Depresi.
  • Sulit buang air besar (konstipasi).
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gerakan tidak terkontrol dan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh (tremor).
  • Sulit buang air kecil (retensi urin).
  • Pusing hingga merasa berputar (vertigo).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien penderita depresi berat.
  • Pasien dengan kelainan darah.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi berusia 1 bulan pertama.
  • Pasien dengan tekanan darah 100 mmHg ke bawah.
  • Kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis akut).
  • Pasien dengan kelainan darah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Tidak disarankan mengonsumsi obat jangka panjang.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Chlorpromazine .
    Penggunaan diazepam dengan chlorpromazine dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, mengantuk, bingung, dan sulit berkonsentrasi.
  • Cimetidine.
    Penggunaan bersama diazepam dapat meningkatkan efek diazepam dan menimbulkan efek samping, seperti pusing dan mengantuk.
  • Alkohol.
    Penggunaan metamizole (metampiron) bersama alkohol dapat meningkatkan efek samping metamizole.
  • Obat untuk mengatasi depresi (antidepresan) susunan saraf pusat (SSP).
    Mengonsumsi antidepresan tertentu dengan diazepam dapat meningkatkan risiko kantuk dan menyebabkan pernapasan Anda melambat atau berhenti.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter atau dapatkan perawatan medis, jika Anda mengalami salah satu gejala ini:

  • Kehilangan kendali atas gerakan tubuh.
  • Gemetar tak terkendali pada bagian tubuh tertentu.
  • Pernapasan dan detak jantung lambat.
  • Berbicara cadel.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/analsik?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metamizole?mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diazepam?mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6306/diazepam-oral/details
Diakses pada 10 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email